SAJAK-SAJAK Rachman Sabur

O Madura e1750314501619

WAYANG

Wayang-wayang
dimainkan dalang
di balik tancap kayon
lakon terbayang
lakon dari segala lakon
bukan semata
kehendak dalang.
Wayang-wayang
di balik bayang
sang dalang
tembangkan suluk peperangan.
Wayang-wayang
serentak
menghentak kayon
menentang kehendak dalang.
Di akhir lakon
dewa-dewa
datang menghadang.

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

TOPENG PANJI

Gemuruh bunyi gamelan
menghentak bertalu-talu
mengiringi gerak peradaban.
Bergeraklah tubuhnya
menarikan kesadaran jiwa.
Wajahnya seputih kapas
bagai bayi yang baru lahir.
Matanya sipit alit
mengintip dunia
yang memabukkan.
Wahai penari
topeng panji!
Menarilah terus menari!
selagi kesadaran
jiwa terjaga.
Bergeraklah terus bergerak!
Pada puncaknya
adalah diam

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur

MURAL

Bersama gerimis jatuh
aku menyelusuri kotamu
masih seperti dulu
basah dan kumuh.
Dinding sepanjang jalan
dipenuhi mural
tubuh-tubuh beringas
liar!
Tak sepi
Tak juga mati

PUISI Ayie S. Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S. Bukhary

MADURA

Keringat mengucur
dari tubuh-tubuh
para leluhur
jadilah lautan garam
berdarah garam
darah bagi kehormatan
tubuh-tubuh
berkalang tanah
O madura

PENARI HUJAN

Aku mendengar
hujan menyanyi
bersama angin
berpelukkan.
Aku menyaksikan
tubuhmu menari
bersama hujan
berurai airmata

SAJAK-SAJAK Arif Fathur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Arif Fathur

NEGERI BATU

Di negeri batu
batu bertubuh bapak
batu bertubuh ibu
batu beranak batu
batulah aku!

PUISI Hermana HMT
Baca Tulisan Lain

PUISI Hermana HMT

TUBUH RUNTUH

Daun-daun jatuh
matahari membakar tubuhku.
Tak setangguh batu.
Bila waktunya tiba
tubuhku tak lagi bertubuh
seperti pohon
runtuh

SI PALSU

Kemaluanmu Mul
bertengger di jidatmu
semakin besar kepalamu
tanpa malu
mengencingi Reformasi
memberaki demokrasi

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

PALSU

Rupa tubuh aktor
di panggung riuh
Kata-kata berseliweran.
Rupa-rupa tubuh aktor
tubuh pura-pura
di panggung gelap
sunyi tanpa penonton

PUISI Yusef Muldiyana
Baca Tulisan Lain

PUISI Yusef Muldiyana

DOA
Tubuhku ingin menjelma
padi merunduk

SAJAK-SAJAK Arif Fathur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Arif Fathur


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *