Sedekah Jelantah untuk Pemberdayaan Umat

jalantah

Penyuluhan Program SEJUM’AT (Sedekah Jelantah untuk Pemberdayaan Umat) di Majelis Taklim Miftahul Ulum Gandok, Kelurahan Bungursari, pada Rabu, 3 Desember 2025. Penyuluhan disampaikan oleh Aceng Kosim, S.Hum., M.Pd., dan Nina Kurniasih, S.Pd dengan fokus edukasi mengenai bahaya minyak jelantah dan potensi besar pemanfaatannya apabila dikelola dengan benar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan limbah rumah tangga yang aman dan bernilai manfaat sosial.

Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa minyak jelantah termasuk limbah berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan. “Kalau dibuang ke saluran air, bisa menyumbat dan menyebabkan banjir. Kalau dibuang ke tanah, bisa mencemari lingkungan. Lebih ngeri lagi, ada oknum yang menampung minyak jelantah untuk disaring seadanya dan dijual lagi buat konsumsi. Itu bukan sedekah, tapi sadis-kah,” ungkapnya. Peserta juga diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A’raf ayat 56: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.”

Melalui program SEJUM’AT, masyarakat didorong untuk menjadikan sedekah jelantah sebagai gerakan pemberdayaan umat. Minyak jelantah yang dikumpulkan secara rutin dapat dikelola menjadi sumber pendanaan sosial, penguatan kegiatan keagamaan, hingga dukungan ekonomi jamaah. “Sedekah jelantah bukan hanya soal membuang limbah dengan cara yang benar, tetapi juga mengubahnya menjadi kebermanfaatan yang berkelanjutan bagi umat,” disampaikan dalam penyuluhan. Program ini diharapkan terus berkembang dan menjadi budaya positif di lingkungan masyarakat Bungursari.


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *