Lembur Kaulinan Cibunar – SAKOLA MOTEKAR

motekar 4 scaled

Taman Karya Anak Angkat Isu Perlindungan Anak Lewat Lagu “Ku Jaga Diriku” Ciamis, 29 Juni – 6 Juli 2025

Ciamis, 5 Juli 2025 — Rangkaian kegiatan Taman Karya Anak yang digelar di Lembur Kaulinan Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, kembali menjadi ruang ekspresi dan edukasi kreatif bagi puluhan anak selama liburan sekolah, dari 29 Juni hingga 6 Juli 2025. Dalam edisi kelima ini, panitia mengangkat isu perlindungan anak melalui pendekatan yang unik: menyanyikan lagu edukatif berjudul “Ku Jaga Diriku.”

Lagu tersebut dinyanyikan bersama setiap pagi sebelum kegiatan dimulai. Liriknya mengajarkan anak untuk memahami batasan tubuh, mengenali sentuhan tidak pantas, serta berani berkata “tidak” dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.

Pesan Penting: Anak Berhak Melindungi Diri

Lagu “Ku Jaga Diriku” menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan tentang hak tubuh anak. Dalam suasana bermain dan berkarya, anak-anak dibekali pemahaman penting mengenai keselamatan diri, sekaligus diberdayakan untuk mengekspresikan potensi mereka secara positif.

“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran anak itu sendiri—dan kami memilih pendekatan yang lembut dan menyenangkan,” ujar Deni WeJe, pegiat Sakola Motékar, penyelenggara kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 anak dari berbagai jenjang, mulai dari usia PAUD hingga kelas 12, dengan dukungan 25 relawan dari sejumlah perguruan tinggi di Tasikmalaya dan Bandung. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara gratis.

motekar

Kreativitas dan Nilai Sosial

Setiap hari, peserta diajak membuat berbagai karya dari bahan bekas, seperti kalender kardus, tempat alat tulis dari kertas daur ulang, hingga egrang batok kelapa dan lilin aromaterapi. Tak hanya melatih kreativitas, kegiatan ini juga menanamkan nilai peduli lingkungan dan kerja sama.

Kegiatan harian dimulai pukul 08.30 dan berlangsung hingga pukul 13.00, dengan berbagai sesi seperti ice breaking, mendongeng, istirahat bermain, refleksi, hingga makan bersama. Doa dan sholat berjamaah juga menjadi bagian penting dalam rangkaian harian.

Menurut M. Rizky Ramdani, koordinator kegiatan, Taman Karya Anak lahir dari keprihatinan terhadap kebiasaan liburan anak-anak yang cenderung pasif dan tidak produktif.

“Kami ingin menciptakan ruang yang menyenangkan namun tetap mendidik. Di sini anak belajar menjaga diri, menjaga teman, dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

motekar 2

Orang Tua Apresiatif

Sejumlah orang tua mengaku senang anak-anak mereka mengikuti kegiatan ini.

“Alhamdulillah, liburan anak saya jadi bermanfaat dan tidak diisi dengan main HP,” kata Rahayumi, salah satu orang tua peserta.

“Sepulang kegiatan, anak saya tiba-tiba memberitahu saya apa saja yang boleh dan tidak boleh disentuh. Alhamdulillah, mudah-mudahan dia terhindar dari hal-hal buruk,” ungkap Windi, orang tua lainnya.

MOTEKAR 5

Puncak Acara: Gelar Karya

Kegiatan akan ditutup dengan “Gelar Karya” pada 6 Juli 2025, yang akan dimulai dari pukul 09–12 WIB, dengan menghadirkan pameran hasil karya anak-anak, pertunjukan seni, lelang hasil karya, serta pemberian sertifikat kepada seluruh peserta.

Momentum ini menjadi ajang apresiasi dan perayaan hasil proses anak-anak selama sepekan penuh.


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *