PUISI Ayie S. Bukhary

AS

DUNIA BUNGA ASMARANDANA

Siapapun kita penjaga titah
Suku bangsa dan bahasa bukan masalah
Kekhususan bagi semua tidak mengenal gender menebar berkah
Siapa siap dapat mengemban tuah
Maka sudah itu tentu tidak lepas dari masalah
Tidak bertolak lalu susah
Karena manusia punya perangkat cinta mahabbah
Pelipur dari semua bongkah
Tabur tuai memetik ranum buah
Santapan hasil sendiri
Lebih nikmat tidak terganti
Maka bumi beserta isi
Ada saling terpatri
Setidaknya itu barang susah jadi
Pupuk jarang didapati
Asal muasal benih mati
Karakter kita mengering
Maka bumi pijakan berdesing
Selamat dan celaka karena upaya
Tinggal mau atau tidak berdaya
Semua kena dampak perlaya
Cinta terpelihara semerbak harum kenanga
Romantisme asmara berbunga

Pedamaran OKI, 15112025

DIALOG DENGAN YANG DI DALAM

Siapa yang sering mengajak berbicara didalam dirimu sendiri
Yang kerap sekali diabaikan dengan hal fana dan ilusi
Tidak kasat lebih diakrabi fokus dari pada yang terus menerus berjaga bicara
Dialog bertepuk sebelah tanganlah yang melemparkan jauh ke plahara
Pembebasan dari jeratan kasat perlu dobrakan membuka terali penjara
Heroiksitas adalah etos peraih citra
Tepuk sanjung karangan bunga pembawa piala kesadaran
Masalahnya terletak pada kelalaian
Sampai membengkak karena realita semu jadi pijakan
Pengabaian dialog dengan muasal ada seharusnya bukan kendala
Jika saja ditanda tangani hati dan kepala
Perjalanan singkat jauh lebih bertumbuh membentuk
Ketimbang tubuh terpuruk dan remuk
Kemungkinan dialog dengan benar bukan imajiner lebih jadi terarsir
Hasil itu bentukan seperti tanah lempung bersih dari pasir
Memulai penuh arti
Maka barang itu jadi
Hidup tentu bukan jargon seperti pemanipulatif
Melainkan seia sekata dan aktif
Memulai berdialog atau pasif
Ada dalam kesungguhan steril
Atau dalam baksil

Padamaran OKI, 15112025

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur

AKAL HATI

Berharap pada yang utopis sama saja dengan memelihara keputusasaan
Pasrah tidak lebih dari dosa besar eksistensial
Menunggu kemustahilan datang dengan sendirinya
Jatuh dari langit ke tujuh tanpa upaya kesadaran
Khayalan kekanakan memainkan tangis rengekan
Memutus panjang DNA miliaran kilometer asal keberadaan
Akal dan qolbu saling menuding kambing hitam
Tidak seperti dua sisi mata koin
Tidak terpisah satu sama lainnya
Atau satu batang tubuh
Mati satu menyelamatkan yang satunya
Mematikan atau dimatikan hal yang absurd
Brutalisme surial
Persis seperti mimbar di altar keruhanian dengan laboratorium penelitian
Beradu argumen dengan teori apriori
Relativitas yang sama
Jalan sendiri berpunggungan
Hidup tentu tidaklah begitu
Kesadaran mutlak keselarasan
Hasil perenungan tingkat atas tanpa batas
Hanya frekuensi tinggi rendahnya gelombang
Posisi ada disitu

PADAMARAN OKI, 13112025


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *