(SORE TELAH PETANG. SETELAH BAKAR DUPA DAN MANTRA-MANTRA. NYAI RATIH TERMENUNG SENDIRI DI KURSI. SESAAT IA AMBIL BUKU MANTRA LALU MEMBACAKAN DENGAN TEMBANG)
NYAI RATIH : (TEMBANG : Ingsun duh gusti. Nyuwun palilah lumampah ing donya urip. Bungah rezeki lan ridho gusti. Gesang ingsun najan katulo-tulo. Ning tansah pasrah palilah)
Kadang sungguh sulit dimengerti. Perjalanan nasib, dan takdir itu. Aku telah coba selalu pasrah. Pasrah terhadap panjenengan duh gusti. Toh katanya “urip kui mung sa’ dermo nglakoni”.
Yang penting aku telah berusaha. Jika nasib tak mengalami perubahan, toh besok masih ada waktu. (NEMBANG : Duh Gusti, rino wengi ing sajroning sepi. Kulo tansah dinonga. Mrih wonten ing dalan padhang lan urup ing urip damel ngupoyo rezeki lan ngabekti).
Tapi kenapa ya selalu saja ada orang yang jahil. Merendahkan orang lain. Memang aku janda. Miskin dan tidak punya apa apa. Tapi mbok yao jangan dihina dan dipojokkan. Toh seingatku, aku tak pernah menyakiti orang lain. Kenapa ya perempuan itu selalu mulutnya usil. Ngoceh sana, ngoceh sini.
Eeee yang digunem kok selalu kekurangan tetangga. Apa salahku ? Apa salahku ? Memang salahkah pekerjaan sinden itu. Salah ? Toh aku tak pernah macam-macam seperti perempuan ledek yang mudah disawer sekedar memuaskan lelaki hidung belang….. hiii amit amit bajang bayik….. Walaupun aku janda, aku masih punya moral. Punya iman….. Ya gusti, ku mohon jauhkan aku dari segala cela ini.
(MENGAMBIL SELENDANG YANG DIGANTUNGKAN DI DINDING). Emak, meski kau telah tiada. Aku janji akan ikuti pesanmu. Mengamalkan ilmu mu. Menjadi pesinden yang baik, yang dicinta semua orang karena suara dan tata kramanya. Insyaallah Ratih bisa, mak.
(KEMBALI MENGAMBIL BUKU MOCOPAT PENINGGALAN EMAKNYA. DUDUK BERSIMPUH DI SALAH SATU SUDUT RUANG, RATIH MEMBUKA LEMBAR PER LEMBAR. NEMBANG) “Ono kidung remekso ing wengi. Rumekso bilahi kabeh. Jin setan datan purun. Paneluha tan keno wani miwah agawe loro kanggone wong luput”……… (TAPI TIBA TIBA TERDENGAR MENAKUTKAN. SUARA LELAKI TERTAWA KERAS. RATIH KAGET) ….. Oh suara siapa itu ? Suara siapa itu ? Kenapa menakutkan sekali. Aku…. aku akan ambil…… ah, tapi tidak tidak. Ini pasti bangsa lelembut…. Haaiiii siapakah gerangan kamu. Mengganggu ketentraman orang saja. (SUARA ITU PUN MENGHILANG)
Aneh. Kenapa akhir-akhir ini terasa aneh di rumah ini. Sejak sebulan yang lalu saat aku tolak ajakan lelaki tua yang tak kukenal itu, jadi aneh di rumah ini. Entah dari mana datangnya lelaki itu. Datang tak diundang tapi menawarkan sesuatu yang aku pikir tak masuk akal. Katanya karena dia kasihan padaku, aku akan ditumbali. Akan disuwuk. Diberi mantra-mantra, agar aku awet cantik, laris dan suaraku akan lebih enak didengar……
Tapi imbal baliknya…… itu yang aku tidak suka dan tidak percaya. Ritual…. ritual segala dan aku harus bayar bunga-bunga dan jampi-jampi….. berendam setengah telanjang di air kolamnya semalam …. iiiihhhh menjijikkan dan aku tak percaya.
Tapi anehnya beberapa hari kemudian rumah ini seperti diganggu saja…. Ah tidak… tidak…..(TIBA-TIBA TERDENGAR ANGIN BERTIUP KENCANG. SUARA SUARA TETABUHAN DIPUKUL TIDAK KARUAN)….. Ini … ini! Gangguan teluh itu datang lagi….Ya Allah, hanya engkau tempatku berlindung. Hanya engkau tempatku berlindung ! Allah Allah !! (MUSIK DAN TEMBANG JUGA TERDENGAR SHOLAWAT. RATIH DUDUK BERSILA BACAKAN SHOLAWAT)……. [tamat]
26 Juni 2025


