ELEGI
Satu tambah sembilan belas
Jumlahnya dua. Angka dua
Jadi sketsa angsa; penanda
Setia. Lama-lama jadi buaya
2025

SAJAK-SAJAK Hasbi Afifi
OTONOM
Topik hot ibu-ibu Kompleks Bunglon
Tak bisa move on dari citra balon
Benteng terkokoh dari bencana bah
Meski dada-dadanya sudah seperti
Balon susut pasca pesta: Tetap saja
Balon rasa pasta primbon angon
Monoton dalam lakuan alazon
Tapi nyata dalam patron sendon
Burung-burung sangkar sudah lama
Tak tahu tentang riwayat sarangnya!
2020

PUISI Rachman Sabur
DUA SKETSA
Seorang bayi nenen di bus
Ibunya yang merem-melek
Bukan berarti hanyut becek
Betapa sulitnya tidur fokus
Kenangku akan engkau
Masa belia begitu indah
Laju motor dan geledah
Mikrofon. Racau kicau
Kala kukumu menakik
Hilir-mudik kendaraan
Berpapas urut antrean
Ada yang layu tercekik
2025

SAJAK-SAJAK Arif Fathur
COLD CASE
1 |
Ben yang suka jajan malam
Sinta si penjaja kehangatan
Bertemu di ujung pertigaan
Sama-sama memuaskan
Jadi ketagihan. Langganan
Tanpa adanya lagi bayaran
Dengan modal sama percaya
Saling beri kabar ada lapak
Gratis untuk praktik jajal gaya
2 |
Kala malamnya malam
Udara menabur dingin
Sepi ronda berkeliling
Dua bayang nongkrong
Depan rumah tua kosong
Tepatnya di Jalan Bagong
Turun kabut kian menebal
Satu-satu meloncat pagar
Laju masuk lewat jendela
Hantu dan demit jadi mitos
Paska saling tos dalam oplos
Mereka saling membuka peta
Tubuh. Layak hendak olah raga
Perlu pemanasan nan membara
Demi meningkatkan aliran darah
3 |
Rentak liuk tubuh, bak
Gelinjang cacing merah
Patahan-patahan desah
Jadi penanda waspada
Meredam notasi suara
Membungkam bancah
Dalam gelapnya cahaya
Liang udara ikut tertutup
Kantung semar melayu
Sinta melangit. Panik
Ben, loncat dari jendela
Seminggu cepat berlalu
Tabur udara bau busuk
Menusuk-tusuk hidung
Di sekitaran kampung
Jejak kering letusan magma
Jadi jalan baca bagi polisi
Tapi bukti-bukti tanpa saksi
Momok kematian tragis
Lama-lama kian melemah
Tutup kasus tanpa permisi
2025

PUISI De Eka Putrakha
PETA SEJARAH DARI KATANYA
Lukisan bohemian nan sejati
Pewaris aset konglomerat
Dan pejabat, tak tercatat
Dalam kartu keluarga
Tapi kisahnya melaga
Rata-rata bak jelaga
Dalam alur peristiwa
Tak terdengar jumawa
Martabat darah terjaga
Perlawanan dan solidaritas
Menetas dalam napas sosial
Keadilan ciri khasnya menjentik
Para cendekia kembali sibuk bergerak
Menulis-bukukan ragam versi sejarahnya
Berdasar data katanya, darinya, katanya
Ruang-ruang momok diarah-petakan
Grafiti-grafiti adalah khutbah
Yang wajib didengar dalam upaya
Kumuh nomor dua, solusi itu utama
Para cendekia kembali sibuk bergerak
Menulis-bukukan ragam versi sejarahnya
Berdasar data katanya, darinya, katanya
Ruang-ruang momok diarah-petakan
Kasus-kasus besar tenggelam
Dalam hitungan jam. Pengadilan
Jadi kambing hitam. Laris-manis
Tukang sate dengan mitos sepuluh
Tusuk kambing hitam bisa tempur
Sampai pagi. Kaum terkuat kompak
Menggerutu, jadi data statistik
Janda: Banyak berlaga di arena
Kaum pemuda—saingi gowok
Dalam jaja dengan mengandalkan jurus
Pengalaman. Maka in the name of love
Kembali dituliskan jadi sejarah generasi
Yang mudah dikebiri oleh tetangga
Negeri. Seminar moral kembali ada
Dengan anggaran biaya tak terduga
Para cendekia kembali sibuk bergerak
Menulis-bukukan ragam versi sejarahnya
Berdasar data katanya, darinya, katanya
Ruang-ruang momok diarah-petakan
Adakah ini sajak atau bukan
Lain lagi urusan. Biarlah para
Sejarawan yang menentukan
Hampir saja lupa dituliskan
Siapakah yang perlu dimakzulkan
Demi tegaknya benteng pertahanan?
Para cendekia kembali sibuk bergerak
Menulis-bukukan ragam versi sejarahnya
Berdasar data katanya, darinya, katanya
Ruang-ruang momok diarah-petakan
2025









