PUISI Ayie S Bukhary

PETAIND

STOP BILANG KONOHA

Seperti metafora metafora yang menyembunyikan dan sekaligus mengaburkan titik temu
Disamakan sejajar fiksi dan fakta secara brutal
Kenapa kita begitu fasih dan vulgar mengatakan perusakan keberadaan dengan tidak santun
Indonesia bukan asal negara dari berbagai suku
Lalu disamakan dengan Konoha tempat cerita rekayasa Naruto
Dan mengepul uap dari sungut melafalkan seperti doa di altar persembahan
Negeri tercinta ini bukan hasil dari rekayasa
Hasil dari kecerdasan perlunya identitas bangsa merdeka
Berhenti mengucapkan Indonesia dengan Konoha
Memang negri ini bukan negeri tempat santai dan rebahan leha leha
Menjaga dan memelihara seperti pepatah lama
Dimana bumi dipijak disana bumi dijunjung
Jangan jadi koor harmoni paduan suara
Walau kedegilan masih kerap dilakukan sebagian bangsanya
Dan tanda tangan jadi sistem mengerikan buat bangsa
Tetap kita lawan kebijakan yang kerap merugikan kita semua
Itu benar !
Tanda tangan kebijakan demi harta untuk pesta pora
Bagi bangsa kita jadi genosida
Ini bukan Konoha
Ini Indonesia negeri kita
Tetap aku cinta

Bandung, 20122025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

JURNAL BANAL

Sesering menelaah kembali
Jurnal yang diakhiri tanda sidik jari sendiri
Lanskap tidak memetakan jadi jati
Justru semakin melebar kesempitan pandang
Selalu ikut serta kurang kembang berkembang
Memakan waktu tidak pernah mencukupi penerang
Sungguh memahami yang melekat dalam hidup berbuhul buhul
Tidak satupun dengan benar membuka simpul
Semakin telusur semakin terjulur berbatas kabur
Jadi manusia tidak pernah sampai ujung ukur
Atau kita produk dari diri permainan catur
Menunggu skak mat
Permainan begitu saja tamat
Jurnal banal
Baal halal

Bandung, 20122025

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

TANDA TANGAN

Persekongkolan si rakus dan si culas
Tertulis rapi dengan kode tanda tangan diatas kertas
Semua kuat untuk sementara di kuras
Warna warni partai cekatan membuka brankas
Pengusaha dengan pasukan membawa alat berat
Penguasa sementara menyusun kekuatan dengan sistem menjerat
Rakyat perih penuh luka tersayat
Laut hutan rimba tanah bolong mencuat
Langit mendung air di kandung
Jangan lepas awas pada si rakus culas terselubung
Harus menyadari kalau bangkai tercium hidung
Alam mengungkap penuh gemuruh bersenandung
Tidak memilih siapa yang harus jadi tumbal
Hutan rimba mengedipkan mata pada hujan sebagai sinyal
Orkestra cuaca dengan simponi berdentum bengal
Menyapu sampai ulu menyisakan jengkal
Luapan akibat tanda tangan membuka wajah wajah aslinya monster
Berderet deret foto foto monster menyeringai bertaring buldozer
Pesta roti dan sex di bunker bunker
Jeritan si hanif memilukan membelah memuter
Kesempurnaan genosida dibukukan
Catatan hitam luka di garis bawahi arsiran
Bacaan kelam bagi kesadaran
Cukup sudah untuk menuntut keculasan
Kita marah !

Bandung, 20122025

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *