Perjalanan ini membawa saya melintasi empat pulau yang terasa seperti satu tubuh yang bernafas: asin, lembap, dan penuh denyut manusia. Di Tasipi, angin perbatasan membawa suara mesin perahu yang gelisah, rumah-rumah nelayan bergetar oleh tahun-tahun penangkapan, namun di wajah mereka masih tersisa keinginan pulang dengan selamat.
Di Pulo Semuang, udara berubah lebih sejuk: akar-akar bakau ratusan hektar memeluk tanah dan menyaring air hingga menjadi bening, harum tanah basah yang membuat saya merasa pulau ini sedang merawat siapa pun yang datang.
Lalu Bungin menyambut dengan sunyi yang lebih berat: seorang nelayan berjalan perlahan, langkahnya terseret tetapi matanya tetap jernih. Ia bercerita tentang kakinya yang hilang digigit buaya, bukan dengan amarah, melainkan dengan suara yang lembut seperti ombak kecil di bawah rumahnya.
Dan di Saponda Laut, pulau singgah tanpa penghuni, saya mencium aroma kayu lembab dari rumah-rumah sementara, lampu-lampu nelayan memantul di air jernih sebelum hilang ditelan malam.
Empat pulau, empat rasa yang berbeda, tapi semuanya menyatu menjadi satu pengalaman yang membuat saya kembali mengerti betapa tubuh manusia dan tubuh laut selalu saling membaca, saling menjaga, dan saling melukai dengan cara yang kadang sulit dijelaskan.
#tasipi #semuang #bungin #saponda #fishingaustralia #australia #elnicalmultimedia #adhyrical









