TEATER TUBUH
BERSAMA TENGKORAK
Layar depan merah putih. Multimedia palu godam besar. Efek bunyi palu godam besar. Seorang dua wajah masuk dari arah samping kiri layar depan merah putih. Seorang dua wajah membawa pistol dan bendera tengkorak hitam. Wajahnya berganti-ganti. Wajah tengkorak dan wajah hijau. Bergerak ke kiri kanan panggung sambil membolak-balikkan tubuhnya.
Bunyi gesekan biola melagukan Indonesia yang hilang! Layar depan merah putih bergeser ke samping kanan panggung sampai seluruhnya terbuka. Multimedia fokus ke layar putih belakang. Seorang pemain biola bersama segerombolan orang-orang berjalan dalam buta. Matanya ditutup kain hitam.
Seorang terpenjara berwajah tengkorak masuk. Beberapa orang lainnya masuk pula. Menyaksikan seorang banyak kepala. Memainkan genderang perang.
Seorang berjas merah masuk dari kiri. Seorang berjas putih masuk dari kanan. Keduanya bertemu dengan keraguannya masing-masing. Keduanya saling menyapa. Saling menukar jas yg dikenakannya. Keduanya menggantungkan jasnya ke tali digerek ke atas seperti bendera. Seorang banyak kepala masuk lagi membunyikan genderang perang sambil lalu. Kedua orang yg menggantungkan jas merah putih saling tatap. Lalu berpelukkan. Keduanya berpisah.
Empat orang bapol masuk mengendarai kendaraan yg bisa meloncat-loncat. Sambil membunyikan bel pada kendaraannya. Memperhatikan jas merah putih yang tergantung.
Seorang peduli masuk menggotong tengkorak. Menarikan kesedihan bersama tengkorak yang dibawanya. Empat orang bapol menikmati tarian kesedihan. Mentertawakanya sambil membunyikan belnya masing-masing.
Seorang banyak kepala masuk lagi. Memainkan genderang perang. Empat orang bapol membunyikan belnya semakin tidak teratur. Seorang banyak kepala membunyikan tubuh seorang peduli dengan stiknya. Membanting-banting tengkorak yg dibawa seorang peduli. Keduanya saling berebut tengkorak.
Layar belakang putih. Multimedia. Seorang penembak sedang memuntahkan pelurunya. Bunyi tembakan senjata api. Seorang militer dan seorang sipil berebut senjata. Keduanya saling menembak dengan senjata yang sama.
Seorang pembawa baki tulang-belulang masuk untuk memberikan peringatan kepada keduanya dengan membunyikan tulang-belulang dibakinya. Keduanya terus saling tembak-menembak.
Seorang peduli menggendong tengkorak. Berjalan sempoyongan. Di belakangnya ada seorang pengancam ber celurit berwajah tengkorak. Bersepatu militer sebelah. Sebelahnya lagi kaki terbungkus kain verban. Seorang peduli tumbang.
Empat orang bapol masuk lagi tanpa kendaraan. Mereka mengganggu seorang peduli dengan membunyikan klakson yang bunyinya seperti suara babi.
Layar belakang putih. Multimedia. Gambar gundukkan-gundukkan tengkorak. Semuanya bubar dan menghilang.
Muncul kereta pidato. Muncul juga seorang pembawa baki tulang-belulang. Ia terus mengejar-ngejar kereta pidato. Menghilang.
Seorang banyak kepala masuk lagi diiringi empat bapol berkendaraan. Kereta pidato muncul lagi. Semuanya seperti berparade. Suara-suara pidato dan bunyi genderang perang hiruk-pikuk. Saling bersahutan. Muncul seorang peduli menggotong setumpukkan tengkorak. Diletakkannya diatas kereta pidato. Kemudian semuanya menghilang.
Layar belakang putih. Multimedia. Gambar seorang sedang membanting-bantingkan palu godam besar. Muncul seorang perempuan. Matanya ditutup kain hitam. Tangan kanannya menggenggam bunga. Tangan kirinya menggenggam keris.
Muncul seorang pembawa palu godam besar. Palunya dihantamkan ke tubuh perempuan itu sampai tak berdaya. Kepala-kepala ber gelinding dari kiri-kanan panggung. Seorang pembawa palu godam menghancurkan kepala-kepala itu. Lalu menghilang.
Layar belakang putih. Multimedia. Gambar gunungan tulang-belulang. Seorang penyapu kepala muncul lalu menghilang.
Muncul lagi seorang banyak kepala membunyikan genderang perangnya. Sebagai ilustrasi penurunan jas merah putih oleh seseorang.
Muncul lagi seorang pembawa baki tulang-belulang. Mengimpannya diantara jas merah putih yg tergeletak di lantai.
Muncul seorang perempuan yang matanya ditutup kain hitam.
Muncul empat orang menunggangi empat tengkorak. Masing-masing membawa pistol. Masing-masing bersenandung etnis aceh. Etnis papua etnis ambon. Etnis Jawa.
Seorang banyak kepala membunyikan genderang perang. Lalu menghilang.
Seorang peduli memainkan biola yang bunyinya kontra harmonis. Mengiris-iris.
Muncul kereta pidato. Lalu menghilang.
Layar depan merah putih. Multimedia. Palu godam besar. Orang-orang berjalan dalam buta. Lalu menghilang. Yang tinggal seorang perempuan. Di atas kepalanya tumbuh reranting. Perempuan itu menyusui bayinya yang menangis.
2002









