BURDAH GHAZAL KHAMARIYAH

PRF

Sandiwara Kentrung Gaya Baru

BAGIAN I

JURU KENTRUNG
(MEMAINKAN TERBANG)
Kentrung Benung dari Srawung
Digelar pada waktu hajatan
Sekarang hajat perkawinan
Tardulah dan Mufrodah
Putra Haji Masdarkum
Orang terpandang di Tanah Brambang
(MEMAINKAN TERBANG)
Selamat malam kami ucapkan
Cerita cerminan semua orang
Warisan dari para pukulun
Judulnya Burdah Ghazal Khamariyah
Nanti diakhir cerita semua akan paham
Pesan apa yang ada di dalamnya

(LAMPU REDUP)
(JURU KENTRUNG PINDAH TEMPAT DI KANAN PANGGUNG SUDUT DEPAN)

JURU KENTRUNG
(MEMAINKAN TERBANG)
Di kampoung Nelayan Sanggutan
Hidup seorang janda nelayan
Pernah kaya dan gromboyangan
Sisa hartanya masihlah ada
Maklum bersuamikan seorang Syahbandar
Namanya panggilannya Mak Burdah
Nama aslinya Tarsih
Masih bergaya dengan perhiasan kalung dan gelang serta merokok klembak merek Arjuno Ireng
(MASUK MAK BURDAK)

MAK BURDAH
Gelombang laut warnanya biru itu dulu
Sekarang gelombang laut warnanya kopi susu
Coklat blewuk gak menentu !
(MEMANGGIL)
Terung ! Kemari !
(PADA PENONTON)
Anaku semata wayang
Namanya bagus Amar marup bin Burdah
Tapi nama landian Terung
Karena hidungnya bulat seperti terung !
(MUNCUL TERUNG)
Main di TPI lagi ya ?

TERUNG
La Mak, terung harus main di mana ?
Anak nelayan ya di pelelangan ikan
Terung dikasih cumi Mak
(MEMPERLIHATKAN KANTUNG KRESEK HITAM)

MAK BURDAH
Dari siapa ?
TERUNG
(TERTAWA LUCU) Potongan Mak !
MAK BURDAH
(PERLAHAN) Wak kapol ?
TERUNG
(PERLAHAN) Iya Wak Kapol, Mak masih cinta ?
MAK BURDAH
Huss ! (KERAS)
TERUNG
(PUNYA PENYAKIT GEHGERAN) Huss ! (KERAS)
MAK BURDAH
(PADA PENONTON)
Saya lupa dia
Dia punya penyakit gehgeran alias latah !
TERUNG
Mak dah gak cinta ?
MAK BURDAH
Dia cinta pertama Mak !
Kapol nelayan pemberani
Penyelam ke laut dalam
Kalau pulang melaut
Dia bawakan saya ikan pala kambing
TERUNG
Tapi kenapa kawinnya sama Bapak Burdah ?
MAK BURDAH
Burdah anak juragan kapal
Sapa yang dulu dapet dia
Dialah yang untung
Mak anak nelayan miskin
TERUNG
Matre !
MAK BURDAH
Emang Matre ! Kalau kagak matre kamu bukan anak Burdah !
TERUNG
Anak Kapol ya ?
MAK BURDAH
(PERLAHAN) Emang kamu anak Kapol (KAGET) Astaga gara gara !
TERUNG
Anak Kapol !
MAK BURDAH MEMELUK TERUNG
Pantas kalau begitu Mak…
MAK BURDAH
Apanya yang pantas ? (MELEPASKAN PELUKAN)
TERUNG
Hidung Terung sama dengan Wak Kapol !
MAK BURDAH
(KAGET) Asataga gara-gara !
TERUNG
(TERIAK) Astaga gara-gara !
LAMPU MATI

BAGIAN II

JURU KENTRUNG
(MEMAINKAN TERBANG)
Manusia punya nafsu
Nafsu manusia berpanta-panta
Amarah-Sawiyah-Luwamah-Mutmainah
Nafsu ibrat kuda tunggangan
Tanpa kendali bisa lari
Kesana kemari tak terkendali
Nafsu itu bukan hanya pada Burdah anak syahbandar
Tapi pada Tarsih gadis miskin
Sebelum menikah dengan Burdah
Tarsih di bawah ke tengah laut oleh kapol pahlawannya
Tak perlu berpanjang- panjang
Disaksikan rembulan mereka berangkulan
Akhirnya melambang sari sering mereka lakukan
Waktu menikah dengan Burdah
Tarsih sudah berbenih dari Kapol Pahlawannya

(MUNCUL KAPOL TUA DAN MASIH GAGAH, HIDUNGNYA MEMANG SEPERTI TERUNG)
(TARSIH ATAU MAK BURDAH MENARUH TEH TUBRUK PANAS)
(JUGA SERABI HANGAT PAGI)

KAPOL
Mau terus menjanda ?
(MENGAMBIL SERABI DAN MENGUNYAHNYA)
MAK BURDAH
Sudah tua mau apa Kang ?
KAPOL
Jangan nipu batinmu ?
MAK BURDAH
Aku malu Kang ?
KAPOL
Malu ? Semua orang sudah tahu
Dulu kamu pacaran sama aku
Seluruh Sanggutan ini tahu
MAK BURDAH
Ya tahu tapi aku malu
Aku menikah dengan Burdah
Karena dia anak syahbandar kaya
KAPOL
Dulu mah dulu
Si Terung sudah tahu
Bahwa aku bapaknya, begitu
(MINUM TEH TUBRUK )

JURU KENTRUNG
Tanpa setahu mereka berdua
Si Terung diam-diam menguping

(TERUNG MASUK BERSEMBUNYI)

KAPOL
Benerkan ? (TERTAWA KECIL) Lihat saja hidungnya

(TERUNG MEMEGANG HIDUNGNYA, SENYUM SENYUM)

MAK BURDAH
Iya sih, jadi bagaimana ?
KAPOL
Aku mau ngalamar kamu !
MAK BURDAH
Mlamar ? Harus Tanya terung dulu !

(TERUNG MENGANGGUK-ANGGUK-SENYUM-SENYUM)

KAPOL
Si Terung pasti setuju
Bapaknya kan aku
Masa tidak setuju ?

(TIBA-TIBA TERUNG MENAHAN PERUTNYA, DIA INGIN KENTUT TAPI DIA TAHAN DAN AKHIRNYA TERDENGAR KENTUT KERAS SEKALI)

(KAPOL DAN MAK BURDAH KAGET DAN MUNCULAH TERUNG, MALU)

MAK BURDAH
Astaga gara-gara ! Terung !
KAPOL
(TERTAWA) Kamu sungguh-sungguh anaku
Aku juga suka kentut begitu
Bangun nak sini !
(TERUNG MENDEKAT PADA KAPOL)
Kamu sudah dengar Wak ini nglamar ibumu ?
TERUNG
Pemuja bertemu pahlawannya

(SAMBIL MENGAMBIL SERABI LALU MENGUNYAHNYA. KAPOL DAN MAK BURDAH TERTAWA)

(LAMPU MATI)

BAGIAN III

JURU KENTRUNG
(MEMAINKAN TERBANG)
Begitulah cinta Kapol dan Tarsih
Meski terkubur lama sekarang kembali bersemi
Pestanya di tengah laut
Mereka bertiga bakar ikan sambil minum sampe mabuk
(SETING SEPERTI PADA SEBUAH PERAHU)

MAK BURDAH
Bapak dan anak sama saja !

(TAMPAK KAPOL DAN TERUNG TELER LALU TERTIDUR, LALU NGOROK)

MAK BURDAH
(BAHAGIA) Ya beginilah hidup yang harus kujalani
Kapol memang sekarang sudah tua
Tapi dia kekasihku sejak dulu
Aku tahu setia pada Burdah karena hartanya
Tapi cintaku hanya pada Kapol
Katanya mereka mau melaut
Mudah-mudahan banyak rejekinya

(LAMPU MATI)

BAGIAN IV

TUKANG KENTRUNG
(MEMAINKAN TERBANG)
Pergilah bapak dan anak
Pergi ke laut luas
Jangan pulang kalau tidak bawa ikan
Kapol mengajak terung untuk bertarung
Di antara buih ombak dan deru angin besar
Layar yang berkibar-kibar
(TAMPAK TERUNG MABUK LAUT)

KAPOL
Makan udang mentah muntahmu akan indah ! (TERTAWA)
TERUNG
Makan udang tambah muntah atuh Pak !
KAPOL
Coba saja enak dan segar !

(TERUNG MENCOBA MEMAKAN UDANG MENTAH)

KAPOL
Kunyah terus telan !

(TERUNG MENGIKUTI PERINTAH BAPAKNYA)
(TERUNG JATUH TELUNGKUP)

KAPOL
(PADA PENONTON) Aku mau dia jadi penggantiku
Nelayan Sanggutan yang menaklukan lautan
Kubiarkan dia pingsan
Nanti dia akan siuman
(MEROKOK KLEMBAK)

(TERDENGAR SUARA NYANYIAN WANITA MENGGODA)

Ah dia lagi, siluman lautan yang pernah kutaklukan
Terung harus kuikat

(TERUNG DIPANGKU DIIKAT KE TIANG LAYAR KUAT-KUAT)
KAPOL MENUTUPI TELINGANYA DENGAN SUMBAT KAIN
KAPOL KEMBALI MEROKOK KLEMBAK DENGAN TENANG
(SUARA NYANYIAN WANITA MENGGODA)
(TERUNG MULAI SIUMAN)
(MUNCUL WANITA CANTIK, SILUMAN LAUTAN BERNAMA WEWEMINA)

TERUNG
(TERIAK) Ada wadon cantik ! Pak ada wadon cantik !

KAPOL HANYA MELIRIK DAN MENGANGGUK
(WEWEMINA MENGELILINGI MEREKA SAMBIL MENGAJAK MESUM)

WEWEMINA
Aku wewemina perawan lautan
Aku ingin kau ajak merujak nafsu
Ayo anak muda namamu Terung bukan ?

TERUNG
(TERIAK) Lepaskan ikatannya Pak ! Dia masih perawan Pak !

(KAPOL TAK TERGODA UNTUK MENCOBA MEMBUKA TALI IKATAN ANAKNYA)

TERUNG
(TERIAK) Pak dia mengajakku
Berenang di lautan
Menikmati makanan dan minuman
Juga kenikmatan !

(WEWEMINA PERLAHAN MENJAUH DAN AKHIRNYA MENGHILANG)

TERUNG
(KASAR) Bapak bukan bapaku ! (MARAH) Katanya sayang aku !
Buktinya aku diikat seperti tahanan ! Aku ingin perawan cantik itu !
Bapak tidak sayang aku ! (MENANGIS)

KAPOL MENDEKAT TENANG. DUDUK DEKAT TIANG KAPAL DI MANA TERUNG TERIKAT

KAPOL
Wewemina adalah godaan siluman lautan
Dulu juga aku pernah digodanya
Dulu aku juga pernah diikat seperti kamu
Pertama ikut berlayar dengan nelayan legenda Sanggutan
Wak Sangkol yang bisa melihat dalam gelap
Aku diwarisinya ilmu Laduni itu
Kelak kau bisa memilikinya

(TERUNG DIAM DAN MERASA SEGAR)

TERUNG
Pak, aku tidak mabuk lagi ?
Aku merasa segar, gara-gara udah mentah ?
Kapan Nadran di Sanggutan Pak ?
KAPOL
Nadran, nanti kalau awan sudah berarak arak…tunggu saja !
TERUNG
Awan berarak-arak….kelamaan Pak !
KAPOL
Enggak, kalau jadi nelayan harus sabar.. (MEROKOK KLEMBAK) Sabar itu jiwa nelayan sejati !

LAMPU MATI

BAGIAN V

TUKANG KENTRUNG
(MEMAINKAN TERBANG)
Pesta Nadran pesta Nelayan
Pesta laut warisan leluhur Sanggutan
Awan-awan bearak-arak
Labuh sajen pala Kerbau dan bunga setaman
Tanda syukur warisan leluhur
Pala kerbau jatuh ke dasar
Pala bercampur darah santapan lezat pasukan ikan
Ikan berarak seperti awan berarak
Nelayan bahagia Nelayan bahagia
Itulah kentrung Burdah Khazal Khamariyah
Tak mabuk lagi harta
Tapi mabuk cinta

TAMAT
Ramadhan 2015

RIWAYAT SARDEB
Baca Tulisan Lain

RIWAYAT SARDEB


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *