SAJAK-SAJAK Ayie S. Bukhary

QUANTUM

QUANTUM

Ada nafas belum khatam
Hilang nafas di tilam makam
Menjadi di akhir salam
Belum usai masih dalam

Melebur tubuh terurai
Kembali ruh ke asal pindai
Masih proses waktu di buai
Hingga molekuler utuh tercapai

Kesatuan dalam keteraturan
Puncak dari segala peleburan
Lebih dari ekspektasi kecerdasan ujaran
Abadi dalam segala paparan

Garut, 1872025

PUISI Nina Minareli
Baca Tulisan Lain

PUISI Nina Minareli

SESUDAH

Semburat pagi meniti
Rimbun pepohonan tertembus
Kemilau embun mutiara jatuh
Humut lembab geliat muncul baru
Belantara nambah merambat
Siapa mengupas jadi kandas
Celaka barang seluas
Pengurai seluruh tumpas
Kerontang datang
Semua tunggang langgang
Semua jadi bumerang
Tidak terkecuali semua terpanggang
Zaman kembali pada malang

Bandung, 1972025

PUISI Doni Muhamad Nur
Baca Tulisan Lain

PUISI Doni Muhamad Nur

HAK ATAS PUISI

Satu kata puisi terjaring jagat raya
Tidak dari semena-mena dangkal makna
Gambar si empunya membaca dan menjawab gulana
Berkaca pada perjalanan edar tata surya
Memang kata punya hak atas puisi
Untuk melafalkan jalan lebih jauh ke depan
Bukan pesta pora atas nama riuh rendah tepuk sanjung membahana
Tangis puisi tangis dunia membuka jalan sempurna
Bukan tempat orang tenggelam meraih dan menggapai pegangan tak kuat akar
Lihat ke angkasa puisi jadi kerlip bintang
Sejuk membawa damai angkasawan
Pun memberi pesan penikmat pengunjung malam
Pemuliaan renung selaras alam

Bandung, 1772011

KILAU

Air beriak
mozaik timbul ritmik
Angin mengusap

Bandung, 1882012

SAJAK Mohammad Rohamudin
Baca Tulisan Lain

SAJAK Mohammad Rohamudin

PELIKAN

Sejernih air ikan berkeliaran
Burung pengintai sasaran
Paruh penuh penghasilan
Hinggap ke sarang anak disuapan
Kenyang tidak berteriakan
Diam tenang ketiduran
Induk memeluk menghangatkan

Bandung, 1972025

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *