PUISI Gusjur Mahesa

gusjur

TUJUH BIDADARI SAJA
.
tuhan
kalau aku kau masukan ke surga
bolehkah aku bertanya?
boleh?
asyiik
.
begini tuhan
apakah aku di surga dapat bidadari?
dapat? asyiiik.
apakah aku boleh memiliki bidadari lebih dari satu?
boleh? asyik.
hore
di surga aku boleh poligami
hore
.
oya, tuhan
sekarang aku meminta
bolehkah aku meminta?
boleh?
asyiiik.
.
begini tuhan
aku meminta bidadari-bidadariku nanti
adalah orang yang pernah aku kenal
adalah orang yang pernah singgah di hatiku
adalah orang yang pernah mampir di jiwaku
adalah orang yang pernah mengharubirukan ragaku
adalah orang yang pernah buat bergetar tubuhku
adalah orang yang buat berkobar proton dan elektronku
sebab merekalah yang selalu terbuka bersama jiwa raga
.
maka aku minta 7 bidadari saja, bukan 72 bidadari
sebab jumlah hari ada 7, dan bukan 72 hari
tiap hari biar ada 1 bidadari menemani
dari hari senen sampai minggu
kebayang klo 72 bidadari
teklok dan leklok dengkulku ini
.
ingat, tuhan
7 bidadari saja
.
pertama
bidadari itu adalah ibuku
beliau yang selalu mengasihi aku
beliau yang selalu menyusui aku saat haus
beliau yang mendekap aku saat aku sakit
beliau yang nyuapin nasi pecel kalau aku lapar
sungguh aku rindu nenen cinta ibu
.
kedua
bidadari itu adalah si romlah
dia adalah cinta monyetku di SD
aku bermain petak umpet bersamanya
kejar-kejaran, gobak sodor, kukudaan
mandi di kali, berlumpur di sawah
aku pernah disun sekali
tiba-tiba bumi gempa
tubuhku terpental-pental kegirangan
semua terasa indah tuhan
.
ketiga
bidadari itu adalah si siti
temen kelas zaman SMP
dua cewek itu aku naksir
tapi aku gak berani ungkapkan
aku cinta padamu
aku pendam sambil
bermain voli, pingpong,
bikin PR bersama, bikin mainan bersama
lari-lari bersama mengelilingi lapangan bola
jajan di kantin
cuma gitu aja aku selalu bahagia
seperti di puncak gunung
.
keempat
bidadari itu adalah damayanti
anak SMA beda sekolah
aku SMA negeri, dia SMA katolik swasta
aku sering ke rumahnya jauh beda kecamatan
naik sepedah pulang sekolah mampir
pernah ke bendungan jalan berduaan
menyusuri jalan setapak di hutan
aku menciumnya
dia terdiam
dunia seperti tersengat halilintar
cuma sayang cuma sebentar
cuma sebulan setelah perpisahan sekolah
aku keburu merantau kuliah di kota
kenalan belum sebulan
jadian pun belum.
.
kelima
bidadari itu dian, hesti, dan nuri serta melga
mereka adalah temen-temen sekelas jaman kuliah
mereka seperti artis-artis lidya kondow, dina mariana, broke shild
poster yang menempel di dinding kamar menemani saat tidur
saat masih SMA
orang udik berteman dengan artis kota
itu aja aku sudah bahagia, tuhan.
.
keenam
bidadari itu adalah si eni
aku memanggilnya teteh
sebab dia adalah seniorku
aku jatuh cinta
saat dia mengajariku tari jaipong
ikut lomba antar jurusan se fakultas
dia tak punya pasangan
tiba-tiba ngajak aku
sampai sekarang adegan itu tak pernah hilang
aku melayang di mega-mega, tuhan
.
ketujuh
bidadari itu sebut saja si euis
adalah seorang aktris teater kampus
gak terkenal sih, tapi paling terkenal di hatiku
bermula dari ekting bersama di atas satu panggung
lalu berlanjut di pantai, taman, kebon, kost-kostan
kamar electron dan proton dalam tubuh
betul-betul berputar nyaring
baru melihat rambutnya saja
lampu taman langsung nyala
baru melihat kelebatnya saja
lampu jalan kota bersinar
seminggu gak ketemu benar-benar sewindu
.
kedelapan
bidadari itu adalah si susan
aku memanggilnya si item
beda jurusan bahkan beda fakultas
entah kenapa kami saling curhat dan nangis bersama
aku tingkat 7 dia tingkat 4
dia KKN, aku diwisuda
aku menengok KKN-nya
dia datang saat aku diwisuda
cuma itu, tapi rasanya
seperti naik rolling coster pelangi
.
kesembilan
bidadari itu adalah istriku
teman berantem segala cuaca
endah dan menegangkan
perang harmoni lingga yoni
.
kesepuluh
adalah selingkuhanku
ketika pisah ranjang
dia mendekapku dalam
cinta dosa nan murni
.
kesebelas
bidadari itu adalah si pacar puber kedua
entah kenapa umur 40 kok jatuh cinta lagi
rasanya seperti jatuh cinta pertama kali
.
sudah tuhan
sebelas saja
oh, ya maaf tuhan
gak jadi 7, ternyata 11
aku percaya seminggu 7 hari
di surga bisa kau rubah seminggu 11 hari
.
itulah bidadari yang aku kenal
aku tak mau yang lain
sebab bercinta itu harus kenal luar dalam
bagaimana aku bisa menikmati cinta
kalau bidadari itu tidak aku kenal sama sekali
walau cantiknya kayak apa seperti ratu lady di
walau ayunya sundul langit, seksinya bodi gitar
tak ada guna kalau aku tak kenal
cinta tanpa jiwa raga tak ada guna
.
makasih tuhan
aku percaya
kamu maha kuasa
.
HR. Gusjur Mahesa
10/11/21-09/07/25

NB
Nama-nama dalam puisi ini adalah nama imanjinasi
Klo ada kesamaan di dunia nyata, itu sengaja hehe

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary


Apakah artikel ini membantu?

Tulisan Lain dari Penulis :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *