#3# Haiku Buat Sutardji Calzoum Bachri #3# Haiku Dedicated to Sutardji Calzoum Bachri
1
dilinggis kata madah mantra berarwah ngalir gerimis
***
dig words by crowbar the hymn of spirit mantra drizzle is flowing
2
amuk berbisa kata kata berhujan kapak mendedah
***
poisonous amok words come out like the rain fall intense anger
3
kucing mengeong heina mencakar malam lukamu luka
***
the cats meowed heina scratch along the night you get more enjured
– Sutardji Calzoum Bachri, Lahir tahun, 1941, penyair besar Indonesia dengan puisi Manteranya. – Sutardji Calzoum Bachri, Born in 1941, the great poet Indonesia with poetry charms.
Diro Aritonang, lahir 3 April 1957 di Kota Kalianda, Lampung Selatan, penyair progresif ini mantan watawan Pikiran Rakyat. Adalah pelopor haiku di Indonesia, kini sebagai Presiden HaikuKu Indonesia. Alumini Fak. Sastra Unpad dan Sekolah Tinggi Filsafat Suryagung Bumi Bandung ini, telah menerbitkan Buku Puisi tunggalnya: “Kesadaran” (1980), “Penyair Bawah Tanah” (1981), “Akar Rumputan” (1996), “The Song of Krakatoa” (Deepublish, Yogyakarta 2014), “The Sound of Silence” (Bandung, Postaka HaikuKu, 2016), “Puitika Hitam” (Bandung Pustaka HaikuKu, 2020), Kumpulan tulisan “Jagat Haiku” (Bandung, Pustaka HaikuKu, 2017) dan puluhan antologi puisi bersma. Serta buku laporan jurnalistiknya “Runtuhnya Rezim daripada Soeharto, Rekaman Perjuangan Mahasiswa Indonesia 1998” (Pustaka Hidayah, 1999).
PLURALITAS Pluralitas adalah lukisan TuhanBumi ini kanvas besar warna-warni kehidupan_membentuk lengkung pelangi jiwa yang tak pernah usaiKita memang berbeda,penyadaran dan…
Bilamana di detik-detik sangkakala hendak ditiupkan oleh malaikat Israfil, azazil dengan segenap keturunannya berbondong-bondong mengunjungi makam nabi Adam as, dan…
Sajak Tukang Wartawan pada Istrinya Aku ini cuma tukang wartawan,penyambung kata di antara jeda dan kesunyian, berlari dari kabar ke…
One thought on “HAIKU Diro Aritonang”
Menangkap momen penting dan mengungkapkan emosi yang mendalam melalui kesederhanaan, pengamatan yang cermat, dan penggunaan citraan yang kuat, khususnya dalam konteks alam.
Menangkap momen penting dan mengungkapkan emosi yang mendalam melalui kesederhanaan, pengamatan yang cermat, dan penggunaan citraan yang kuat, khususnya dalam konteks alam.