Hikmah Ibadah Umrah dalam Kehidupan Bermasyarakat, Penyuluh Agama Islam Sampaikan Pesan di Majelis Taklim Al Falah

hikmah

BUNGURSARI || Majelis Taklim Al Falah pada Jum’at (12/09/2025) menjadi saksi kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam yang dipimpin oleh H. Agus Al Amin, S.H., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bungursari. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 jamaah yang antusias mendengarkan pemaparan tentang tema “Hikmah Ibadah Umrah dalam Kehidupan Bermasyarakat.”

Dalam materinya, H. Agus Al Amin menekankan bahwa ibadah umrah bukan hanya sekadar perjalanan spiritual ke Tanah Suci, tetapi juga memiliki nilai sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, umrah mengajarkan kesederhanaan, persaudaraan, serta sikap sabar dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. “Nilai yang kita bawa pulang dari umrah harusnya menjadi energi positif untuk memperbaiki diri sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 196: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah…” Ayat ini menegaskan bahwa umrah merupakan ibadah yang memiliki dimensi ketundukan total kepada Allah SWT. Namun, ketundukan itu seharusnya tidak berhenti setelah ibadah selesai, melainkan diwujudkan dalam bentuk amal saleh dan hubungan sosial yang harmonis.

Selain itu, beliau juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW: “Umrah kepada umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dari hadis ini dapat dipahami bahwa umrah adalah momentum penyucian diri yang diharapkan mampu melahirkan pribadi yang lebih sabar, rendah hati, serta peduli terhadap sesama.

Dalam suasana khidmat, jamaah menyimak dengan penuh perhatian. Beberapa peserta bahkan menuturkan bahwa materi ini memberi sudut pandang baru mengenai makna ibadah umrah, yang sering kali hanya dipahami sebatas ritual individual. Pesan yang ditekankan adalah bagaimana menjadikan pengalaman spiritual tersebut sebagai bekal dalam meningkatkan kepedulian sosial, seperti saling membantu, menumbuhkan empati, dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar jamaah Majelis Taklim Al Falah senantiasa diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah dan mengamalkan hikmah-hikmahnya dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap ibadah memiliki dimensi sosial yang luas, selaras dengan tujuan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *