PUISI Nina Minareli

Kekasih Tuhanmu Ada di Mana

Malam

Malam kian mencekam, kutelusuri irama hatimu di jalan paling kelam, kota mulai sepi, benang kabut membasahi bunga-bunga di dalam taman, suara sirine meraungkan rasa sesak dan demam, kau sehitam kenangan, lampu-lampu kota memudar pada detak jarum jam yang meronta, sunyi memuntahkan gelisah dari wabah dan bencana, alamat kematian datang pada nalar tak terbaca, semesta, bisikanlah syair beningmu bagi gelombang musim yang meradang di dalam dada, pecahkanlah kaca langit malammu yang terpenjara bagi segenap beribu duka,

Merdekakanlah mimpi panjang ini dari segala sakit dan nestapa, semaikanlah cahaya cinta dalam lukisan cuaca paling rahasia

Kekasih, Tuhanmu ada di mana ?

Kekasih, Tuhanmu ada di mana ? Sepiku tenggelam dalam senja berguguran, isyarat angin memendam kebekuan berabad lamanya, tangisanku memeluk jiwamu yang sempoyongan, kemiskinan kita adalah luka perih paling panjang, yang masih kita perjuangkan hanyalah cinta, meskipun ucapan sampah terlanjur berserak di dalam dada

Sunyi mengutuk seluruh ingatanku tentang takdir dan harapan, tapi bukankah kita punya Tuhan ? Tapi Tuhanmu ada di mana ? Cintaku bukan sekadar fatamorgana judi togel atau hisapan marihuana, walaupun luka-luka menyiksa, 

Dan jurang-jurang menganga dihadapan kita, tapi Tuhanmu ada di mana ?

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar


Apakah artikel ini membantu?

Tulisan Lain dari Penulis :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *