PUISI Ayie S Bukhary

puis

TERJAGA

Kreativitas sangatlah cerewet
Sama bawelnya dengan produktivitas
Pengkatup kerumitan bersahaja
Jangan mudah terpesona dengan hal sementara
Dalam libido harus ada pemanasan
Jaga durasi dengan ritme teratur
Karena klimaks barang suci
Peraduan kusut sampai kelambu
Tinggal bikini menjaga nyaris telanjang
Rapikan kembali diri dalam jaga
Untuk jauh menafsir perlu pakaian
Tidak berhijab misteri hilang materi
Tandai lingkaran territori
Walau cerewet dan bawel terumbar
Jangan merasa cukup mengungkap sadar
Menjaga kendali mencari pribadi
Tidak terhenti karena tipu daya jadi

Bandung, 25112025

PUISI De Eka Putrakha
Baca Tulisan Lain

PUISI De Eka Putrakha

SEDEKAP

Jangan Engkau jadikan Aku dikala hening saja
Jadikan Aku dikala riuh dan pikuknya dunia
Karena Aku harus utuh satu kesatuan keteraturan
Lupa sedikit atau abai akan ada
Maka Aku tidak ada
Adanya Aku adanya Engkau
Jangan gelapkan tirai barang sekedip lepas dari pandangan
Seperti jelasnya masuk benang pada lubang jarum paling kecil sekalipun
Engkau tidak hanya sedekat urat leher saja
Sekelupas kulit ari pun jangan lepas
Bahkan sehela nafas pun jangan
Aku harus ada sepenanggungan dengan Engkau
Tempatku bersama Engkau
Kemampuanku bukan penanam rente menanam riba
Atau ekonom culas dengan modal sedikit meraup untung sebanyak banyaknya
Jangan hinakan Aku dengan keledai pembawa tumpukan buku
Atau dengan teori teori usang yang tertimbun teori teori terbarukan
Adanya Aku adanya Engkau cukup untuk ada
Kelindan ini jangan jauhkan dari sekedar riuh pikuk sibuk siang semata
Sertakan seperti bercengkrama pada hening yang sunyi
Jangan libatkan lengah meskipun datang tetiba
Walau lupa kerap pula serta
Jangan

Garut, 1672025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

AWAL SYAWAL

Selebrasi eid mubarak dengan makan pagi atau futur ( fitri )
Mulai kembali pada rutinitas sebelas bulan
Seribu bulan tentu saja pola jalan nikmat
Tidak sekedar menahan lapar dan haus
Maka frekuensi akan terhubung kesana
Berapa kilo hez kekuatan gelombang
Disitulah piala dikalungkan pada kualitas
Tidak akan semua sama pencapaian
Sidik jari masih bisa berubah dalam ukuran iman
Membentuk individu utuh di ranah imanen atau transenden
Jalan yang lebih diberi nikmat
Konon lebih dari transenden
Lupakan itu semua
Jalan rileks saja dengan renungan
Hasil tidak pernah menodai daya upaya
Semua ada tempat dimakom
Tidak mengenal gender
Bersarung berpeci, berkebaya berselendang
Sama punya porsi dan posisi
Kembali pada rutinitas sebelas bulan
Sertakan nilai seribu bulan

Bandung,31032025/ 1 syawal 1446

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

KEKASIH TERPUJI

Syair cinta dari kejernihan sorgawi Al-Mustofa mengalir
Menetes bening pada kekasih paling ikhlas
Jatuh menembus hati terdalam Khodijah
Tubuh yang mulai merapuh direngkuh dipeluk
Bibir basah terucap doa meruang jagat
Ucapan terimakasih dari kekasih langit dan bumi
” Engkau telah memanjangkan jalan menebar syiar kekasih
Harta engkau hibahkan
Jiwa tulus diserahkan
Keluarga terpelihara jauh dari dusta “
Air mata Al-Mustofa jatuh dari kelopak duka membasahi wajah wanita mulia
Meneduhkan sekujur tubuh yang mulai merapuh
” Wahai Al-Yasin ?
Aku telah engkau muliakan dari hidup
Maka maafkan dan pintakan doa pada Arrob untukku
Untuk menempatkanku di dalam ridho-Nya “
Air mata Al-Mustofa mengalir tak terbendung menahan paling duka
” Kekasih hati ?
Ar-Rob memberitakan padaku lewat Jibril tempatmu di jannah “
Pinta terakhir lewat putrinya Fatimah
Untuk dikafani sorban kekasih langit dan bumi
Pupus Khodijah tubuh terbungkus sorban hijau yang selalu dikenakan Al-Mustofa di setiap menebar taat dan titah pada umat
Duka Al-Yasin menenggelamkan hati kehilangan
Langit mendung mengurung
Al-Mustofa jatuh pada renung
” Lirih terucap
Innalillahi wa innailaihi roji’un…”

Bandung,22032025

DIBALIK

Bersih dan keruhnya isi diwan tentu saja berkait dengan asupan
Informasi yang dikonsumsi akan menentukan hasil
Dan menyatakan nilai pada isi yang dikelola dengan benar
Tidak semua jernih dan bening
Masih saja selalu ikut serta sampah dan limbah mengkristal
Ngendap berkerak melapisi dasar diwan
Membersihkanya harus dikuras dan dikosongkan
Kerak menempel kuat perlu di amplas hingga lepas
Sudah barang tentu akan menyisakan bekas
Tidak seperti asal sudah pasti terjadi
Setidaknya masalah pernah dikupas walau tidak pernah tuntas
Jejak digital sudah terbaca dalam algoritma
Kecenderungan melekat bertubuh mudah di lihat
Merubah berarti kembali pada titik nol
Tidak sulit dibicarakan
Tapi rumit dilakukan
Mengingat perjalanan tinggal sisa dari pesta pora
Cuci piring perlu tenaga muda
Sementara daya di kursi goyang menatap senja
Membaca merenungi digjaya yang ada di luas cakrawala

Bandung,21032025

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *