SAJAK-SAJAK Heni Hendrayani

heni1

TANGKAI PIKIR

Pagi masih berselimut kabut
udara terasa dingin dan lembap
embun di daun-daun dan basah rumputan
kesiap kepala di terang ingatan
rimbun kata di tangkai-tangkai pikir

Adakah menjelma ranum buah-buah pikir
kerap menandai manusia mengada
setidaknya untuk hari ini
sepanjang hari ini

Esok biarlah seperti semula
kembali mendayung akal pikir
untuk kemudian ada
dan terus mengada
menjalani apa
yang semestinya ada

Galuh, Mei 2025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

HUTAN PIKIR

Berapa kali kita pernah tersesat
dalam lebat hutan pikir
memandang kelam hitam
serupa putih kapas
sebelum kerlip cahaya
menyelusup di dada

Adakah kita bisa memaknai arti terang
dalam luas pikir yang tak bisa terukur
sebelum kita benar-benar lepas
dari pikir yang terkungkung
tersekap ego diri
yang membeku di hati

Bisakah kita ikhlas menerima diri
yang kerap terseok menapaki jalan
hanya terang yang bisa menuntun diri
meski seberkas di hati

Sanggupkah kita berdamai dengan diri
menerima segala tiba
kesakitan
kekecewaan
kebodohan diri
melangkah ringan di hutan pikir
tanpa selimut kabut kelam
hingga tiba di teduh danau pikir

29 Mei 2025

SAJAK-SAJAK Gusjur Mahesa
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Gusjur Mahesa

HUJAN DI KOTA BANDUNG DAN DUA CUP JASMINE TEA
: Soni Farid Maulana

Seperti hujan yang jatuh
di sore itu
bertahun-tahun silam
saat sebuah toko buku
menjadi bagian dari landmark kota
kenangan akan itu selalu tetap utuh
satu dua buku berpindah
menjadi penghuni rak sederhana
di ruang temu kita kini
yang tampak lengang tanpamu

Seperti hujan yang jatuh
di sore itu
bertahun-tahun silam
dingin hujan kota bandung
masih tetap sama
di sisi selasar toko buku
orang-orang berteduh dari tempias hujan
sebuah booth minuman
menawarkan hangat dua cup jasmine tea
Hujan boleh turun di kota manapun
orang-orang boleh lalu lalang
di bawah hujan di manapun
tetapi kenangan hujan di kota bandung
akan tetap tinggal
bersama hangat dua cup jasmine tea
dan engkau yang sudah lebih dulu tiba
bersama hujan yang jatuh dini hari
di sini
di kota ini
yang lengang tanpamu

Galuh, 17 Juni 2025

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *