Akhir-akhir ini, kami sering kedatangan tamu. Mereka datang ada yang bertujuan untuk menemui ku pun suami. Singkatnya, mereka yang berkunjung sekadar belajar sastra. Padahal di kota ini kami bukanlah siapa-siapa. Mungkin dikarenakan saya lulusan sastra dan suami lulusan drama.
Ada yang lucu dari laku anak kami yang menirukan gaya mereka dalam belajar membaca puisi, sepertihalnya dalam video ini [lihat] anak kami menirukan gaya pembacaannya, seolah sudah bisa membaca. Kalimat-kalimat yang diucapkannya juga ngarang semua. Namun gerakan dan mimiknya begitu serius dalam laku peran.
Nyata sudah bahwa laku anak itu tak bisa lepas dari menirukan pada apa yang sudah dilihatnya. Betapa harus hati-hatinya kami dalam mengontrol laku anak sejak dini. Sebab mereka bak kertas kosong dan dawatnya itu segala apa yang terekamnya. Teringat pepatah orang tua bahwa salah satu pertumbuhan psikologi anak itu bergantung dari lingkungannya. []









