Kolaborasi Penyuluh Agama Islam dan DKM Bani Musytari Wujudkan Kemandirian Ekonomi Umat Melalui Program SEJUMA’T

kolab

Tasikmalaya — Upaya penguatan ekonomi umat terus digalakkan oleh para Penyuluh Agama Islam di lingkungan KUA Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Salah satunya melalui kegiatan kolaboratif dengan pengurus DKM Bani Musytari dalam program Sedekah Minyak Jelantah untuk Kemandirian Ekonomi Umat (SEJUMA’T) yang digelar di Kampung Lengo RW 10, Bantarsari, Jumat (07/11/2025). Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk santunan kepada lima anak yatim piatu dari program Sejuma’t serta 27 lansia berupa paket sembako yang berasal dari hasil pengelolaan sedekah subuh yang sudah berjalan konsisten.

Aceng Kosim, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bungursari, bertugas memandu jalannya kegiatan tersebut. Acara diawali dengan sambutan dari Ustadz Deden selaku Ketua DKM Bani Musytari, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua RW 10, Bapak Abdul Ghoni, serta doa bersama yang dipimpin oleh Ihsan Farhanuddin, juga dari unsur Penyuluh Agama Islam. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah mahasiswi dari Universitas Siliwangi Tasikmalaya yang sedang melaksanakan tugas lapangan dari kampusnya. Kehadiran mereka menambah semangat dan inspirasi dalam membangun gerakan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Dalam ceramah singkatnya, Aceng Kosim menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga implementasi nyata dari ajaran Islam tentang pentingnya berbagi rezeki. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 267, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” Hal ini, menurutnya, menjadi dasar spiritual bahwa setiap Muslim memiliki tanggung jawab sosial untuk menyalurkan sebagian hartanya bagi kemaslahatan umat.

Senada dengan hal tersebut, Ustadz Deden menyampaikan bahwa program SEJUMA’T merupakan bentuk ikhtiar kecil namun berdampak besar bagi masyarakat. Program Sejuma’t menjadi penguat sekaligus pelengkap program sedekah shubuh yang sudah berjalan lebih awal. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”* (HR. Ahmad). Para ulama pun menegaskan bahwa sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga mengokohkan solidaritas sosial dan menumbuhkan kemandirian ekonomi umat. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai wujud implementasi nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

KIPRAH TEATER BOLON
Baca Tulisan Lain

KIPRAH TEATER BOLON


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *