Pernahkah merasa terjebak dalam pikiran yang berputar tanpa arah, selayaknya berada dalam Jebakan Roda Hamster, berlari sekuat tenaga, tapi tidak pernah beranjak dari tempat. Akan tetapi jika hal itu dibalik, bilamana kita yang mengambil kendali atas segenap pikiran dan mampu mengubah arahnya? Tentu saja hal itu sangat bisa. Sebab kita semua memiliki kekuatan untuk mengubah pola pikir kita.
Dengan mengenali pikiran yang berputar tanpa arah, kita bisa berhenti sejenak dan mengevaluasi dengan cara memilih untuk fokus pada hal-hal yang penting, membatasi pilihan, dan meningkatkan produktivitas. Renung simpulnya, jangan biarkan pikiran kita mengendalikan kita hingga overthinking : ambil kendali atas pikiran kita dengan strategi.
Sebagai seorang mantan kuli tinta dan pegiat teater hingga kini, saya pernah menyaksikan banyak individu yang terjebak dalam overthinking. Sebagaimana yang sudah dituliskan di atas, jika diibaratkan itu seperti jebakan roda hamster. Sebenarnya fenomena ini bisa terjadi ketika ruang pikiran terus menerus berputar tanpa arah, sampai menghasilkan energi dan waktu tanpa menghasilkan solusi.
Hal itu bisa terjadi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stress, kecemasan, dan ketakuatan yang digaris bahwahi dengan frasa berlebihan dan atau oplosan. Jelasnya ketika kita merasa terancam atau tidak pasti, pikiran dapat menjadi tidak terkendali, yang menyebabkan terjebak dalam siklus overthinking. Selain itu, penggunaan medsos dan konsumsi informasi yang berlebihan juga dapat jadi pemantik utamanya.
Overthinking tidak hanya berdampak pada mental, tetapi juga pada fisik. Sebagaimana yang dijelaskan dalam ilmu kejiwaan, kala kita mengalami stress berkepanjangan, tubuh kita memproduksi hormone kristoral dalam jumlah tinggi, dengan imbasnya dapat merusak sistem imun, mempercepat proses penuaan, serta mengganggu keseimbangan hormon tubuh lainnya. Selain itu, overthinking pun dapat menyebabkan gejala fisik seperti migrain, asam lambung, dan insomnia.
Sebenarnya kasus overthinking ini meruapakan fenomena yang umum terjadi, tapi dapat diatasi dengan strategi yang tepat. Salah satunya dengan mengenali pola pikir yang berputar tanpa arah tersebut, bisa dialihkan dengan strategi seperti menulis, sebab berdasarkan ilmu kejiawaan, menulis dapat menjadi cara untuk melepaskan beban mental dan memproses pikiran.
Bernapas perlahan pun dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Bergerak atau beraktivitas fisik pun sama; dapat membantu memutus siklus overthinking dan meningkatkan kesadaran. Mengkurasi pikiran, atau membatasi pilihan dan fokus pada hal-hal yang penting dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan produktivitas.
Terakhir, kita harus bisa memaksa pikiran mempunyai jadwal tersendiri pada waktu khawatir, semisal kita pasang waktu khawatir itu kala menjelang tidur. Sebab dengan kita mampu menjadwalkan waktu khusus untuk memikirkan hal-hal yang membuat gelisah dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus mengkhawatirkan sesuatu sepanjang hari yang belum pasti terjadi.
Dengan pikiran bisa menjadwalkan waktu untuk khawatir, maka di kala itulah tercipta ruang untuk menumpahkan segenap rupa rasa pikiran akan prihal kekhawatiran tersebut tanpa sisa, guna mengurangi dampak negative dari overtinkhing itu yang mampu meningkatkan ketenangan jiwa. Bisanya ketika jadwal itu sudah terkonsep secara otomatis, maka ketika jadwalnya tiba, terkadang pikiran enggan kembali melayani dan perlahan akan sembuh dengan sendirinya. []









