SAJAK-SAJAK Ayie S. Buckhary

ayie2 1

SI ANGKUH

Selalu berulang sebelum semuanya habis
DNA sangatlah panjang perjalanan
Dari ketiadaan hingga akhir diputuskan
Selama belum berakhir jaringan itu
Hadir dalam berbagai zaman
Sepanjang zaman keberadaan
Ketidaktahuan itulah kita
Hanya sedikit mengetahui
Jumawa setiap dimana keberadaan

Bandung,2172025

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

JARING UNIVERS

Semua akan hilang dilupakan waktu
Kepala
Pundak
Dan segala yang ada pada tiada
Lalu dimana tempat berada ?
Lupakan !
Kita berada dalam perangkap semesta

Bandung, 2172025

JERSEY

Di luar hanyalah kelebatan fatamorgana
Yang melekat seperti aksesoris mudah disimpan atau di lepas di laci dan dilupakan
Bahkan bisa dibuang seperti sampah organik anorganik atau sampai tidak bisa didaur ulang
Dan hanya bisa diurai waktu memakan lintas generasi dan lintas jaman
Di dalam sekalipun di tempat nyaman jauh lebih rumit melekat kuat terbawa hingga ke ruang pribadi
Lebih masiv menggerogoti hati dan pola pikir
Di ruang nan sepi dan sunyi menusuk perenungan
Berbagai pertanyaan hingga jawaban bercampur baur menambah gemuruh rusuh
Mencipta sikap barang sejenak untuk diolah lebih lanjut
Jadi manusia memang rumit
Harus setiap waktu bersikap dengan kesadaran
Lelah kadang membuncah
Membawa ke arena mesum beradu toss
Gelas dilumat hingga kering sloki terakhir
Hingga kesadaran berganti goyang dan kunang
Semua itu memabukan
Yang membedakan jenis dan menyikapinya
Hidup terjaring sarang laba-laba
Siapa tahu semua itu dahaga semata
Sebagai pengkatup ketidakberdayaan siapa kita
Tidaklah tahu
Itulah kita yang bisanya mengira

Bandung, 2172025

PUISI Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

PUISI Lintang Ismaya

SUBSCRIBER

Seperti pemulung barang bekas
Memungut sampah-sampah untuk didaur ulang
Mengais-ngais di tempat pembuangan teori
Bukankah itu tidak ubahnya pengemis
Memproduksi kembali yang pada akhirnya menyampah jua
Pemulung tidak akan mendapat sanjung
Karena kelayakan panggung tidak mendukung
Hanya aktor yang kuat karakter jadi titik sorot
Butuh berlembar-lembar halaman baca
Dan ruang kosong untuk dijelajah
Luas ruang luas tinta renungan
Tidak ada tinta tubuh pun jadi pena
Pancarannya sampai kedip wicara
Tidak perlu lampu karena langkah sudah bercahaya
Bintang berkedip miliar tahun tertangkap mata
Tidak pernah tahu asal masih ada
Mungkin saja sudah jadi angkasa itu sendiri
Pengikut adalah ekor yang tidak pernah jadi kepala

Bandung, 2072025

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur

TERKECUALI

Kita sudah tenggelam pada genangan nanah
Dimana dosa bersungut dan telunjuk menuding nista pada yang lain
Jelaga yang lain begitu jelas seperti sasaran tembak
Sesungguhnya yang kerap kita kerjakan tak lain dan tak bukan menutupi dusta diri sendiri
Kesadaran kita tidak suci jauh ke seberang lautan
Sibuk sendiri mengunyah bangkai sampai mulut berliur
Kita mustahil luput dari dosa yang tidak disengaja sekalipun
Kita bukan makhluk suci walau sekelas nabi
Maka usaha keras membasuh kebodohan adalah hal yang semestinya diupayakan
Karena ruhani penyeimbang jalan timbangan kesadaran
Kurang itu kita
Mengurangi bukan menutupi
Upaya adalah hal kemungkinan setara selaras alam
Jadi itu hasil nanti
Merubah dan bersikap bijak hal langka
Kita harus membaca ayat diri
Sama seperti hari berubah setiap waktu
Bacaan lebih pengkatup daripada asal gerutu
Makhluk tidak ada yang suci
Ada yang terkecuali

Bandung,2072025

PUISI Harris Priade Bah
Baca Tulisan Lain

PUISI Harris Priade Bah


Apakah artikel ini membantu?

2 thoughts on “SAJAK-SAJAK Ayie S. Buckhary

  1. Puisi puisi yang bagus dan berbobot. Penulis puisi nya juga banyak yang senior. Mohon karya karya mereka bisa dilindungi hak cipta.

  2. Puisi puisi yang bagus dan berbobot. Penulis puisi nya juga banyak yang senior. Mohon karya karya mereka bisa dilindungi hak cipta agar aman dari plagiator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *