SAJAK Lintang Ismaya

sajak prosa kompleksitas kosapoin.com

SAJAK PROSA KOMPLEKSITAS

Ikan-ikan membusuk di ingatan
Baunya menusuk-tusuk penciuman
Ladang-ladang impian gugurkan diri
Langkah-langkah mengantre hara-kiri

Kalimat-kalimat yang genap mencair
Dan naratif-naratif mengalir ke hilir
Dalam anyir—mata air mengais amis
Dalam air—anyir menyimpan tangis

Kering lumpur mengubur-kubur silih
Tak terperi. Ada jejak kembara hujan
Kembali tergambar kala hutan-hutan
Dilamar. Urat-urat hijau berzikir kasih

Dan paru-paru bumi itu rahim udara
Yang kita hirup-lepas sepanjang hayat
Janganlah laju laku lupakan ayat-ayat
Lihat kunang beri terang tanpa suara

Pohon-pohon itu puisi yang menabur
Oksigen berselimut suara-suara alam
Menghirup industri—jantung hancur
Tersumbat limbah sisa makan malam

Segelas arak dan obat kuat bukanlah
Penanda perkasa. Ingatlah siapa kita
Sekadar penumpang sebelum dibuka
Liang lahat—cuci baju sumpah serapah

Lebih baik dikata payah daripada kakap
Bersisik buaya. Iklan-iklanmu membusuk
Di ingatan. Kutuk-kutuk—menusuk-tusuk
Lamat-lamat tambang itu beralun senyap

Janganlah lalu kita merasa aman karena
Semoyang: Ingatlah organisasi terlarang
Kembali bangkit dengan notasi merana
Tiarap bukan penanda menyerah dalang

Dokumen-dokumen paten ditata-barukan
Jadi peremajaan permanen dan siap dipanen
Siapa pun yang masih nyaman dengan nenen
Hukum Tuhan tak bisa diamandemen, bukan?

Jalan-jalan ke luar negeri, ingat suara kedasih
Semak belukar itu kidung rahasia yang kelam
Pada napas-napas yang mencium tubuh alam
Segala sesuatunya itu tak bisa kembali bersih

2026


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *