MONOLOG “KESAKSIAN” TAMPIL DI TITIK KE-75

kesaksian

Bagian dari Festival Kaghati Kolope Internasional di Desa Liangkabori, Muna

SULTRA 5 Juli 2025 — Kesaksian, monolog kontemporer karya dan garapan Achmad Zain, akan dipentaskan pada Jumat, 11 Juli 2025 pukul 21.00 WITA di halaman depan Goa Liangkabori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Pementasan ini menjadi titik ke-75 dalam perjalanan Kesaksian, yang selama lebih dari satu dekade telah menjelajahi ruang-ruang alternatif di berbagai kota dan negara. Setiap titik pementasan membawa penafsiran baru, karena Kesaksian bukan pertunjukan yang dibakukan oleh teks, melainkan hadir melalui tubuh, ruang, dan suasana yang mengitarinya.

Pertunjukan ini adalah peristiwa artistik yang tumbuh dari tubuh aktor yang menjadi saksi: terhadap zaman, terhadap luka, terhadap keberadaan itu sendiri. Di hadapan dinding-dinding batu Goa Liangkabori yang menyimpan lukisan tangan purba, Kesaksian akan hadir sebagai suara yang lahir dari diam, sebagai narasi yang meruang, sebagai tubuh yang membawa ingatan kolektif dan keheningan kontemporer ke dalam cahaya.

Monolog ini telah ditampilkan di berbagai kota antara lain Bengkulu, Mataram, Bali, Bandung, Surabaya, Jakarta, Banjarmasin, Makasar, Tasikmalaya, Banda Naira, serta Malaysia, dan akan terus bergerak menuju titik ke-100. Dalam setiap perjalanannya, Kesaksian menjadi semacam dokumentasi hidup dari zaman yang berubah, dari tubuh yang mencari makna, dari ruang-ruang yang memberi kesaksian mereka sendiri. Sebagai bentuk ekspresi seni yang menjelajahi tubuh, suara, dan sejarah dalam kaitannya dengan ruang sosial maupun kultural.

Pementasan ini hadir dalam rangkaian Festival Kaghati Kolope Internasional ke-3, sebuah perayaan budaya khas Muna yang berfokus pada layang-layang tradisional kaghati kolope, yang terbuat dari daun kolope (umbi hutan) dan telah digunakan turun-temurun oleh masyarakat agraris. Tahun ini, kaghati tidak hanya diterbangkan di langit Muna, tetapi juga di langit Fanø, Denmark dalam salah satu festival layang-layang terbesar di dunia (Juni 2025), serta di berbagai lokasi Eropa lainnya selama bulan Juli, seperti Portsmouth (Inggris) dan Mayo (Irlandia).

Festival Kaghati Kolope tidak hanya menampilkan kegiatan penerbangan layang-layang, tetapi juga menjadi panggung bagi seni pertunjukan, dialog budaya, dan revitalisasi nilai-nilai tradisi. Dalam konteks inilah, monolog Kesaksian hadir sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan yang bergerak: mempertemukan praktik seni kontemporer dengan akar budaya lokal yang kuat.

Festival ini menandai tumbuhnya jaringan budaya yang menghubungkan tradisi lokal dengan panggung global. Di tengah perayaan itu, Kesaksian menjadi suara kontemporer yang berdialog dengan warisan masa lalu, membawa ingatan dari tanah ke tubuh, dari tubuh ke langit.

Dipentaskan di hadapan lukisan-lukisan tangan dan simbol purba yang membekas di dinding batu Goa Liangkabori, monolog ini menjadi semacam pertemuan antara suara masa kini dan bisikan leluhur. Repertoar Kesaksian tumbuh dari ruang tempat ia dipentaskan, dari energi tanah tempat kaki berpijak, dari keheningan atau riuh yang tak bisa ditebak sebelumnya.

Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Penonton diundang bukan hanya untuk menyaksikan, tetapi untuk turut mengalami: bagaimana tubuh bisa menjadi saksi sejarah, dan bagaimana diam pun bisa menjadi bentuk paling lantang dari perlawanan. []

Informasi Acara:
Lokasi: Halaman depan Goa Liangkabori, Muna, Sulawesi Tenggara
Tanggal: Jumat, 11 Juli 2025
Waktu: Pukul 21.00 WITA
Terbuka untuk umum, tanpa biaya
CP: Farlin, S.H. +62 852-2214-5049


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *