SAJAK-SAJAK Ayie S. Buckhary

hawaadam

KEMBALI KE ADAM HAWA

Adam itu awal jatuhnya pengetahuan
Dan Hawa menggenapi pasangan
Lain dan beda dengan jenis kelamin
Melainkan kesatuan Hawa Nafsu
Sebuah perangkat untuk pencarian
Terkhusus dari makhluk bernama manusia
Pikiran, ego, rasa,hawa nafsu satu perangkat
Maka ditiupkannya kesadaran dari yang Satu
Kaum Malakut sujud bukan pada materi tanah
Melainkan pada yang Esa didalamnya
Iblis tertutup kasat mata pada yang terkandung
Dan yang terlihatnya sebongkah tanah
Maka nyala api lebih terasa membakar
Dari molekul molekul ada atom materi terkecil
Dari materi terkecil ada unsur Tuhan
Itu yang membentuk kesadaran dan keselarasan alam
Dimanapun wajah dihadapkan ada Tuhan
Dalam diri terakumulasi semua
Makhluk yang lain seisi jagat sama
Berlaku hukum kausal “ Keteraturan “
Lain lagi dengan yang bernama manusia
Makhluk yang diberi daya kuasa
Kemerdekaan memilih untuk jadi Iblis, Malaikat, binatang atau yang ada dalam isi jagat
Atau sadar bersatu kembali dengan yang Esa
Puncak pencarian Adam Hawa ilmu pengetahuan
Pemanfaatan dari berselancar kesadaran di jembatan pikiran
Membaca semua perangkat menjaga kesadaran
BerTuhan steril kembali

Bandung, 2792025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

BENING ITU DISINI

Neraka itu di sini
Di Jiwa dalam mizan berat sebelah
Dengan hawa nafsu dominan menjelma
Jembatan kesadaran tidak berselancar di alam pikiran dengan seharusnya
Sehingga rahmatan lil alamin tidak berwujud dalam keharusan
Yang ada hanya rahmatan lil lawwamah
Kemarin dan akan datang menguasai penuh daulah
Kekhawatiran jauh dari alasan pembenaran
Hari ini dibelenggu kuasa cahayanya
Maka neraka itu nyata panasnya
Swarga eden pun nyata disini
Terlupakan dengan tarik menarik suntuk dari remeh temeh
Seperti telunjuk satu menuding
Empat jari menekuk ke dalam diri sendiri
Satu melupakan empat seperti pengingkaran sistematika
Pencak dari kesadaran itu nafsu mutmainah
Swarga tidak lain adalah diwan anggur yang tenang
Tauhid tidak lebih dari identitas selaras dengan alam
Maka kembali pada diri sendiri ketenangan
Tidak kemarin atau kekhawatiran akan datang
Tapi kesadaran disini sekarang standar kemenangan

Bandung, 2792025

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

SELARAS DENGAN MUTLAK

Waktu dalam sunyi berjalan dengan hukumnya sendiri
Tidak terikat dengan rotasi bulan dan matahari
Didalamnya tidak mengenal usia tua maupun muda
Semua hanya kesadaran matang menyala di dada
Sebuah lubang hitam yang menyerap segala
Menghisap serpihan serpihan membentuk individu pada semula
Menuju pintu lubang putih tempat utuh kuasa
Hukum sebab akibat tidak lagi berjasa
Yang ada semua segala
Tidak seperti kerjanya kepala
Menggambar fenomena fatamorgana
Bekerja penuh prasangka penuh gulana
Sunyi itu nyata bicara jelas
Pintu masuk menuju awas

Bandung, 2792025

TIK TIK

Di remang cafe lampu warna warni
Entah ceria enta duka tersimpan
Senyumnya selilit misteri
Esok mana tahu milik siapa
Wine di meja bercampur asap cerutu
Aroma jingga nuansa biru pudar
Senyum meredup liar menjalar
Desah napas musik degup jantung
Redup di ubun

Bandung, 2392014

SAJAK-SAJAK Yanto SN
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Yanto SN

GETIH SENDIRI

Segaris persis berpijak pada angkuh
Tubuh tenggelam dalam bayang kelam
Mengumandangkan nantang aku si lantang
Yang di tantang hilang lain yang datang
Gema sendiri jadi pedang
Saling cabik dalam diri
Luluh lantak dada kepala
Lumpuh sendi lemas berdiri
Musuh tidak jauh ada dalam diri
Ya Tuhan kambing hitam tidak bisa kuciptakan

Bandung, 2392017

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *