PUISI Denny Cholid Rachmat

dchr

ZAMAN

Evolusi pupuk kandang bergeser dipupuk urea
Beribu juta amuba menyerang taburkan virus
Zat arsenik menjelma artis sianida
Para kurcaci terhipnose angpao
Pasar kuno kaki lima diseret rayap arsitektur swalayan, mall bertingkat
Rumah pribumi tergusur wisma, motel, apartemen, hotel berbintang lima
Darat, laut dan udara jadikan transaksi
Jual beli harga mati pengusaha dan penguasa sembilan naga.
Di tempat kasir dan digital maya ngantri registrasi jiwa-jiwa
Kini zaman edan, hedonis gaya hidup selebritian
Wajah digincu publikasi eksistensi kedok artis
Cinta sejati ditikam nafsu ekonomi
Lapar dilelang murah di bursa pasar modal
Tabu ditubruk
Riba ditabrak
Sakral didobrak
Riya diumbar
Cinta diobral
Diskon eksploitasi bonus
Kursi-kursi parlemen menjadi berhalanya berhala menuju sorga
Sumpah janji jabatan hanya slogan saja
Dibungkus cangkang iklas terkesan indah terpercaya
Digincu formalitas religius menjadi propaganda wajah-wajah ngepet terkesan mulia
Dipoles warna-warni kibarkan bendera partai
Parade spanduk, baliho dan pamflet wajah-wajah kepalsuan
Estetika teater, film, sinetron dirampok dan dijagal
Pidato dan wawancara master of ceremony yang berpihak
Bersilat lidah retorika teori Plato, Aristoteles, Niccolo M. Chiavelli,
Jean Jaques Rosseau, dan siapa lagi ?
Bagai seniman bermajas bumbu sastra puisi atau prosa yang berbusa
Bunyikan speaker toa, orasi kampanye di darat dan dunia digital maya
Kotak pandora layar kaca di kampung dan di kota
Organisasi politik negara dan pemerintah diukir masif merampok santun
Korupsi bertopeng munas lembaga syariah
Menjemput launching ‘kiamat’ demokrasi besar
Perang total disambut perang jihad akal sehat
Seleksi iman dan taqwa pada Tuhannya.

(Denny Cholid Rachmat@2019)


Apakah artikel ini membantu?

Tulisan Lain dari Penulis :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *