Hidup ini tak hanya seperti ilmu sosial, yang bisa berubah kapan saja. Setiap soal yang diberikan guru bisa diisi dengan jawaban semauku, sesuai yang kupahami. Dan sudah jelas diberikan nilai apresiasi setiap pernyataan, sesuai kadar dari pendapatnya itu.
Ataukah seperti ilmu alam sebagaimana kuketahui selama ini adalah matematika, fisika, kimia, biologi yang berkutat pada rumus-rumus belaka yang kepastiannya tak bisa aku karang dengan rumusku sendiri. Aku wani ngarang, malah semakin rumit.
Melainkan kehidupan itu adalah semua yang aku kenal sebagai yang kusukai dan yang kubenci. Tak bisa kupisahkan menjadi jalan hidupku sendiri-sendiri.
Itulah yang kupahami selama ini. Meskipun pada kenyataannya tak bisa kupungkiri, bahwa aku sulit membaca rumusan kehidupan yang diberikan Tuhan, ataukah warisan sebuah kunci dari para kekasih Tuhan itu.
Karena memang kehidupan bukan melulu tentang rumus, bukan pula sosial activity, atau syair-syair keindahan. Akan tetapi yang jelas itu siapapun tak pernah ada yang tahu pasti tentang kehidupan ini.
Hanya saja luasnya kehidupan terletak pada keluasan isi kepalaku dan hatiku untuk menikmatinya. []









