ANAK BAPAK KAPAK

anak bapak kapak

ANAK BAPAK KAPAK karya Peter Handke sutradara Rachman Sabur. Produksi Teater Payung Hitam. Dok. TPH.

Sosok Peter Handke sebagai seorang pembaharu di bidang sastra dan teater : tidak bisa dilepaskan dari latar belakang kehidupannya yang begitu reaksioner terhadap persoalan formalisme nilai-nilai yang terjadi di masyarakat Eropa saat itu. Keperdulian nya dalam mengamati perkembangan sastra dan teater di Jerman telah memberikan motivasi untuk melakukan sesuatu dengan konsep pemikiran yang baru. Dunia hukum yang sebelumnya pernah dipelajari secara formal di Universitas Graz, Austria, Tiba-tiba digagalkan. Ia lebih memilih sastra dan teater untuk dijadikan media ekspresinya.

Selain sebagai penulis naskah teater, Peter Handle juga menonjol dengan karya-karya prosa (novel) dan beberapa jilid sajak, diantaranya ; Die Innenwelt der Innenwelt (1969). Semilir puisi Konkrit disambut dengan antusiasme besar oleh para sastrawan Jerman. Reputasinya bertambah lagi sejak Wim Wenders, mengambil beberapa novelnya untuk skenario Film, antara lain : : Falsche Bewegung. Kini Peter Handle dianggap seorang yang paling penting bagi sastra modern Jerman. Ia telah dianugerahi beberapa penghargaan sastra terkemuka.

Dalam waktu yang relatif singkat, Peter Handke menjadi pengarang yang terkenal melalui sejumlah naskah teater yang membawa angin segar kepada Seniman teater Jerman dan menarik perhatian besar masyarakat umum. Terutama Publikums beschimfung (1966), Kaspar (1968), Die Univernunftigen Sterben aus (1973), Uber Die Dokter (1981), dan Das Muncul Will Vormund Sein (1973). Naskah yang terakhir ini diterjemahkan Peter Sternagel (mantan direktur Goethe Institut Bandung) dengan judul “Keinginan anak angkat menjadi bapak”, dan. Untuk kepentingan pertunjukan Teater Payung Hitam judul itupun dirubah menjadi ” Anak Bapak Kapak”.

Kita bisa melihat tema utama dalam naskah-naskah teater Peter Handke adalah bahasa sebagai sesuatu bentuk upaya ungkapan dan kenyataan yang dialami, direnungkan, dan dimengerti hanya melalui media bahasa. Aktifitas menulis baginya, berarti penelitian dan pembentukan, petualangan dan eksperimen. Kita bisa melihat juga. Misalnya dalam karya Kaspar. Ia menerapkan konsep filsafat bahasa Ludwig Wingenstein. Sedangkan apa yang terjadi pada karya “Anak Bapak Kapak” adalah yang dihadirkan sebagai bahasa bisu. Tentu saja bahasa bisu adalah bahasa juga. Bahasa yang menitik-beratkan pada bentuk ungkap ekspresi keseluruhan tubuh manusia dengan segala tetek-bengeknya.

Pada naskah teater “Anak Bapak Kapak”, ini telah terjadi peristiwa komunikasi bahasa yang tidak lazim, antara anak dengan Bapak, antara anak dengan kapak, antara Bapak dengan kapak, dan antara pemain dengan penonton. Terjadinya interaksi dan komunikasi bahasa yang ganjil ini bukan tanpa sebab Peter Handke memberikan konsep pemikiran sejauh itu.

Saya beranggapan bahwa teks lakon Anak Bapak Kapak ini lebih ekstrim dan lebih eksperimental dibandingkan dengan teks lakon Kaspar yang sebelumnya pernah saya garap. Pada pertunjukan Kaspar masih ada kata-kata walaupun tidak dominan. Sedangkan pada “Anak Bapak Kapak”, Kata-kata, bahasa verbal sama sekali tidak ada.

Untuk kedua kalinya saya mencoba melakukan dialog imajiner dengan Peter Handke, dalam upaya merealisasikan pemikiran dan obsesi saya terhadap teks “Anak Bapak Kapak”, Peter Handke. Hubungan dialog imajiner ini saya tumbuhkan secara intens, karena bagi saya ini menjadi penting bagi proses kreatif saya. Berangkat dari proses eksplorasi keliaran tubuh para aktornya. Proses kreatif yang saya lakukan dengan para pemain, ada penyesuaian-penyesuaian, ada adaptasi yang harus dilakukan berdasarkan pada konteks kebutuhan artistik dan efektivitas pemanggungan.

Dari apa yang tersirat dan tersurat dalam teks ‘Anak Bapak Kapak” karya Peter Handke dijadikan sebagai sumber inspirasi untuk mencari, menemukan, dan mengembangkan gagasan n pemikiran Handke melalui teks “Bapak Anak Kapak”.

TEATER TUBUH
Baca Tulisan Lain

TEATER TUBUH


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *