PERSPEKTIF FEODALISME

pasar

Seni kehidupan berbudaya dalam perspektif feodalisme-kapitalisme-politik dunia, ditandai oleh perpaduan hierarki feodal dengan dinamika pasar kapitalis, di mana seni menjadi sarana ekspresi dan perebutan kekuasaan.

Dalam sistem ini, budaya dan seni dikelola sebagai komoditas untuk membangun citra elite (mirip feodal) atau sebagai alat politik dan ekonomi yang terpusat, meskipun globalisasi membuka peluang baru untuk pertukaran dan ekspresi budaya lintas batas.

Perspektif feodal

Fokus pada kekuasaan dan hierarki: Seni digunakan untuk menyanjung penguasa dan mempertahankan tatanan sosial yang hierarkis, di mana budaya dinilai dari status kebangsawanan atau penguasa.

Ekspresi budaya yang terkontrol: Seni yang “resmi” atau yang diizinkan oleh penguasa akan mendominasi, sedangkan ekspresi seni yang menentang akan diredam.

Peninggalan budaya yang terfokus: Peninggalan seni dan budaya seringkali diidentikkan dengan kekuasaan dan status bangsawan, yang menjadi simbol prestise.

Perspektif kapitalis

Seni sebagai komoditas: Seni diubah menjadi barang dagangan yang dapat diperjualbelikan di pasar, sering kali diukur dari nilai ekonominya bukan nilai artistiknya.

Persaingan dan inovasi: Industri kreatif berkembang pesat dengan persaingan antar pelaku seni, dan seniman berlomba-lomba menciptakan karya yang menarik perhatian pasar.

Globalisasi budaya: Seni menjadi alat pemasaran dan pertukaran budaya global, tetapi sering kali berisiko homogenisasi budaya (budaya yang seragam) atau dominasi budaya dari negara-negara kuat secara ekonomi dan politik.

Perspektif politik dunia

Seni sebagai alat diplomasi dan propaganda: Budaya dapat digunakan sebagai alat untuk membangun citra dan pengaruh suatu negara di panggung dunia. Contohnya, pertukaran budaya antar negara dapat menjadi sarana diplomasi, sementara seni tertentu dapat digunakan sebagai propaganda politik untuk membangun citra positif atau negatif.

Peran sentral globalisasi: Globalisasi menghadirkan pertukaran budaya yang pesat, yang juga menciptakan budaya global yang lebih terhubung tetapi juga seringkali ditandai oleh dominasi budaya tertentu, terutama yang berasal dari negara-negara kapitalis.

Kesimpulan

Seni dalam perspektif feodal-kapitalis-politik dunia merupakan perpaduan antara kekuasaan hierarkis dan dinamika pasar.

Seni digunakan untuk menyanjung kekuasaan, untuk membangun citra elit, dan juga sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan.

Budaya juga dapat digunakan sebagai alat politik, baik untuk diplomasi maupun propaganda.
Globalisasi telah membawa pertukaran budaya yang lebih luas, namun juga membawa tantangan bagi kelestarian budaya lokal dan keragaman budaya di dunia.

Masyarakat feodal dan masyarakat kapitalis

Dalam masyarakat feodal, penguasa memegang kekuasaan tertinggi dan hubungan mereka dengan vasal didasarkan pada relasi subordinasi.

Kapitalisme juga memberikan kekuasaan pada kelas penguasa, tetapi terdapat persaingan untuk mendapat posisi itu dengan hak-hak pekerja yang dilindungi oleh pemerintah.

Budaya kapitalisme

Budaya kapitalis adalah seperangkat praktik, norma, nilai, dan pola perilaku yang terkait erat dengan sistem ekonomi kapitalis, yang menekankan kepemilikan pribadi, pasar bebas, dan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Budaya ini membentuk cara hidup masyarakat dalam sistem kapitalis, dengan ciri-ciri utama seperti individualisme, persaingan, rasionalitas ekonomi, dan pentingnya inovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar dan meraih keuntungan.

Kehidupan masyarakat bersifat feodal

Masyarakat feodal merupakan masyarakat yang mempunyai orientasi pada nilai pelayanan berlebihan pada penguasa, pejabat, birokrat, maupun orang yang dituakan.

Tiga prinsip utama feodalisme: Pertama, sistem feodalisme berfokus pada kekuasaan, yakni menguasai politik, sosial, ekonomi, budaya, dan segala aspek kehidupan.

Sistem feodal dan kapitalisme

Feodalisme, sebuah sistem agraria hierarkis yang lazim pada Abad Pertengahan,
dicirikan oleh kepemilikan tanah dan kesetiaan kepada para penguasa.
Seiring waktu, sistem ini digantikan oleh kapitalisme, yang ditandai oleh kepemilikan pribadi, ekonomi berbasis pasar, dan kewirausahaan individu.

Sistem politik feodal

Feodalisme, sederhananya, merupakan sistem sosial yang bertumpu pada kekuatan relasi atasan-bawahan yang sangat kuat yang bersandar pada relasi sosial pada masa lalu yang didasarkan pada status kebangsawanan dan kepemilikan tanah.

Para bangsawan dan tuan tanah mempunyai kekuasaan mutlak atas rakyat jelata.

4 prinsip kapitalisme

Kapitalisme sadar memiliki empat pilar yang memandu bisnis dalam menjalankan praktik yang bertanggung jawab secara sosial dan etis: tujuan, pemangku kepentingan, budaya, dan kepemimpinan .

Tujuan yang lebih tinggi: Ini adalah gagasan bahwa setiap bisnis memiliki tujuan yang lebih dari sekadar menghasilkan uang.

Contoh kapitalisme di Indonesia

Contoh kapitalisme di Indonesia mencakup eksploitasi sumber daya alam seperti pertambangan Freeport di Papua, menjamurnya pusat perbelanjaan modern yang menggerus pasar tradisional, dan praktik jual beli saham di pasar modal untuk mendapatkan keuntungan.

Selain itu, adanya perusahaan asing yang masuk dan bersaing di berbagai sektor, serta munculnya inovasi teknologi yang mendorong konsumerisme juga menjadi contoh nyata.

Eksploitasi sumber daya alam: Kasus PT Freeport di Papua menjadi contoh klasik, di mana perusahaan asing mengeksploitasi sumber daya alam dengan kerja sama pemerintah untuk meraih keuntungan.

Eksploitasi dilakukan dengan tujuan mendapatkan keuntungan besar, kadang mengabaikan dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Persaingan dan konsumerisme

Banyaknya supermarket dan minimarket: yang berdekatan dengan pasar tradisional menyebabkan persaingan ketat, yang sering kali mengalahkan pedagang kecil.

Perusahaan-perusahaan teknologi: menciptakan inovasi baru yang mendorong masyarakat untuk lebih konsumtif, misalnya dengan meluncurkan berbagai jenis smartphone terbaru secara berkala.

Pasar modal dan investasi

Pasar saham: menjadi tempat jual beli saham untuk meningkatkan modal, di mana investor baik individu maupun perusahaan berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan.

Investor memiliki kebebasan: untuk mencari dan memindahkan investasi ke sektor yang lebih menguntungkan.

Dampak historis

Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel): oleh Belanda pada masa penjajahan dianggap sebagai akar kapitalisme di Indonesia, yang mengeksploitasi kekayaan pribumi untuk kepentingan negara kolonial.

Masuknya modal asing: dan kesenjangan antara pemilik modal dan yang tidak memilikinya semakin terlihat pada masa Orde Baru, yang kemudian terus berkembang pasca reformasi.

Ciri ciri masyarakat feodal

Ciri-ciri masyarakat feodal adalah struktur sosial yang hierarkis kaku, kepemilikan tanah sebagai sumber kekuasaan utama, hubungan ekonomi yang bergantung pada pertanian, serta kekuasaan yang terdesentralisasi di tangan tuan tanah lokal.

Hubungan antara bangsawan dan pengikut didasarkan pada loyalitas pribadi dan kewajiban timbal balik untuk perlindungan dan layanan, serta ketergantungan ekonomi petani yang sangat kuat pada tuan tanah.

Ciri-ciri utama masyarakat feodal:

Hierarki sosial yang kaku: Terdapat struktur sosial yang jelas dan sulit untuk diubah.
Di puncak adalah raja, diikuti oleh bangsawan, ksatria, dan di paling bawah adalah petani atau pekerja tanpa tanah.

Kepemilikan tanah adalah sumber kekuasaan: Tanah menjadi sumber utama kekayaan, kekuasaan, dan alat dalam hubungan sosial.

Raja memberikan tanah (feud) kepada para bangsawan sebagai imbalan atas kesetiaan dan layanan, terutama militer.

Hubungan tuan tanah-pengikut (lord-vassal): Pengikut (vassal) bersumpah setia kepada tuan tanah (lord) dan memberikan layanan tertentu, seperti wajib militer. Sebagai imbalannya, lord memberikan perlindungan dan hak untuk menggarap tanah.

Ketergantungan ekonomi pada pertanian: Ekonomi masyarakat feodal sangat bergantung pada sektor pertanian. Petani, termasuk serf (petani tak bebas), bergantung sepenuhnya pada tuan tanah untuk mendapatkan perlindungan dan hak menggunakan tanah.

Kekuasaan terdesentralisasi: Kekuasaan tidak sepenuhnya terpusat pada penguasa pusat.
Tuan tanah lokal memiliki otoritas yang signifikan dan melakukan banyak fungsi administratif dan hukum di wilayah mereka sendiri.

Dominasi peran pribadi: Hubungan sosial lebih bersifat pribadi. Loyalitas, kesetiaan, dan kontrak sosial didasarkan pada hubungan personal antara individu-individu di dalam hierarki.

Sistem kelas yang kaku: Pergerakan antar kelas sosial sangat terbatas. Status sosial dan ekonomi cenderung bersifat turun-temurun dan tidak mudah diubah.

Contoh feodalisme

Dalam feodalisme, seorang tuan tanah memberikan tanah dan kekuasaan kepada orang-orang kepercayaannya, yang dikenal sebagai pengikut, atas semua orang yang tinggal di sana.
Sebagai balasannya, mereka bersumpah setia kepadanya dan berjanji untuk memberinya bagian dari pajak mereka serta memberikan dukungan militer kapan pun dibutuhkan.

Contoh Feodalisme di Indonesia

Rakyat, terutama para petani, tidak diperbolehkan memiliki tanah sendiri. Para petani dan rakyat hanya diizinkan menggarap lahan milik raja atau bangsawan.

Setiap panen, separuh hasilnya harus diserahkan kepada raja sebagai bentuk upeti.

Feodalis dan kapitalis

Feodalisme adalah sistem sosial dan ekonomi yang bertumpu pada kepemilikan tanah dan hierarki kekuasaan berbasis status, di mana tuan tanah (bangsawan) memberikan perlindungan kepada petani dengan imbalan hasil kerja mereka.

Sementara itu, kapitalisme adalah sistem ekonomi yang dicirikan oleh kepemilikan pribadi atas alat produksi, persaingan di pasar bebas, dan pencarian keuntungan (kapital) sebagai motivasi utama.

Feodalisme bersifat lebih stagnan dan berbasis pertanian, sedangkan kapitalisme mendorong dinamisme, inovasi, dan mobilitas sosial melalui ekonomi pasar.

Feodalisme

Struktur kekuasaan: Berbasis hierarki yang ketat antara raja, bangsawan, vasal, dan petani atau serf.

Hubungan sosial: Hubungan didasarkan pada loyalitas dan layanan timbal balik yang terikat pada tanah dan status kebangsawanan.

Basis ekonomi: Agraria, dengan sebagian besar kekayaan berasal dari kepemilikan tanah dan hasil pertanian.

Alat produksi: Terikat pada tanah, dan petani memiliki hubungan langsung dengan alat-alat produksi mereka.

Mobilitas sosial: Sangat terbatas; serf terikat pada tanah dan tidak bisa pindah tanpa izin tuan tanah.

Kapitalisme

Struktur kekuasaan: Tersebar di antara banyak pemilik modal (kapitalis) dan berpusat pada “pasar” persaingan.

Hubungan sosial: Hubungan lebih berdasarkan kontrak ekonomi antara majikan dan pekerja, dan status sosial dapat berubah.

Basis ekonomi: Berbasis industri, pasar, dan perdagangan, dengan fokus pada akumulasi kapital.

Alat produksi: Dimiliki oleh kapitalis, dan pekerja menjadi terasing dari alat produksi.

Mobilitas sosial: Secara teoretis memungkinkan mobilitas sosial lebih tinggi melalui pencapaian ekonomi.

Kapitalisme muncul dari feodalisme

Kemunduran feodalisme didorong oleh berbagai faktor, termasuk pertumbuhan kota, jalur perdagangan, dan kebangkitan kelas pedagang kaya.

Seiring meluasnya perdagangan, instrumen keuangan baru seperti wesel dan perusahaan saham gabungan muncul , membuka jalan bagi kapitalisme modern.

Kapitalisme diklasifikasikan sebagai apa?

Kapitalisme sering dianggap sebagai sistem ekonomi di mana aktor swasta memiliki dan mengendalikan properti sesuai dengan kepentingan mereka, dan permintaan serta penawaran bebas menentukan harga di pasar dengan cara yang dapat melayani kepentingan terbaik masyarakat.
Ciri utama kapitalisme adalah motif untuk mencari keuntungan.

Sistem feodal dalam politik

Sistem feodal (juga dikenal sebagai feodalisme) adalah jenis sistem sosial dan politik di mana pemilik tanah menyediakan tanah kepada penyewa sebagai imbalan atas kesetiaan dan layanan mereka .

Kapan feodalisme di Indonesia

Feodalisme telah ada di Nusantara sejak era kerajaan Kediri, Majapahit, Kerajaan Hindu-Buddha, yang paling utama adalah di masa Kerajaan Kesultanan Demak Mataram.

Akibat dari kemunduran feodalisme

Kemunduran feodalisme menandai pergeseran penting di Eropa abad pertengahan.

Ketika Wabah Hitam menghancurkan populasi dan dalam Perang Seratus Tahun menguras sumber daya, struktur kekuasaan tradisional runtuh.

Para bangsawan kehilangan kendali, sementara kaum petani memperoleh posisi tawar, yang membuka jalan bagi perubahan sosial yang signifikan.

Sejarah Kapitalisme

Menurut Ebensteni dan Fogelman, ekonomi kapitalis lahir dari gerakan individualisme dalam bidang ekonomi yang berawal dari Inggris dan menyebar keseluruh eropa dan amerika utara pada abad ke 18.

Negara yang paling kapitalis

Berbagai negara menganut cita-cita kapitalis dengan tingkat yang berbeda-beda, yang menghasilkan spektrum kebebasan ekonomi di seluruh dunia.
Singapura secara konsisten menempati peringkat sebagai negara paling kapitalis, dengan skor 83,5 dalam Indeks Kebebasan Ekonomi Heritage Foundation untuk tahun 2024.

Prinsip kapitalis

Prinsip kerja dari sistem ekonomi kapitalis pada dasarnya adalah meningkatkan persaingan yang ada di pasar.

Persaingan tersebut akan terjadi apabila para pelaku usaha mempunyai produk yang sama atau dua pembeli yang menginginkan produk yang sama, dan para pekerja yang menginginkan posisi yang sama.

Tokoh Kapitalisme

Kapitalisme biasanya dikaitkan oleh Karl Marx. Namun, sayangnya hal ini tidak tepat, Quipperian karena ternyata tokoh kapitalisme ialah Adam Smith.

Adam Smith merupakan tokoh ekonomi kapitalis klasik yang mengkritik sistem merkantilisme yang ia anggap kurang mendukung ekonomi masyarakat pada kala itu.

Dampak kapitalisme pada masyarakat

Manfaat kapitalisme masih diperdebatkan. Banyak ekonom berpendapat bahwa kepemilikan pribadi telah menghasilkan kemakmuran yang luas dengan menyediakan lapangan kerja dan beragam barang konsumsi.

Di sisi lain, para kritikus menyalahkan kapitalisme atas degradasi lingkungan dan ketimpangan kekayaan.

Gaya hidup kapitalis

Kapitalisme adalah sistem di mana alat produksi, uang, tanah, pabrik, dll., dimiliki oleh individu swasta .
Mekanisme pasar cenderung mendominasi, dengan harga ditentukan oleh interaksi antara penjual dan pembeli.

Tujuan seorang kapitalis adalah menggunakan kekayaan yang ada untuk menghasilkan kekayaan baru.

Budaya feodal

Budaya feodal adalah sistem sosial yang bercirikan kekuasaan terpusat pada golongan bangsawan, hierarki sosial yang kaku, dan hubungan atasan-bawahan yang sangat kuat dan hierarkis.

Ciri utamanya adalah dominasi kekuasaan berdasarkan status keturunan, bukan prestasi, di mana rakyat jelata bergantung sepenuhnya pada penguasa seperti raja atau tuan tanah.

Mentalitas feodal juga sering diidentikkan dengan ketaatan mutlak pada atasan, pengkultusan terhadap kekuasaan, dan kecenderungan untuk menghormati jabatan atau kedekatan dengan penguasa daripada kemampuan atau meritokrasi.

Ciri-ciri budaya feodal

Hierarki kaku: Masyarakat tersusun secara piramidal dengan raja atau penguasa di puncak, diikuti oleh bangsawan, dan di bawahnya ada rakyat jelata, dengan sedikit sekali peluang bagi orang luar untuk naik ke lapisan atas.

Hubungan patron-klien: Terdapat hubungan yang sangat kuat antara atasan (patron) dan bawahan (klien), di mana bawahan wajib memberikan ketaatan dan dukungan mutlak kepada atasan sebagai imbalan atas perlindungan atau mata pencaharian.

Kekuasaan berdasarkan keturunan: Kekuasaan dan hak istimewa sering kali diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga bangsawan, membatasi kesempatan bagi orang yang dianggap tidak memiliki darah bangsawan untuk mencapai posisi penting.

Sentralisasi kekuasaan: Kekuasaan cenderung terpusat pada satu individu atau kelompok, yang memengaruhi aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, dan bahkan hukum.

Orientasi pelayanan berlebihan: Terjadi budaya pelayanan dan penghormatan yang berlebihan terhadap penguasa, pejabat, atau orang yang dianggap memiliki status lebih tinggi.

Implikasi hukum: Dalam budaya feodal, sangat sulit untuk menuntut atau menghukum elite yang melakukan pelanggaran karena kekuasaan dan pengaruh mereka sering kali melindungi mereka dari jangkauan hukum.

Contoh di Indonesia: Di Indonesia, feodalisme dapat dilihat dari sisa-sisa sistem kerajaan dan budaya Jawa, termasuk penggunaan tingkatan bahasa untuk mencerminkan stratifikasi sosial dan hubungan manunggaling kawula gusti (rakyat bersatu dengan pemimpin).

Konsep politik feodalisme

Dalam formatnya yang paling sederhana, feodalisme menggambarkan suatu sistem kendali politik dan ekonomi yang dilimpahkan dari seorang raja atau tuan tanah kepada seorang pengikut .

Feodalisme menggambarkan struktur politik dan sosial di mana elit pemilik tanah memerintah rakyat jelata.

Contoh kapitalisme saat ini

Contoh Kapitalisme Saat ini adalah perusahaan multinasional besar seperti Apple dan Google, persaingan bisnis di pasar bebas, industri swasta yang didominasi oleh perusahaan besar seperti di Amerika Serikat, serta munculnya e-commerce dan supermarket besar yang menggeser pasar tradisional.

Kapitalisme modern juga terlihat pada investasi dan kepemilikan aset yang menciptakan “passive income” serta sistem di mana perusahaan besar bisa menghasilkan keuntungan besar melalui keuntungan dari produk dan layanan yang dijual.

Contoh kapitalisme di dunia

Perusahaan teknologi: Perusahaan seperti Apple, Microsoft, Google, dan Facebook (sekarang Meta) adalah contoh nyata kapitalisme karena dimiliki oleh pemegang saham dan bersaing di pasar untuk menghasilkan keuntungan melalui inovasi produk dan layanan, seperti dikutip oleh Reku.

Industri dan bisnis swasta: Banyak negara, terutama Amerika Serikat, memiliki industri yang hampir sepenuhnya dikuasai oleh pihak swasta dengan campur tangan pemerintah yang minimal, seperti di industri penerbangan di mana harga tiket ditentukan oleh penawaran dan permintaan, seperti yang dijelaskan oleh Sampoerna Academy dan Kompas.com.

Perdagangan eceran (retail): Kemunculan supermarket besar dan toko daring seperti Amazon dan Walmart menunjukkan dominasi perusahaan besar yang bersaing untuk menarik konsumen dengan menawarkan berbagai produk, kenyamanan, dan terkadang harga yang kompetitif, seperti yang disebutkan oleh Kompas.com dan KlikCair.

Persaingan pasar: Pasar tradisional yang dipenuhi pedagang yang saling bersaing untuk menarik pelanggan dengan harga dan kualitas yang kompetitif juga merupakan bentuk kapitalisme, seperti yang diungkapkan oleh Reku dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.

Investasi dan kekayaan: Kepemilikan properti, saham, dan aset investasi lainnya yang menghasilkan “passive income” (pendapatan pasif) juga merupakan bentuk kapitalisme, di mana modal yang sudah ada digunakan untuk menghasilkan keuntungan lebih besar, menurut Satu Persen.

Contoh kapitalisme yang menimbulkan masalah

Eksploitasi sumber daya: Terkadang, motivasi keuntungan besar dalam kapitalisme dapat menyebabkan eksploitasi sumber daya alam, seperti yang terjadi pada kasus PT Freeport di Papua.

Kesenjangan sosial: Sistem ini dapat menyebabkan kesenjangan ekonomi yang lebar antara pemilik modal dan pekerja, di mana keuntungan besar seringkali hanya dinikmati segelintir orang, sementara pekerja harus berjuang untuk kesejahteraan yang lebih baik, seperti yang dibahas oleh Institut Teknologi Nasional Malang.

Sekian Terima kasih
Bandung, 30.November.2025
Salam Merdeka Indonesia


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *