INGAT TANAM : Waspada Panen

PEREMPUAN DAN PEDANG

Saya mengibaratkan mendidik itu selayaknya bercocok tanam, senantiasa setia menemani proses tumbuh berkembangnya dengan riang gembira seraya bersuka ria, bukan dengan gegap gempita apalagi gagap terhadap sesuatu yang hanya sekadar wacana, serta dijejali terus menerus dengan angka dan huruf yang nantinya hanya ada 2 pilihan menu utama menjadi manusia yaitu iya dan tidak, berbagi atau mengurangi.

Bukan berarti mengabaikan membaca atau berhitung. Namun beri kesempatan untuk membaca yang mereka suka, berhitung dengan mempertimbangkan nilai yang lebih mendasar tentang bahwasanya berhitung perlu ketepatan dan keberurutan tidak silang sengkarut. Lebih dari itu juga ada hal yang sangat paling mendasar, yaitu mempersilahkan Tuhan sebagai tuan rumahnya untuk membimbing mereka menata ruang hidup yang memang murni.

Bukan atas kebutuhan pemesan suatu kebijakan menggantikan Tuhan yang memang selama ini tidaklah terlihat nyata, bahkan di anggap sudah tidak ada; diganti dengan logika dan teknologi. Harapan akan selalu ada jika kita tidak memaksa waktu untuk mengikuti ritme kita, karena Dia-lah yang memiliki waktu. Kita hanya mampu berupaya menangkap sinyal momentum sambil terus berjalan dan bergerak dengan dinamis serta mengharmonikan ikhtiar kita secara lahir maupun batin.

Ada pepatah, bahwasannya gagal panen bukan berarti gagal tanam, karena proses dari menyiapkan lahan, merawat hingga memanennya bahkan pasca panen itulah, hal yang perlu kita catat sebagai saripati koreksi kita untuk terus mengupayakan bahwa hari esok harus lebih baik dari sebelumnya.

Seyogyanya kita tidak pantas berhenti untuk menanam apapun dalam hal nilai kebaikan kepada anak kita, kepada kelurga kita dan orang terdekat kita bahkan kepada yang bukan siapa-siapanya kita dan jangan pernah mengharapakan panen raya, Biarkan alam raya menepati janjinya, kita hanya bisa terus dan terus melaku melakoni ikhtiar kita. []

ALLAH MAHA MENGGEMASKAN
Baca Tulisan Lain

ALLAH MAHA MENGGEMASKAN


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *