SESUNGGUHNYA
Ujian hidup itu hanyalah omong kosong belaka
Yang dipercayai dari kedangkalan pemikiran minus perenungan
Cobaan itu datang dari harapan ýang tidak sesuai dengan ekspektasinya
Dan menggantungkannya lalu disakralkan tanpa reserve
Bila saja kesadaran hidup menyeluruh sebagai manusia
Semua itu ketentuan yang tidak bisa dipungkiri
Manusia memang makhluk yang cengeng
Yang tidak menyadari dirinya kalau pusat edar kosmik mengitarinya
Semua keteraturan yang tidak bisa terbantahkan
Kita sebagai manusia gemar menjastis seperti buih yang luluh lantak dilempar gelombang ke batu karang
Tidak menyisakan jejak digital
Tidak pandai memindai kejadian yang melingkupi hidupnya
Maka celaka menganga lebar dalam hidup
Ujian hanya omong kosong
Cobaan tidak lebih dari kebodohan
Kita adalah gugusan bintang yang merotasi kosmik dengan keteraturan
Molekulnya pun bersinar cahaya kemutlakan
Bandung, 1782025

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur
KONTRAKSI TOPENG
Kebenaran jarang indah dan akan menemukan bentuk yang sesungguhnya
Seperti topeng yang terbuka melekat walau sudah jadi muka sendiri
Cahaya pertama menyilaukan dan hampir membuat buta sementara
Selanjutnya jelas kelindan piksel piksel keterkaitan yang menjadikan warna
Itu berarti kesadaran telah ditemukan barang sementara
Dan keberadaanya di ruang paling personal
Tempat para begawan suntuk menjamu di altar persembahan yang sakral
Penuh hening dan perenungan sedalam palung
Keberanian harus digaungkan hingga suara sendiri yang bergema
Dinding yang memantulkan resonansi pertanda keberadaan telah sampai pada pendengar dibatas gelap
Topeng yang kita pakai dari ceritera ceritera orang lain yang sudah menyatu dengan wajah sendiri
Segera harus dibuka dengan paksa dan berani
Karena cerita adalah kita sendiri
Peran dan alur kita yang mendirek
Jiwa yang lelah akan tetap melekat topeng
Terhindar darinya berarti pencerahan
Mendekati keberadaan yang menguasai denyut nadi sendiri
Bandung, 1782025

PUISI Rachman Sabur
CIKAL BULIR
Menyantap hidangan sepiring nasi
Lahap berkeringat menikmati rezeki
Jauh ke belakang tubuh legam petani terbakar matahari
Menanam benih dengan teliti
Penuh seksama lentik tarian jemari
Diairi secermat kebutuhan hingga menguning padi
Seratus hari diawasi tersulam senyum petani
Garis bahagia bibir lengkung matahari
Mata bening basah hujan bumi tani
Sedikit yang di dapat dari materi
Luas dada bersahaja kaya ruhani
Sajian untuk negri bumi Dewisri
Cukup sering terlupakan si kaya materi
Yang bersih dari lumpur sawah jadi
Ikhlas petani terus mencangkul menggali
Bandung, 1682017

PUISI Ihya M Kulon
PEKIK BUNG !
Pekik tegas membelah cadas
Tunggang langgang si culas
Direbut hak Merdeka hingga tewas
Gugur bunga seroja waras
Wangi kamboja walau pulas
Salam hangat tujuhbelas
TUHANlah Maha pembalas
Terimakasih Pahlawan pantas
Bandung, 1582015

PUISI Ayie S Bukhary
KATUP
Tidurmu lelap melipat sayap
Damai sejenak menyimpan harap
Bila nanti masih bisa mata mengejap
Hirup udara sepenuh resap
Bandung, 1682018

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
KUBURAN PALSU
Kontraksi yang hebat di altar loh jinawi
Kaum nomad melemparkan jaring dogmatis
Sebagian terjerat bak kerbau tercucuk hidung
Teriakan takbir peniru revolusioner di adop
Buhul-buhul khurafat dijejalkan
Sorban dililitkan jubah dikenakan
Pundi terisi penuh hasil perkeliruan
Kolonialisasi berkedok janji sorgawi
Risalah spiritual bermasalah menjajah
Mati sebelum maut tiba
Bandung, 1582023








