SAJAK Ayie S Bukhary

emak

EMAK

Di sini angin malam mulai tenang
Menyimpan lembab dan dingin tergenang
Tidak ada hujan seperti tadi siang
Ada yang datang setelah lama menghilang
Menyelimuti tubuh, hangat suhu di ranjang
Bercerita tentang taman aneka warna kembang
Burung-burung, dan segala makhluk terbang
Senyuman yang melulu kasih sayang
Mata terpejam membawa nikmat tenang
Kecupan di pipi dan kening menutup bayang

Bandung, 2122017

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur

NEGARA LENGKAP BANGSA LELAP

Bisa saja kesalahan besar kita sebagai rakyat
Menyerahkan amanah pada politisi jadi hal yang sangat merugikan
Bangsa sebesar apapun bisa hancur perlahan
Itu bukan mitos lagi
Ucapan dan polanya seharusnya harus dibaca dengan penuh seksama
Karena rakyat pun punya timbangan dan punya kesadaran
Bila tidak bisa menyuarakan yang seharusnya
Maka hal yang menyakitkan banyak orang akan terus berlangsung
Justru perlawanan rakyat kecil akan melahirkan negarawan
Itu suara kita perlu ditangannya
Salah kita juga mempercayai warna partai
Yang satu sama lainnya saling mendukung dengan heroik
Demi sebongkah nafsu besar mereka kita iyakan dengan nilai kaos dan janji
Menara gading semakin tinggi dan kedap suara
Celaka bagi satu bangsa
Sengsara terus menerus untuk kita
Suara kesadaran kita sebagai syarat lahirnya negarawan
Belum lagi penjual dogma sedang melilitkan sorban dengan dongeng yang memabukan
Sensitivitas menambah kita terbuai
Lalu etos menjelma bergeser mitos
Sistem tambah rumit karena takut dosa
Kecelakaan kita tambah kuat lengkap dan genap

Bandung, 2122025

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *