RANDOM SENARAI
DALAM CATATAN AKHIR TAHUN
1 |
Dan itu hal yang biasa kala sebuah nama
Tercipta dari gabungan nama orang tua
Dan itu hal yang biasa pula kala mendua
Tak pernah dikibarkan sebelum merdeka
2 |
Dua jam itu seperti iklan
Obat kuat, tak perlu latihan
Berat yang biasa dilakukan
Atlet sebelum unjuk kekuatan
3 |
Meski teringat Dayang Sumbi
Tapi lakumu itu di luar prediksi
Siapa pun orangnya yang bersaksi
Tak pernah bisa menurunkan sanksi
4 |
Dari kepanjangan uluran tangan
Meluncur deras ragam bantuan
Namun lamat-lamat, kebenaran
Melukiskan utuh catatan Tuhan
5 |
Kala si kaku lantang mengucapkan
Kenapa pula ia harus diperkarakan
Bukankah kelahirannya hasil rakitan
Dan siapakah yang mengisi asupan?
6 |
Lakunya songong dan mengkhawatirkan
Bisa dikata tak bisa selesaikan persoalan
Lamat-lamat terkacalah arah pelabuhan
Satu-satu gonjang-ganjing itu berjatuhan
7 |
Batasnya empat bagi yang mampu
Baru tiga sudah kewalahan menjamu
Teringat zaman ospek, bahwa peserta
Harus kembali melihat pasal pertama
8 |
Teringat iklan kampanye pikul karung
Tapi tak bawa sekop—berlatar lumpur
Satu-satu narasinya meluncur hambur
Ibarat buih-buih laut di pelatuk burung
9 |
Kejahatannya tanpa cerita dramatik
Dilakukan bersama komplotan epik
Kontrak sosial politik pun dikhianati
Kerugian negara yang masif terpatri
10 |
Ada banyak jurus dalam jualan keringat
Demi bisa tebus bahan bakar, tapi ingat
Oplosan itu bukan ada di obat semata
Melainkan merajalela dalam kasatmata
11 |
Kayu-kayu berenang di lomba dayung
Itu hal biasa, tapi kala renang kayu-kayu
Mampu mengungkap fakta dalam lindung
Siapa yang harus dikurung sebelum melayu
12 |
Alur seteru senantiasa memakan korban
Guru yang dimandikan. Siswi dieksekusi
Santri dipreteli. Adakah ini imbas beban
Hingga perundungan jadi jalan kalkulasi
13 |
Tambang-tambang jadi umpan jitu
Gemingnya omas-ormas serupa batu
Lagu lama kembali dikumandangkan
Fatwa-fatwa jadi benteng peremajaan
2025









