Aku berdiri di sebuah padang yang tak diberi nama Tanahnya retak udara menggigil langitnya sepi
Di sini akar-akar tua menggurat huruf di tanah Kitab batu membuka mulutnya dan angin membawa mantra yang pernah dibisikkan leluhur ke daun telinga bumi
Ada cahaya di sana Cahaya yang tidak silau Cahaya yang tahu bagaimana mencium malam
Tapi di sisi lain tiang-tiang besi berdengung Layar-layar pecah memanggilku dengan kedipan-kedipan gila yang menyamar sebagai terang
“Datanglah,” katanya “Berlarilah cepat!” “Buang beban sejarah tinggalkan akar yang memperlambat langkahmu!”
Tapi bila tak kupijak tanah tempat rohku tumbuh bagaimana aku tahu caranya berjalan? Bila kulupakan suara gending dan bait tua apa yang tinggal dariku selain daging yang lupa bagaimana menjadi manusia.
Aku ini hanya tubuh hanya bayangan yang diberi pilihan: melangkah ke nyala yang dingin atau kembali menyalakan bara yang nyaris padam Satu kaki di musim lampau satu kaki di musim kacau Dan aku berdiri di sumbu waktu
Yoyo C. Durachman lahir di Bandung 21 September 1954. Sejak lahir sampai sekarang tinggal di Kota Bandung dan Cimahi- Jawa Barat, meskipun tahun 1977 pernah tinggal di Jakarta selama enam bulan untuk menimba/mengamati pengalaman menjadi penulis dan aktivis teater.
Tahun 1978 menjadi Mahasiswa angkatan pertama Jurusan Teater ASTI (kini ISBI) Bandung dan sekaligus pada waktu itu juga bergabung dengan Studiklub Teater Bandung (STB) dengan kapasitas sebagai Aktor, Asisten Sutradara dan Sutradara, sampai sekarang. Di STB terlibat dalam pementasan pementasan; Lingkaran Kapur Putih, karya: Bertold Brecht; Antigone, karya: Sophokles, Egmont, karya: Goethe; Burung Camar, karya: Anton Chekov dan Impian di Tengah Musim, karya: W. Shakespeare. di STB pun pernah menyutradarai; Nyanyian Angsa, karya: Anton Chekov; Tiga Kehidupan Karya: Yasmina Resa dan Macbeth, karya: W. Shakespeare. Selain di STB aktif dalam pementasan Sanggar Kita Bandung, Jurusan Teater ISBI Bandung dengan kapasitas sebagai Aktor, Sutradara dan Produser.
Dunia kepenulisan meskipun tidak produktif, diakrabinya dengan menulis Cerpen, Puisi, Esai yang dimuat di Pikiran Rakyat, Sinar Harapan, Suara Karya, Gala, Bandung Pos, Prioritas dan Mandala, dan Jurnal Panggung serta dalam buku bunga rampai tulisan.
Sebagai Dosen Teater pernah mengajar di ISBI Bandung (1983-2019), IKIP (kini UPI- 1990-1995) dan IKJ (2002-2014).
Aktivitasnya sebagai penulis diperkaya dengan penelitian yang hasilnya dibukukan dengan Judul; Enam Teater/1996, Teater Tradisi dan Baru/2009, Perkembangan Konsep Penyutradaraan/2008.
Aktif menjadi Jury dan narasumber work shop dan seminar di Perguruan Tinggi dan beberapa Event dan Festival. Selain daripada itu pernah menjadi pengurus Dewan Kesenian Kota Bandung/2019-2023 dan kini menjadi Pengurus Dewan Kesenian Kota Cimahi (DKKC)2016 SD Sekarang.
Di negeriyang berpeta hatidisebut Sumatera, kinibumi mengerang sepertiibu tua menahan sakitagar anaknya tak panik,terbalut putus asa,diharap tenang. Gunung batuk abu,luap…
TEKS TEATER TUBUH“KATAKITAMATI” PANGGUNG TERBELAH. MONUMEN KEMATIAN BERGERAK. PUING-PUING TANGAN TERKEPAL. BERPUTAR. ORANG-ORANG DIAM BERDIRI KAKU. DI LATAR BELAKANG GAMBAR…