Panggung, Kamu adalah nafas bening tiga perempat usia dari kepala singgah di jiwa menjadi suara
Panggung, petualangan cinta seluruh usia pada sela lantai panggung terinjak, menginjak jejak luka, suka, tawa, juga bahagia
Panggung, Ketika berdiri di atasmu aku merasa pulang ke rumahku tanpa bersalah seribu telunjuk urung bertarung membuka jemari berhadapan mesra
Panggung, kau menawarkan mawar aku membuat mawarku kau bermain peran aku membuat peranku kau berlari mengejar mimpi aku membuat mimpiku kadang kita serupa kadang tak…
Panggung, Cermin besar di bawah lampu memantulkan aku yang bercahaya aku yang bicara kau duduk dihadapanku kau memantul padaku dan aku pun
Panggung, Puncak dunia yang aku tuju tak ingin aku pergi ke mana pun hanya menujumu.
Yusef Muldiyana adalah seorang sutradara teater yang lahir pada 2 September 1961. Ia mendaftar ke Sekolah Tinggi Seni Tari Indonesia ASTI, baru setelah itu Yusef berkelana ke berbagai kelompok teater. Perjalanan edukasi formal dan nonformal telah memantapkan Yusef menjadi seorang creator. Karirnya di teater dimulai sejak bergabung dengan Teater Ge-eR Bandung dan kemudian dengan Teater Lisette, Studiklub Teater Bandung, dan Teater Ketjil. Ia banyak belajar menulis naskah dan menyutradarai drama kepada Arifin C. Noor (ACN)., hingga ACN wafat, serta aktif sebagai penggiat film independen di Bandung. Beberapa karya filmnya antara lain “Melati dan Belati” dan “Klepto”. Yusef juga menyabet gelar juara-3 dalam Sayembara Penulisan Naskah Lakon Dewan Kesenian Jakarta 1998 dengan naskah “Bulan dan Krupuk”. Karyanya itu konon bersaing ketat dengan N. Riantiarno sebagai Juara-2 dan tanpa Juara-1. Namanya tercatat sebagai salah satu pendiri Laskar Panggung Bandung dan mentor penulisan naskah drama MASTERA. Hingga kini, ia telah memproduksi 247 produksi teater dan mengabdikan tiga perempat hidupnya untuk dunia teater.
DONGENG DARI SUNGAI PANJANG Sungai panjang itubernama Indonesiabertubuh tembagaberkeringat darahberairmata duka.Di sepanjang sejarahsegalanya telah dijarahhabis sudahdirampok habis-habisan.Sungai tak lagibernama sungaitanah…