ngeri ngeri heboh serba oplosan mencari untung di oplosan tidak saja miras oplosan bensin pun oplosan hukum oplosan ijazah oplosan obatan oplosan vaksin oplosan makanan oplosan
ngeri ngeri heboh serba oplosan mencari untung di oplosan kini lebih ngeri beras, beras pun oplosan
ngeri ngeri ada apa dengan bangsa ini jangan jangan kita manusia oplosan!
Diro Aritonang, lahir 3 April 1957 di Kota Kalianda, Lampung Selatan, penyair progresif ini mantan watawan Pikiran Rakyat. Adalah pelopor haiku di Indonesia, kini sebagai Presiden HaikuKu Indonesia. Alumini Fak. Sastra Unpad dan Sekolah Tinggi Filsafat Suryagung Bumi Bandung ini, telah menerbitkan Buku Puisi tunggalnya: “Kesadaran” (1980), “Penyair Bawah Tanah” (1981), “Akar Rumputan” (1996), “The Song of Krakatoa” (Deepublish, Yogyakarta 2014), “The Sound of Silence” (Bandung, Postaka HaikuKu, 2016), “Puitika Hitam” (Bandung Pustaka HaikuKu, 2020), Kumpulan tulisan “Jagat Haiku” (Bandung, Pustaka HaikuKu, 2017) dan puluhan antologi puisi bersma. Serta buku laporan jurnalistiknya “Runtuhnya Rezim daripada Soeharto, Rekaman Perjuangan Mahasiswa Indonesia 1998” (Pustaka Hidayah, 1999).
Melalui Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI), pemerintah mengecam aksi teror terhadap konten kreator, yang sedang menyampaikan kritik melalui media…