inspirasi pagi
Kita adalah makhluk yang istimewa, unik, tidak terbatas, yang bernama ” MANUSIA “. Yang hidup dari berbagai kerumunan makhluk lain, virus, bakteri. Dari tanah, air, udara, api, cahaya, dan semesta jagat raya. Yang menyatu bertubuh dan ber ruh.
Diri kita adalah miniatur jagat raya ( alam semesta ). Yang rumit pun unik penuh misteri. Maka tidaklah salah kalau ada yang bilang ” KENALILAH DIRI SENDIRI, MAKA AKAN MENGENAL TUHANMU “. Itulah kita yang bernama manusia. Yang terhubung dari awal mula alam tercipta milyaran tahun lalu, hingga jagat akan diratakan. Sungguh benar manusia itu istimewa.
Kemampuan kita ( manusia ) sungguh luar biasa. Pas ukuran pas kemampuan. Semua yang ada di hadapan kita sama istimewa. Batu, pasir, tanah, udara, api, air, binatang, bintang, cahaya dll. Itu semua bila kita mampu membaca.
Perangkat pada diri kita ada dan mumpuni untuk menelaah.
Masalahnya kita terjebak pada yang fana pun yang maya. Itu menyebabkan menjauhnya yang nyata. Tidaklah itu semua salah, itu harus dijadikan aksesoris. Biar kita bergairah menata dan membaca makna dibalik fenomena di hadapan kita. Berbahagialah untuk menekan resah gelisah.
Kita tidak pernah terlambat, dan hari ini waktu sempat. Tidak ada hari esok, itu milik masa depan anak cucu dan cicit. Yang tentu saja akan siap dengan segala dinamikanya. Sekaranglah waktu kita bersikap dan bijak sebelum tubuh tidak ber-ruh.
Kita tidak akan hilang dari jagat raya, terutama Ruh ( Energi ) akan memasuki dimensi lain, utuk kembali pada dimensi tak terhingga. Karena Ruh / Energi adalah absolut. Difrekuensi mana kita kelak terhubung, dan bersambung, semakin tinggi frekuensi kita semakin menyatu dengan frekuensi tinggi pula.
Sekuat dan setinggi mana kita kuat menarik makna, sekuat itu pula frekuensi kita.
Aku, kamu, adalah kita yang harus membaca makna dibalik alam jagat raya. Karena cinta nikmat untuk dibagi dan dipelihara. Sebesar zarah manfaat, tetap berbuah cinta. Seperti kepakan kecil kupu-kupu yang kelak dikemudian hari jadi tornado. [ASB, Bandung,172024, Takzim]









