Tasikmalaya || Majelis ilmu kembali digelar dalam bentuk bimbingan dan penyuluhan agama Islam kepada para guru dan staf MTsN 2 Kota Tasikmalaya pada Jum’at (12/09/2025). Kegiatan ini diisi oleh H. Agus Al Amin, S.H., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bungursari, dengan dihadiri 45 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan. Adapun materi yang disampaikan bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama untuk Pendidikan yang Berkualitas.”
Dalam penyampaiannya, H. Agus Al Amin menekankan bahwa moderasi beragama merupakan sikap tengah yang menjunjung tinggi keadilan, toleransi, serta menghormati keberagaman. Menurutnya, nilai ini sangat penting ditanamkan dalam dunia pendidikan agar proses belajar mengajar tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu hidup rukun dalam masyarakat yang plural.
Beliau mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 143: “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia…” Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam dituntut untuk bersikap wasathiyah (moderat) dalam menghadapi perbedaan. Sikap ini relevan dalam konteks pendidikan, di mana guru harus menjadi teladan dalam menanamkan sikap adil, toleran, dan menghargai keragaman di lingkungan sekolah.
Selain itu, beliau juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Hadis ini memperkuat pesan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang melahirkan insan bermanfaat bagi orang lain, baik dalam lingkup keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas. Moderasi beragama menjadi fondasi penting agar manfaat tersebut tidak hanya dirasakan satu golongan, tetapi bagi seluruh umat manusia.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Beberapa guru menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini, di mana perbedaan pemahaman sering kali berpotensi menimbulkan konflik. Melalui penguatan moderasi beragama, para guru merasa lebih siap membimbing siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menjaga persatuan bangsa.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh guru dan staf MTsN 2 Kota Tasikmalaya senantiasa diberi kekuatan dan keikhlasan dalam mendidik. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama semakin mengakar dalam praktik pendidikan, sehingga kualitas pembelajaran meningkat dan tercipta lingkungan sekolah yang damai, inklusif, serta penuh keberkahan.









