BEDEBAH

manusia badak berhidung pinokio

Bertahun-tahun aku hidup dalam pembohongan. Disuapin nasi padahal tinja. Dihibur-hibur nyanyian padahal tangisan. Ditimang-timang agar tertidur. Dielus-elus pula kepalaku supaya patuh dan tunduk. Kuminum darahnya, bukan susunya. Lalu kumakan tulangnya, bukan dagingnya.

Ini yang sebenarnya terjadi: Aku menjadi pintar, tapi seolah-olah! Aku pun jenius disebabkan ilmu darimu. Namun seakan-akan! Sehingga tidak sia-sia aku menghabiskan waktu untuk sebuah itu. Di antara sistemik memahami dan mencari arti dari setiap upayamu.

Dan akhirnya pada saat ini dengan lantangnya aku berkata: Terima kasih atas jasamu yang mampu mengantarkanku menjadi pembangkang pada semua yang sudah kau berikan padauk! Benar. Belajar itu sampai mati, tapi mengapa regenerasi kau bodohi dengan sekolah-sekolah yang tak pasti?

Janganlah menjadi heran jika aku terus membantah dan membantah setiap apa yang terjadi. Bukankah itu adalah sesungguhnya ajaran yang kau berikan padaku sehingga aku menjadi kurang ajar? [2016]

ANTIBODI
Baca Tulisan Lain

ANTIBODI


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *