Pesan dalam Doa
untuk Ranoe Albyandra Fathurasya
Nak, kepedulian manusia hanya sebatas rasa kasih sayang. Sementara, cinta manusia hanyalah sebuah angan-angan. Lain dengan Tuhan, kepada makhluk ciptaannya, penuh kasih dan cinta yang tak pernah menuntut balasan.
Nak, jikalau bapak dan ibumu ini tersesat dikemudian waktu. Hendaklah tundukkan kepalamu, jangan pernah membusungkan dadamu yang kecil itu. Karena, kau adalah surga bagi kami, ketika kau tahu cara mengeja tubuhmu sendiri dan menyelamatkan kami dari ketidakbaikan perilaku.
Nak, bersaksilah. Tiada yang lain selain kebaikan Tuhan, yang memberi hidup hingga kelak kau sampai di panggung keabadian, teruskanlah membaca peta kehidupan dari lambung orang-orang yang menyematkan kebenaran.
Tasik, 2025

PUISI Ihya M Kulon
Doa; untuk Anakku
Nak, tumbuhlah menjadi rindang, memberi teduh tanpa perlu menjulang. Jadilah kuat, menyangga yang rapuh dan menguatkan yang lemah. Jangan hanya ingin terlihat gagah di mata orang, tapi belajarlah menjadi lembut di dada, mampu merasakan, memahami, dan merawat sesama mahluk-Nya.
Jika suatu hari hidup mengguncang arahmu, ingatlah tanah tempat kau berpijak, di sanalah harapan dan doa-doa kami mengendap, mengalir perlahan di nadimu sebagai kekuatan yang tak akan pernah pudar.
Nak, belajarlah menang tanpa menghina, berdebat tanpa merendahkan, dan mencintai tanpa merasa memiliki. Karena pada akhirnya, dunia tidak hanya mengenang pohon yang tinggi menjulang, tapi pohon yang setia menjadi tempat bernaung, saat hujan turun secara tiba-tiba dan panas datang tanpa jeda.
Tasik, 2025

SAJAK-SAJAK Ramdiana
Transisi
Langit berbisik, bumi bersaksi
Segala yang fana pasti menyepi
Manusia bayang di cermin ilahi
Mencari makna di sunyi nurani
Tasik, 2025









