PUISI Ihya M Kulon

poem ihya

SIAPA MAU

Siapa mau
Kursi jadi Nomor Urut Satu
Dijamin suara beribu-ribu
Pasti melaju. Tak bisa diganggu

Tak usah bermutu
Tak perlu restu Ibu
Yang penting setor uang ke kubu-kubu
Sebar para pemburu
Jinakkan para penipu
Di segenap penjuru

Cicil pemberian tepat waktu
Hati-hati pertama berikan kalender tahun terbaru
Tempelkan stiker di daun-daun pintu
Dan uang Lima Puluh Ribu

Hari-hari selanjutnya bagikan kaos bertuliskan coblos aku
Lagi uang Lima Puluh Ribu

Dan hari terakhir serbu dengan uang Seratus atau Seratus Lima Puluh Ribu
Mereka yakin bersatu

Jangan lupa suap segenlintir orang di BAWASLU dan PANWASLU
Yang sudi jadi oknum PEMILU
Agar matanya terbuka satu
Yang terang-benderang curang jadi terlihat abu-abu

Juga sogok orang di KPU
Janjikan sebuah mobil mewah baru
Agar mau jadi pemalsu

Siapa mau

Tasikmalaya2023

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

NEGERIKU HOROR SEKALI

Negeriku horor sekali
Korupsi tak mau berhenti
Pungli di semua instansi
Di jalanan, orang miskin ditipu orang miskin lagi

Negeriku horor sekali
Mau jadi Pegawai Negeri harus bayar upeti
Mau naik jabatan juga bayar upeti
Mau jadi pembela terdepan Negeri Tercinta ini, lagi-lagi bayar upeti

Negeriku horor sekali
Partai-Partai Politik seakan pemilik sah Negeri ini
Organisasi-Organisasi Sayap hanya menanti disantuni
Tak terhitung Lembaga Swadaya Masyarakat berdiri, hanya untuk menjual harga diri

Negeriku horor sekali
Hukum dan Keadilan bisa dibeli
Tuntutan dan sanksi bisa disiasati
Gedung Pengadilan jadi Pementasan Opera Sabun mandi

Negeriku horor sekali
Kebijakan-Kebijakan Sosial dirancang demi keuntungan kelompoknya sendiri
Cukong-cukong merampok kelayaan alam Negeri seenak jidatnya sendiri
Nasib Para Buruh dan Petani dikebiri

Negeriku horor sekali
Sistem Pendidikan Nasional selalu dihganti-ganti
Guru-guru honor kenyang diberi janji naik gaji
Para Generasi Bangsa minder bersaing dikancah Luar Negeri

Negeriku horor sekali
Para Pesohornya sedikit sekali punya rasa peduli
Pamer kekayaan jadi komoditi sultan-sultan bohongan setiap hari
Menyumbang terbesar kejahatan hipnotis pada Bangsa ini

Negeriku horor sekali
Bandar-Bandar Narkoba ongkang-ongkang kaki di dalam bui
Uang haram dibagi ke sana ke sini
Putera-Puteri Bangsa mati setiap hari

Negeriku horor sekali
Aku sedang bernyanyi

Tasikmalaya2023

PUISI Tatang R. Macan
Baca Tulisan Lain

PUISI Tatang R. Macan

BURUNG GARUDA

Burung Garuda
Patah-patah sayapnya
Hilang kepaknya
Tak lagi mengangkasa
Di langit Nusantara

Burung Garuda
Luka-luka kakinya
Hilang langkahnya
Tak lagi mengembara
Di hati anak Bangsa

Burung Garuda
Gugur-gugur bulunya
Hilang gagahnya
Tak lagi mempesona
Untuk dipelihara

Burung Garuda
Sendiri dalam rimba
Kini merana

Tasikmalaya2024

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

WAKIL RAKYAT

Wakil Rakyat di Negeri ini
Brutalnya setengah mati
Sudah hobbynya ingkar janji
Sukanya memoperkaya diri sendiri
Dengan korupsi

Senangnya pamer jas dan dasi
Kerjanya melulu diskusi
Mainnya ke instansi-instansi
Sidaknya cuma basa-basi

Baju batiknya dari merk bergengsi
Sepatunya barang koleksi
Batu akiknya ganti-ganti
Kopiahnya tanda nasionalis sejati

Sebutan kerennya politisi
Janjinya untuk mengabdi
Fungsinya mengawasi
Tahunya malah menghantui

Intelektualnya haram diuji
Logikanya pantang digurui
Bicaranya ke sana ke mari
Tenarnya tambah istri lagi

Tasikmalaya2023

PUISI Husni Hamisi
Baca Tulisan Lain

PUISI Husni Hamisi


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *