SAJAK-SAJAK Ayie S. Bukhary

sayak ayie e1750187884225

MAESTRO

Kalimah Tauhid mengitari hidup kita 
Seperti galaksi harmoni kosmik
Setiap bintang adalah nada nada
Dan berpusat pada lubang ruhani adalah konduktornya
Itu kita
Kalimah tauhid mengenal dirinya
Mengenal diri maka mengenal zat dan cinta-Nya
Tanah, air, udara dan sinar surya adalah kehidupan
Tanah dipijak langit dijunjung
Identitas sebagai individu utuh didalamnya
Sang penebus dosa lahir pada alam sekitar 
Maka kun fayakun melekat erat dan kuat
Kita adalah konduktor nada nada jadi harmoni

Bandung, 1762025

SAJAK-SAJAK Ramdiana
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Ramdiana

JURNAL 

Ini sekedar jurnal dari langkah kusutnya benang hitam
Dari keteraturan pekatnya hitam gelam 
Tidak linier, zigzag, atau sirkuler seperti alur yang runtut mengalir
Kadang tidak berpola dari kepala dan dada
Ini nalar sadar liar
Mengusik ke setiap sentuhan yang merangsang untuk disetubuhi 
Dimana orgasme jadi barang langka di puncak  
Walau onani berkali-kali tidak jua berbuah berbintang terang
Bahkan kunang-kunang pun tidak juga berterbangan
Tidak dan lain juga libidinal
Jurnal jurnal tidak selalu sama satu sama lain 
Tidak bisa dipetakan seperti mata angin yang hampir paten tersepakati
Kadang catatan keluar dari kelaziman 
Membentuk rupa langka lain pula hibrida
Tidak juga hasil dari buah rekayasa laboratorium
Sejadinya !
Apapun hasil dan bentuknya bebas dari nilai
Mau di kata sampah busuk 
Mau dimengerti
Atau tidak di apresiasi 
Bukan tujuan inti
Ini hanya sekelumit  jurnal gelap

Bandung, 1462025

LABIRIN BIRU LANGIT 

Berlapis riak jadi ombak terlempar pasir jadi pesisir
Anak manusia bermain-main terbakar matahari 
Waktu terus berjalan menarik ke tujuan dan terus menerus bermain 
Kedewasaan tidak pernah datang dari rekreasi fantasi 
walau jutaan rupiah dikeluarkan 
Keterlambatan adalah kesadaran dari kedatangan tenaga berkurang
Kita celaka tidak jadi manusia

Kuta, 13 Juni 2013
#Abu

PUISI Tatang R. Macan
Baca Tulisan Lain

PUISI Tatang R. Macan

PEMBAWA NARASI

Sanggupkah mengungkap kata walau sepatah
Membedahnya hingga kandungan didalamnya jelas terurai 
Seperti jelasnya malam dan siang
Mengungkap masing-masing jenis bertempat tepat 
Hingga sedikit peluang untuk menyimpang keluar pusaran  
Seperti begawan melipat dan membuat simbol jadi narasi membedah sifat

Bandung 18/22

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

KELUKETU

Mungkin saja kecerdasan kita hanyalah limbah makhluk cerdas luar sana
Dan kita pungut hanya remah-remah pengetahuan masa lalu
Seperti cahaya miliaran tahun yang diterima baru sekarang
Sumbernya barangkali sudah kembali pada kegelapan semula 
Setelah membuat ruangan memuai meluas 
Kita tidak tahu dengan pengetahuan dari remah untuk keutuhan semula
Belum lagi kita tertimbun teori-teori pengetahuan 
Yang tersisihkan di sudut-sudut laboratorium dengan penemuan renik-renik baru
Semakin absurd saja nalar sadar ketika realitas mengupas sedikit-sedikit 
Seperti tipisnya kelupas kulit ari
Kita memang makhluk yang busung dada angkuh
Sidebu berharap jadi kristal berkilau di pandang dari segala titik sudut
Lalu menebar pesona bak aurora memainkan aneka warna
Sungguh !
Kita adalah gelap di kegelapan
Yang asyik bermain dadu fatamorgana
Si pandir bermain di labirin

Bandung 1362025

TOLOK UKUR 

Menata kata
Mencari makna
Bukan tebar pesona
Sesak dada mencari luas
Kepala berputar menimbang 
Sekedar pengukur sekujur umur

PUISI Husni Hamisi
Baca Tulisan Lain

PUISI Husni Hamisi

NEVER ENDING

Cerita happy ending hanyalah pencapain dari keterbatasan langkah
Apalagi tidak ada catatan kaki untuk diperbaiki perkembangannya 
Eksekusi semacam itu membuat berhentinya ledakan idea 
Dan membuka peluang untuk reproduksi mematikan keluasan kreativitas 
Meruah cerita selalu menuntut kedalaman tidak bertepi
Menukik jauh pada kemustahilan dan sekaligus gelap pekat
Cerita hidup selalu berputar pada pusaran untuk mengembang
Lalu meledak luas meruang 
Pecahan pecahannya mengembangkan rasi berbintang
Tidak ada ending seperti batu didorong naik lalu kembali bergelinding
Cerita hanya bisa dicerna dangkal dan dalam dengan kapasitas yang pas
Seperti timbangan pengadilan menutup mata
Berat dan ringan tetap didakwa
Ruang pahala ada di dada dan kepala
Tidak di ruang swargaloka 

Bandung,1162025

SAJAK-SAJAK Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Yesmil Anwar


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *