Peringatan Isra Mi’raj di Majelis Taklim Al Hikmah Tekankan Aktualisasi Nilai Taqwa dalam Kehidupan Sosial

ilramiraj

Kegiatan penyuluhan agama Islam dalam rangka pengajian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW digelar di Majelis Taklim Al Hikmah, Sukasari, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Senin (5/1/2026). Acara tersebut diisi oleh Kepala KUA Kecamatan Bungursari, H. Hendra, S.Ag, yang bertindak sebagai mubaligh. Pengajian diikuti oleh jamaah majelis taklim dengan khidmat sebagai momentum refleksi spiritual untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan umat Islam melalui pemahaman makna Isra Mi’raj secara lebih komprehensif dan kontekstual.

Dalam tausiahnya, H. Hendra, S.Ag menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj tidak semata-mata dimaknai sebagai perintah kewajiban shalat, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan perilaku manusia beriman yang berdampak positif bagi kehidupan sosial. Ia mengajak jamaah untuk menafsirkan Isra Mi’raj sebagai proses peningkatan kualitas diri (aktualisasi diri) yang tercermin dalam akhlak, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Materi tersebut berangkat dari tadabbur Q.S. Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa kemuliaan manusia di sisi Allah diukur dari tingkat ketakwaannya, bukan latar belakang sosial, suku, atau status duniawi. Nilai ini sejalan dengan konsep manusia sebagai ahsanu taqwim, yakni makhluk yang diciptakan dalam sebaik-baik bentuk dengan potensi spiritual dan moral yang harus dioptimalkan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa esensi ketakwaan harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui kejujuran, keadilan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Hal ini selaras dengan pandangan Imam Al-Ghazali yang menekankan bahwa hakikat takwa adalah menjaga hati dan perilaku dari segala hal yang menjauhkan diri dari Allah, serta pendapat Ibnu Katsir yang menafsirkan Al-Hujurat ayat 13 sebagai dasar kesetaraan manusia dan dorongan untuk berlomba dalam kebaikan. Sementara itu, Syekh Yusuf Al-Qaradawi menegaskan bahwa ibadah yang benar harus melahirkan kesalehan individual dan sosial secara bersamaan. Melalui pengajian ini, diharapkan nilai-nilai Isra Mi’raj mampu diaktualisasikan oleh jamaah sebagai energi moral untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, beradab, dan berlandaskan ketakwaan.

Skena Aktor
Baca Tulisan Lain

Skena Aktor


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *