Awalnya hanya memberi perhatian. Kenapa bisa jadian? Kemudian status jadi pacaran. Aneh bukan? Lama-lama asyik juga berduan. Kemana-mana saling menunjukkan. Aku punyamu. Kamu punyaku. Tapi kepunyaan kita belum saling mencicipi, meski aku sudah dipanggih papih.
Kau yang kusapa mamih. Kapan kita menikah? Ada jengah juga terus bermesra-mesraan. Kata orang itulah motif godaanya. Namun anehnya aku bisa memukul si Adul sampai giginya rontok dan masuk rumah sakit kala tangannya meremas ubur-uburmu. Sampailah aku diperkarakan dengan pasal penganiayaan.
Paska menyandang mantan tahanan. Aku berkunjung ke rumahmu. Katanya kau sudah keluar dari kartu keluarga. Aku pikir kau sudah tak diaku lagi anak, gara-gara sering mengunjungiku di penjara, sebelum surat-surat cintamu yang jadi utusan.
Bertanyalah aku pada orang tuamu di mana kini kau berada, tapi tak dapat petunjuk. Pantang menyerah : Aku pergi ke rumah RT setempat. Terbukalah jalan. Sampai di rumah yang dituju, ternyata kau sedang berbadan dua dengan status nyonya Adul. []









