GURU TELADAN

guru

Ia kini menetap di sebuah desa yang asri. Sebuah desa yang masih jarang penghuni. Entah mengapa wajahnya semakin cerah dan sumringah saja semenjak ia tak lagi menjadi guru yang berstatus sebagai abdi negara.

Selama ia mengajar, ia dikenal dengan cara mengajarnya yang banyak disukai oleh para murid. Pelajaran yang sulit pun dapat dengan mudah dipahami oleh mereka. Namun, entah mengapa, selama ia menjadi guru ia justru tampak seperti orang yang susah.

“Jika bapak memilih antara mengabdi kepada negara dan keluarga, kira-kira bapak akan memilih yang mana?” tanya seseorang kepadanya setelah ia pensiun.

Sejenak mantan guru itu menghela nafas. “Keluarga!” jawabnya.

“Alasannya, pak?”

“Ketika saya mengabdi pada negara, keluarga saya hancur berantakan. Namun, ketika saya mengabdi pada keluarga, negara tenang-tenang saja,” jawabnya lurus.

Mangunreja, 19082025.

PERDEBATAN AHLI BAHASA
Baca Tulisan Lain

PERDEBATAN AHLI BAHASA


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *