PUISI Ayie S Bukhary

puisi ayie kini

ANTITESIS

Bisa saja puisi dijadikan bahan penelitian
Dan bukan semata untuk hiburan intelektual
Dibalik verbalitas terselip intuisi bagi penulis
Seperti wahyu para nabi membuka kesadaran
Bukan hanya dijadikan kepercayaan yang berujung taklid buta
Melainkan membuka kesiapan untuk menjadi manusia
Yang pandai membaca fenomena yang dihadapi
Lalu gairah spiritual jadi turbin
Menyalakan aliran listrik
Lampu-lampu menerangi sisi gelap ruangan
Jelas terlihat lubang jarum memasuki benang
Bila puisi jadi wahana caci maki
Maka igauan kesurupan jadi jampi para dukun dan petenung belaka
Puisi seperti cawan tempat arak
Minumnya harus di rasakan sensasinya
Alam pikiran sedikit terganggu
Lalu masuk pada kesadaran murni
Itupun kalau mau melihat
Sebelah mata bisi meleset bidikan

Bandung, 1322026

PUISI Doni Muhamad Nur
Baca Tulisan Lain

PUISI Doni Muhamad Nur

DI SUDUT MATA EYANG

Tentang waktu kesegaran terang
Empat puluh lima tahun ke belakang
Tenaga juang rupa menawan
Bercengkrama bersama nona rupawan
Genggaman tangan rasa ke awan
Terasa semua milik kita berdua
Yang lain boleh ada
Bertempat di balik tak terlihat
Karena pandangan dilipat erat
Tentang waktu yang sudah lewat
Kini nyata nanar pandang
Langkah pelan meregang
Juwita berkulit tumpuk keriput
Tuan bungkuk mengkerut
Anak beranak bernama cucu
Berlarian tarian kupu kupu
Riang alang kepalang
Dikejar napas sengal ngerang
Terduduk di kursi goyang
Tertidur sudang eyang

Bandung, 1422026

SAJAK-SAJAK Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Yesmil Anwar

TRIK GENOSIDA

Belah belantara paru-paru robek
Matahari amarah membara
Embun menghantar api menyala
Nafas sesak gambut tersulut
Karbon Dioksida padat merapat
Oksigen menipis dada kembang kempis
Navigasi menyimpang arah
Jauh tuju dari harap

Pantai pasir pagar menyisir
Nelayan terenggut laut
Dapur ditinggal asap mengepul
Air payau konsumsi ironi
Rumah martabat atap seng karat

Sawah ladang gedung tumbuh kembang
Petani lepas cangkul daya juang
Sanak saudara menghirup tata kota
Pelengkap kering swasembada
Di trotoar dermaga jelata
Hunusan pedang penggal kepala

Narasi pamflet cerita menuju masa depan
Jaring laba-laba jeratan tuan
Tumbal gurih di meja pesta pora
Perut buncit lumbung bertingkat tingkat
Pondasi tanah subur
Simsalabim adakadabra
Korban orang kecil jasa perlaya

Bandung, 1422026

NOL BESAR SAKRALITAS

Tumpukan simbol telah jadi jeruji
Dari situs situs tergali artefak asal mula uji
Bukti kuat kalau hidup estafet dulu
Tafsir tafsir sudut pandang beda kepala
Simbol simbol kerap direvisi
Sesuai zaman dimana peradaban terjadi
Hidup segan mati tak mau
Zaman dalam peradaban baru
Tidak lebih dari stagnan waktu
Aksesoris hanya pembeda baju
Putaran roda pedati tua
Manusia sais tak beda
Padang rumput bakal belantara
Berputar untuk pengembara
Lingkaran setan tong edan bicara

Bandung, 1422026

PUISI Bambang Oeban
Baca Tulisan Lain

PUISI Bambang Oeban


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *