MONODRAMA
I
(Sebuah kotak dengan berbagai topeng lucu, menakutkan, konyol dan lain-lain terletak di tengah panggung)
(Perlahan terdengar suara berat tidak jelas apa yang diucapkan menggunakan bahasa apapun tidak jelas)
(Perlahan dari balik kotak muncul sesosok mahluk aneh, berpakaian ketat seperti telanjang berwarna hitam mengkilat)
(Tiba-tiba berbalik kearah penonton)
(Naik ke atas kotak)
Belzebub
Wahai para iblis jangan miris!
Jangan takut dan mengkerut!
Kita bangsa satanic di negeri pandemonic sudah terkenal sejak dulu!
Dicatat dalam kitab-kitab suci manusia
Ditulis dalam dongeng-dongeng kuno pandemonic sebagai kerajaan iblis dikisahkan dalam film-film nororobilis manusia mengagumi kita!
(Terdengar suara-suara bersorak tapi aneh)
Tapi…
Tapi sekarang terbalik! Kita sudah mengagumi manusia!
(Terdengar suara-suara bersorak tapi aneh)
Wahai para iblis, bayangkan manusia sudah tidak punya rasa malu moral hanya hiasan
Para agamawan menjelma menjadi aktor sandiwara jempolan
(Turun membuka kotak mengganti topeng dengan topeng agamawan)
STMJ bukan susu telor madu jahe itu enak sekali! Tapi ini STMJ yang menakutkan kita, STMJ ini singkatan sembahyang terus maksiat jalan!
Dulu satu sekarang seribu, besok lima ratus ribu, lusa sejuta, dan kemudian STMJ jadi gaya hidup!
(Terkekeh)
Gaya hidup STMJ melanda manusia di mana-mana (Duduk diam sesaat) lama-lama aku dan kaumku tak punya pekerjaan, menggoda manusia sudah bukan pekerjaan kami lagi. Dulu kalau manusia maksiat, sedikit-sedikit disebut “itu bisikan setan!”, “itu perbuatan iblis!”. Padahal sejak manusia STMJ semakin banyak dan tak terhitung lagi, kami sudah jadi pengangguran (Mencari topeng yang memelas, menemukan memakainya) (Teriak) Tuhan, aku pernah bersumpah untuk terus menggoda manusia, cucu adam si manusia pertama dulu kala, tapi Tuhan (Sedih) sekarang mereka menyembahmu semakin kuat tapi juga melanggar yang kau larang lebih kuat, STMJ Tuhan, STMJ. Aku hampir putus asa Tuhan , tapi aku sadar aku iblis harus kuat menahan arus STMJ manusia. Aku Belzebut harus demo pada manusia yang telah merebut pekerjaan kita semua!
(Sedih mengacungkan tangan lambang setan) kita harus demo saudaraku sesama kaum horobilis!
(Membuka topeng, menggantungnya dengan menggunakan banyak topeng di tangan, di kaki, paha dan lain-lain)
(Topeng-topeng itu bermacam-macam bentuknya, tetapi rata-rata sedang berteriak)
(Belzebut membawa senter besar, lampu padam tinggal senter yang menyoroti topeng –topeng itu)
Kami datang dari kegelapan hati
Kami berasal dari api abadi
Perjanjian dengan Tuhan cerita suci
Tetapi manusia telah mengotori
Kami selalu jadi kambing hitam
Kamilah yang paling mudah dengan hujatan kejam
(Teriak) dasar setan !
(Teriak) dasar devil!
(Teriak) dasar satanic!
Julukan buruk apa yang tidak kami miliki!
Kutukan apa yang tidak kami terima!
Tuhan cara kami berdemo tidak seperti cara manusia berdemo
Tuhan cara kami bicara tidak seperti cara manusia bicara
Manusia tak puas jalan yang paling mudah berdemo
Teriak sampai serak kalau perlu anarkis biar pemerintah miris!
Manusia sudah berkarakter pendemo lalu kalau sudah anarkis. Kamilah yang dicaci maki
(Teriak) dasar pengikut setan! Dasar tidak tahu etika dan peraturan, seorang bupati marah dalam hati ketika mahasiswa teriak berdemo di depan kantornya
“mau apa anak-anak setan itu!”
Sajadah dilipat
Duit pat pat gulipat
Lidah bersilat
Mahasiswa pulang sesaat
Bupati tersenyum tertawa dalam hati
“mm anak-anak setan itu tidak tahu siapa aku!”
Tuhan dialah contoh pejabat yang STMJ
Dia menyebut mahasiswa anak-anak setan, itulah sebabnya kami bicara padamu
(Mengambil bunga matahari plastik)
Tuhan, ini namanya pemekaran konsep ideal yang jadi mainan
Mainan orang-orang STMJ dan jajanan-jajanannya
(Menjatuhkan satu-satu kelopak bunga)
Pemekaran daerah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang kerdil dan degil
Perda-perda direnda-renda
Berenda berumbai-umbai
Umbai cacing bekeliling-keliling
Akhirnya membelit raja-raja kecil itu.
Terbelit dana APBD tanpa tor
Terbelit suap dari investor kotor
Terjebak dalam gaya hidup hedonistor
Termasuk tambah istri menor
Semuanya akibat bisikan setan
Semuanya akibat godaan iblis
Itulah manusia-manusia STMJ Tuhan
Mereka selalu menyalahkan kami dengan mudah dan ringan!
Memang awalkan perbuatan kami yang membuat mereka berlaku maksiat. Bisikan kami pada hati manusia setiap saat, setiap waktu. Dulu hanya orang-orang yang memilih bengkok yang kami buat berkelok-kelok, sekarang orang-orang yang awalnya lurus telah memiliki jalan belokan, menanjak dan menurun lalu jatuh tersungkur kasus korupsi! Kami tentu saja senang bukan kepalang, tetapi sekarang telah lahir manusia baru, manusia STMJ.
Mereka sembahyang sangat taat, pakai pakaian ketakwaan mereka masing-maasing, tetapi mereka melakukan maksiat juga tanpa merasa berdosa.
Dosa? (Terkekeh) dulu kata dosa sangat bermakna. Sangat ditakuti manusia, siapa pun dia kaya, miskin, pejabat, tukang becak. Tapi kata dosa sekarang tak ditakuti lagi, sama saja dengan meludah dan kentut, dapat dilakukan dimana saja, tanpa harus malu melakukannya. Bahkan berlomba-lomba dalam dosa perdosaan tapi mereka juga sembahyang sesuai dengan agamanya masing-masing. Mereka beramal secara berlebihan dengan uang hasil maksiat. Jadi kalau sudah begini apa yang harus kami lakukan tuhan?
Apa bencana?
Ah, bencana sepertinya azab Tuhan untuk sesaat mereka kalut, takut, menciut. Lalu datang bantuan dari mana-mana, mulai lagi manusia STMJ ini berjalan, berjabat tangan dengan dosa-dosa baru. Kalau saja setiap dosa terwujud seperti bola pingpong, mungkin negeri ini menjadi negeri bola pingpong. Putih tapi kosong pingpong? Ah, permainan yang mengasyikan. Tapi itu pingpong olah raga. Pingpong yang kumaksud adalah pingpong hukum, keadilan dipermainkan, pemohon keadilan dipingpongkan, hukum ditelikung oleh orang uang segunung dan birokrat STMJ. Ngomong pingpong, ngebacot ping-ping-ping, ngebacem pong-pong-pong. Para pengacara ceria para terdakwa tertawa sambil makan siang bersama.
(Sedih) Baru sekarang kami putus asa Tuhan, manusia STMJ itu semakin bertambah dan bertambah. Kalau begini caranya, aku pulang menjaga kembali buah koldi menjadi ular yang melingkar. Berdiam saja sampai kiamat tiba.
(Tiba-tiba menggelinding sebuah apel ke dekat kakinya)
Apa ini ? (Memungut) Apel qoldiah (Meneliti) Ada bekas gigitan yang kiri gigitan Adam yang kanan gigitan Hawa.
(Diam dan menimang-nimang)
Tuhan mengapa apel qoldiah ini kembali kepadaku? Apa giliran aku digoda manusia STMJ? (Terkejut) Apa ? Benar begitu?
Tuhan?
Baiklah, aku penasaran
(Kepada penonton) saudaraku, mari kita tunggu, bagaimana manusia STMJ menggoda Belzebut, aku akan nyamar jadi kumbang bertanduk
(Lampu mati)
II
(Muncul manusia STMJ bergaya eksekutif berdasi gambar dolar)
Dia membawa bola plastik bergambar dolar juga
(Kepada penonton)
Panggilanku dolarman. Aku bukan orang barat aku orang ing dong neng siang. Sebuah negeri yang bebas untuk maksiat tapi bebas juga memilih agama. Ing dong neng siang negeri paradaksal yang fenomenal. Dolarman datang, untuk menang. Menang artinya berkuasa. (Duduk di peti) Di bawah kekuasaanku di dalam peti ini tersimpan hartaku, harta kaumku, kaum STMJ. (Tertawa) Kamilah penguasa ing dong neng siang (Memainkan bola dolar) Kalau dulu setan suka menggoda, supaya kami maksiat, bejat, bakarat, sesat. Tapi sekarang (Tertawa) Setan tak bisa lagi menggoda sebab kami memegang agama, sembahyang terus maksiat jalan, STMJ.
(Terdengar suara mendengung)
Suara apa itu? Binatang apa ini? (Memungut kumbang bertanduk) . bambung tanduk, eh seperti bicara, masa sih?
(Mencari sesuatu dari peti, menemukan kaca pembesar). Ah, sekarang jelas, kau bambung tanduk, bukankah kesukaanmu taik?
(Terdengar suara berat) Seperti kamu!
(Kaget) Kamu bisa bicara?
Siapa kamu?
(Terdengar suara berat) Aku Belzebut iblis abadi yang telah kau kakacaukan manusia STMJ
(Dolarman tertawa) Masa manusia mengacaukan iblis, ah yang benar saja
(Suara berat) Sebab kau ST!
(Dolarman) ST apaan tuh?
(Suara berat) Sembahyang terus!
(Dolarman tertawa) Tentu dong, itu tugasnya agama!
(Suara berat) Kau juga MJ!
(Dolarman) Spa pula ini?
(Suara berat) Maksiat jalan!
(Dolarman) Jadi aku manusia STMJ?
(Berfikir, mengeja)
STMJ Sembah yang terus Maksiat jalan!
(Pada suara berat) Heh iblis memang masalah buat elo?
(Suara berat)
Jelas masalah, kami tidak bisa menggodamu lagi, aku hanya bambung taik!
(Lampu mati)
(Lampu hidup)
III
(Lampu hidup)
(Ternyata dolarman telah berkepala bambung taik bertanduk)
(Menggunakan helm yang didisain seperti kepala bambung taik)
Dolarman (Kaget) Apaan ini?
(Berusaha mencopot tapi tak bisa, sudah menyatu dengan kepalanya) Kenapa jadi begini?
Kepalaku berubah jadi kepala bambung taik!
(Teriak) Bagaimana ini!
(Suara berat) Wujud nyata dirimu sekarang wahai Dolarman manusia STMJ (Tertawa)
Tamat
28 desember 2012
Hadiah akhir tahun untuk negeriku tercinta
R.U.N = Rampok Uang Negara









