- Shalat Gerhana adalah Tanda Kekuasaan Allah
النَّبِيُّ ﷺ قَالَ:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidaklah mengalami gerhana karena mati atau lahirnya seseorang. Apabila kalian melihatnya maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044, Muslim no. 901 – Shahih)
- Shalat Gerhana untuk Mengingat Allah
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها، قَالَتْ:
فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Apabila kalian melihat (gerhana), maka bersegeralah mengingat Allah, berdoa, dan memohon ampun kepada-Nya.” (HR. Bukhari no. 1059, Muslim no. 901 – Shahih)
- Shalat Gerhana Menjadi Sebab Ampunan
النَّبِيُّ ﷺ قَالَ:
فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Apabila kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari-Muslim – Shahih)
- Shalat Gerhana Dikerjakan Berjamaah
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ:
فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِالنَّاسِ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ…
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Rasulullah ﷺ shalat bersama manusia (saat gerhana), beliau memperpanjang berdirinya kemudian ruku’…” (HR. Bukhari no. 1046, Muslim no. 901 – Shahih)
- Shalat Gerhana 2 Rakaat dengan Bacaan Panjang
النَّبِيُّ ﷺ قَالَتْ عَائِشَةُ:
فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا، ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلًا هُوَ أَقْصَرُ مِنَ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا هُوَ أَقْصَرُ مِنَ الْأَوَّلِ، ثُمَّ سَجَدَ…
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Beliau berdiri lama, lalu ruku’ lama, lalu berdiri lama (lagi) yang lebih pendek dari sebelumnya, lalu ruku’ lama yang lebih pendek dari sebelumnya, kemudian sujud…” (HR. Bukhari-Muslim – Shahih)
- Shalat Gerhana untuk Mengingat Kiamat
النَّبِيُّ ﷺ قَالَ:
إِنَّ هَذِهِ الْآيَاتِ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ، لَا تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ…
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Sesungguhnya tanda-tanda (gerhana) yang Allah kirimkan itu bukan karena mati atau hidupnya seseorang, tetapi dengannya Allah menakut-nakuti hamba-hamba-Nya…” (HR. Bukhari no. 1059, Muslim no. 901 – Shahih)
- Shalat Gerhana sebagai Wujud Taqwa
النَّبِيُّ ﷺ قَالَ:
فَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Maka shalatlah hingga (gerhana) itu selesai.” (HR. Bukhari-Muslim – Shahih)
- Shalat Gerhana Disertai Doa dan Istighfar
النَّبِيُّ ﷺ قَالَ:
فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يَنْكَشِفَ
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Apabila kalian melihat sesuatu dari itu (gerhana), maka shalatlah dan berdoalah hingga ia berlalu.” (HR. Bukhari-Muslim – Shahih)
- Rasulullah Menangis dalam Shalat Gerhana
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ:
فَإِذَا النَّبِيُّ ﷺ فِي صَلَاتِهِ وَهُوَ يَبْكِي يَقُولُ: رَبِّ لَمْ تَعِدْنِي هَذَا وَأَنَا فِيهِمْ…
(رواه مسلم)
Artinya:
“Nabi ﷺ dalam shalat gerhana beliau menangis seraya berdoa: ‘Ya Rabbku, bukankah Engkau telah berjanji tidak akan mengazab mereka selama aku masih ada di antara mereka…” (HR. Muslim no. 904 – Shahih)
- Shalat Gerhana Menghidupkan Hati
النَّبِيُّ ﷺ قَالَ:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ، وَهُمَا خَشْيَةٌ مِنَ اللَّهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا وَصَلُّوا
(رواه النسائي وصححه الألباني)
Artinya:
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda (kebesaran Allah), dan keduanya membuat takut (ingat kepada Allah). Maka apabila kalian melihatnya, berdirilah dan shalatlah.” (HR. An-Nasai no. 1502, disahihkan Al-Albani – Shahih)
Kesimpulan:
- Shalat gerhana adalah sarana mengingat kebesaran Allah.
- Ia menjadi peringatan akan kiamat dan tanda kekuasaan-Nya.
- Amalan utama saat gerhana: shalat, doa, istighfar, takbir, sedekah.
- Shalat ini bisa berjamaah dan dilakukan hingga gerhana selesai.
penyusun: Ihfa









