PRODUK PARADOX
Ayam berkokok
Asyik merokok
Tarian pagi irama kopi
Nonton tv apa yang terjadi
Peristiwa rangkaian waktu
Isi kepala dari kaca
Bandung 1122016

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
SANG KEKASIH
Meraba nadi menyentuhMU
EngKau mengakrabi pribadi
Mutiara itu bening embun Gusti
Di awal bulan yang basah aku merindu
EngKau menjelma jadi kekasih hati
Dalam hadas besar pun aku tak malu menyusuri-MU
Malah libido ruhaniku menemu klimaks
Kekasih ?
Melulu syahdu mencumbu-MU
Waktu punya-MU maka aku merindu
Sebesar salah sedikit syukur tetap Engkau pemaaf khilaf
Terima Kasih
Bandung, 1122017

PUISI Nina Minareli
TITIK NOL
Tentang menunggu
Ada dialog ruang
Jauh pada sunyi
Ada waktu terkikis
Kursi-kursi terpaku pada kedalaman hening
Nian, sebegitu luas ruang tunggu
Belantara perawan gulita
Bandung 1122022

SAJAK-SAJAK Yoyo C. Durachman
TITIK NADIR
Semua mencari kebenaran
Namun kenyataan lain dan sumir
Lalu menanamkan kepercayaan
Walau tidak lebih dari gapaian
Dunia lahir dengan takdirnya sendiri
Yang bermuara pada jenuh
Yang menjadikan makhluk lain
Yang asing pada akhirnya
Bandung, 30112016

PUISI Diro Aritonang
PASCA BERANG
Bukan bencana
Amarah membakar dada
Panas di kepala
Pertanda terjaga untuk di raba kesejukan
Keseimbang menakar berat ringan
Dan hadirnya cikal bakal kemanusiaan
Bandung 30112017

PUISI Husni Hamisi
TAMPAK JELAGA
Ini tentang narasi kauniyah bertutur
Dan bukan tentang kutukan atau bencana alam terjulur
Ini jawaban dari kemunafikan perilaku pemain catur
Jelas jawaban dari eksploitasi besar besaran terlanjur
Keserakahan telah memakan korban lemah tidak bisa kabur
Banjir topeng topeng lalim mendekati tingkat bah
Terbuka tampak jelas wajah asli serakah
Kedok kedok kepura puraan berhamburan membawa berkah
Dikenakan peran wajah duka
Bersedih di depan kamera
Menebar remah remah dari sisa
Selebrasi seperti aktor terbiasa
Alam telah merecovery dirinya
Membuka sifat asli kaum pendusta
Bandung, 2122025









