Doa Persalinan dan Bayi Baru Lahir: Sejarah, Fikih, dan Refleksi Spiritual

Hanna waladat Maryama wa Maryama waladat ‘Isa ukhruj ayyuhal mauludu biqudratil Malikil Ma‘bud kosapoin.com

Persalinan merupakan salah satu momen paling kompleks dan transformatif dalam kehidupan manusia. Tidak hanya menuntut kesiapan fisik, persalinan juga menuntut kesiapan mental dan spiritual. Bagi seorang ibu, setiap tarikan napas saat kontraksi bisa membawa rasa takut, lelah, sekaligus harapan. Inilah saat ketika doa menjadi penopang batin, alat untuk menghubungkan hati dengan Yang Maha Kuasa.

Salah satu doa yang diamalkan ketika seorang ibu hendak melahirkan adalah doa berikut:

حَنَا وَلَدَتْ مَرْيَم وَمَرْيَمْ وَلَادَتْ عِيْسَى اُخْرُجْ اَيُهَا الْمَوْلُوْدْ بِقُدْرَةِ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدْ

Latin: Hannā waladat Maryama wa Maryama waladat ‘Īsā, ukhruj ayyuhal maulūdu biqudratil Malikil Ma‘būd

Artinya: “Hanna melahirkan Maryam, dan Maryam melahirkan ‘Isa. Keluar wahai bayi dengan kekuasaan Sang Raja yang disembah.”

Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan tautan spiritual dengan kisah Maryam dan Nabi ‘Isa as., simbol kesucian, pertolongan Allah, dan keberkahan. Dengan membacanya, umat Muslim meyakini bahwa kelancaran persalinan bergantung pada kuasa Allah, bukan hanya kemampuan manusia.

Secara historis, doa Hannā waladat Maryama telah diamalkan sejak zaman salaf. Banyak ulama dan masyarakat tradisional dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara merekam praktik ini dalam literatur fiqih dan spiritual. Doa ini biasanya dibacakan oleh ibu hamil sendiri, anggota keluarga, atau pendamping persalinan. Fungsi doa bersifat ganda: sebagai permohonan perlindungan dan kelancaran persalinan, serta menenangkan mental ibu menghadapi ketidakpastian proses melahirkan.

Dalam perspektif fiqih, doa ini termasuk amalan sunnah. Ulama dari berbagai mazhab—Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah—sepakat bahwa dzikir dan doa saat hendak melahirkan dianjurkan untuk menenangkan hati, menguatkan iman, dan memohon perlindungan Allah. Selama doa tidak menyalahi tauhid, misalnya dengan menyandarkan kelahiran pada selain Allah, maka doa ini sah dan bermanfaat. Dari sisi hadits, meski doa ini tidak selalu memiliki sanad langsung kepada Nabi ﷺ, prinsip umum Islam mendorong memohon kemudahan persalinan dan keselamatan ibu serta anak.

Selain aspek sejarah dan fiqih, doa ini juga memberikan manfaat psikologis. Penelitian modern menunjukkan bahwa kecemasan saat persalinan dapat memengaruhi kontraksi rahim dan produksi hormon. Dengan doa, ibu mendapatkan rasa tenang, mengurangi stres, dan meningkatkan kepercayaan diri. Praktik ini berfungsi sebagai “anchor” mental, menstabilkan emosi, dan memperkuat ikatan batin antara ibu, bayi, dan Allah.

Doa Untuk Bayi Dalam Kandungan:

Selama kehamilan, doa untuk bayi juga dianjurkan. Salah satunya adalah doa menjaga kesehatan dan iman janin yang biasanya dibacakan oleh suami:

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَادَامَ فِيْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ وَاشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَآؤُكَ شِفَآءً لَايُغَادِرُ سَقَمًا. اَللّٰهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِ زَوْجِتِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللّٰهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ زَوْجِتِيْ وَقْتَ وِلَادَتِهَا سَهْلًا وَتَسْلِيمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلًا وَعَاقِلًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلًا. اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Latin: Allâhumma-ḫfadh waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wa-syfihi antasy-syâfi lâ syifâ’an illâ syifâuka syifâ’an lâ yughâdiru saqaman. Allâhumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan ḫasanatan wa tsabbit qalbahu îmânan bika wa bi rasûlika. Allâhumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allâhumma ij‘alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan ḫâdziqan ‘âliman ‘âmilan. Allâhumma thawwil ‘umrahu wa shahhih jasadahu wa ḫassin khuluqahu wa afshah lisânahu wa aḫsin shautahu li qirâ-atil hadîtsi wal qur’ânil ‘adhîm bi barakati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Rabbil ‘âlamîn

Artinya: Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, Engkau Maha Menyehatkan. Bentuk ia dengan rupa yang baik, tetapkan imannya pada-Mu dan Rasul-Mu, keluarkan ia dengan selamat, jadikan ia sempurna, berakal, cerdas, berilmu, dan beramal, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, dan merdukan suaranya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an dengan berkah Nabi Muhammad ﷺ. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Ada juga doa saat usia kandungan sudah meningkat pada bulan ke empat dan ke tujuh:

Doa Usia Kandungan 4 Bulan

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ وَلَا غَالِبَ إِلَّا اللهُ وَلَا يُفَوِّتُهُ هَارِبٌ مِنَ اللهِ وَهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، نُعِيْذُ هٰذَا الْحَمْلَ الْبَالِغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ بِاللهِ اللَّطِيْفِ الْحَفِيْظِ الَّذِيْ لَآ إِلَهَ  إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ وَنُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ وَبِأَسْمَآئِكَ الْعَظِيْمَةِ وَآيَاتِهِ الْكَرِيْمَةِ وَحُرُوْفِهَا الْمُبَارَكَةِ مِنْ شَرِّ الْإِنْسِ وَالْجَآنِّ وَمِنْ مَكْرِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْاٰوَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ الْفِتَنِ وَالْبَلَايَا وَالْعِصْيَانِ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا كَرِيْمًا كَامِلًا عَاقِلًا عَلِيْمًا نَافِعًا مُبَارَكًا حَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ زَيِّنْهُ بِزِيْنَةِ الْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ وَالصُّوْرَةِ الْجَمِيْلَةِ ذِي الْهَيْبَةِ وَالْهَيْئَةِ الْمَلِيْحَةِ وَالرُّوْحِ عَلَى الْفِطْرَةِ الْجَزِيْلَةِ. اَللّٰهُمَّ اكْتُبْهُ فِيْ زُمْرَةِ الْعُلَمَآءِ الصَّالِحِيْنَ وَحَمَلَةِ الْقُرْاٰنِ الْعَامِلِيْنَ وَارْزُقْهُ عَمَلاً يُقَرِّبُهُ إِلَى الْجَنَّةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ يَآ أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ وَيَا خَيْرَ الرَّازِقِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْهُ وُأُمَّهُ فِيْ طَاعَتِكَ الْمَقْبُوْلَةِ وَذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ الْمُرْضِيَّةِ وَاحْفَظْهُ مِنَ السَّقْطِ وَالنَّقْصِ وَالْعِلَّةِ وَالْكَسَلِ وَالْخِلْقَةِ الْمَذْمُوْمَةِ حَتَّى وَضَعَتْهُ أُمُّهُ عَلَى صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسُهُوْلَةٍ وَيُسْرَةٍ مِنْ غَيْرِ مَرَضٍ وَتَعَبٍ وَعُسْرَةٍ بِشَفَاعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Latin: A’ûdzu billâhi minasy syaithânir rajîm(i). Bismillâhirraḫmânirraḫîm(i). Wa minaLlâhi wa ilaLlâhi wa lâ ghâliba illaLlâhu wa lâ yufawwituhu hâribun minaLlâhi wa huwal hayyul qayyûmu, nu’îdzu hadzal ḫamla al-bâlighi arba’ata asyhui billâhil lathîfil ḫâfidzil ladzî lâ ilâha illa huwa ‘âlimul ghaibi wasysyahâdati huwar-raḫmânur-raḫîmu wa nu‘îdzuhu bikalimatiLlâhi at-Tâmmati wa bi asmâika al-‘adzîmati wa âyâtihi al-karîmati wa hurûfihâ al-mubârakati min syarril insi wal jânni wamin makril laili wan nahâri wal awâni wamin jamî’il fitani wal balâ`I wal ‘ishyâni wa min syarrin naffâtsâti fil ‘uqudi wamin syarri hâsidin idzâ ḫasad. Allâhumma ij’alhu waladan shâliḫankarîman kâmilan ‘âqilan ‘alîman nâfi’an mubârakan ḫalîman. Allâhumma zayyinhu bizînatil akhlâqi al-karîmati washshûrati al-jamîlati dzil-haibati wa- haiati al-malîhati warrûhi ‘alal fithrati al-jazîlati. Allâhumma uktubhu fî zumratil ulamâ`ish shâlihîn wa ḫamalatil qur`ânil ‘âmilîna warzuqhu ‘amalan yuqarribuhu ilal jannati ma’an nabiyyîna yâ Akramal akramîn wa yâ Khairar Râziqîn. Allâhumma-rzuqhu wa ummuhu fî thâ’atika almaqbûlata wa dzikrika wa syukrika wa ḫusni ‘ibâdatika al-mardliyyati wa-ḫfadzhu minassaqti wannaqshi wal ‘illati walkasali wal khilqati al-madzmûmati ḫatta wadla’athu ummuhu ‘ala shiḫḫatin wa ‘âfiyatin wa suhûlatin wa yusratin min ghari maradlin wa ta’abin wa ‘usratin bi syafâ’ati sayyidinâ Muḫammadin shallaLlâhu ‘alaihi wa sallam

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Dari Allah, kepada Allah, tidak ada yang menang kecuali Allah, tiada yang bisa berlari dari Allah, Dia Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Kami memohon perlindungan bagi janin yang berumur 4 bulan ini pada Allah Yang Maha Lembut, Yang Maha Menjaga, tiada tuhan selain Dia Yang Maha Mengetahui hal-hal gaib dan terlihat. Dia Maha Pengasih lagi Penyayang. Kami memohon perlindungan bagi janin ini pada kalimat-kalimat Allah yang sempurna, asma-asma-Nya yang agung, ayat-ayat-Nya yang mulia, huruf-huruf-Nya yang diberkati dari kejelekan manusia dan jin, dari godaan malam, siang, dan waktu, dan dari segala fitnah, bala dan maksiat, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki saat mereka mendengki. Ya Allah jadikanlah dia (janin) ini sebagai anak yang saleh, mulia, sempurna, berakal, alim, bermanfaat, terberkati, dan bijaksana. Ya Allah, hiasi dia dengan hiasan akhlak yang mulia dan rupa dan indah, memiliki wibawa dan tingkah yang manis, dan ruh yang suci lagi agung. Ya Allah, tulis takdirnya sebagai bagian dari para ulama yang saleh, penghafal dan pengamal Al-Qur’an yang bisa mendekatkannya pada surga beserta para Nabi, wahai Dzat paling mulia diantara mereka yang mulia dan Dzat Pemberi rezeki terbaik. Ya Allah berikan rezeki pada dia dan ibunya untuk taat yang diterima, untuk mengingat Engkau, bersyukur pada-Mu, dan beribadah yang baik pada-Mu. Jaga dia dari keguguran, kekurangan, cacat, malas, dan bentuk yang tercela hingga ibunya melahirkannya dalam kondisi sehat wal afiat, secara mudah, gampang, tanpa sakit, susah, dan penat. Dengan syafaat Nabi Muhammad ﷺ.

Dan Doa ketika Usia Kandungan 7 Bulan:

اَللّٰهُمَّ يَا مُبَارِكُ بَارِكْ لَنَا فِي الْعُمْرِ وَالرِّزْقِ وَالدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْوَلَدِ. اَللّٰهُمَّ يَا حَافِظُ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ وَلَا تُقَدِّرْهُ سَقَمًا وَلَا مَحْرُوْمًا. اَللّٰهُمَّ صَوِّرْ مَا فِي بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ فِيْ قَلْبِهِ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ. اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْاٰنِ وَالْحَدِيْثِ بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ

Latin: Allâhumma yâ mubârik, bârik lanâ fil ‘umri war rizqi wad dîni wad dunya wal waladi. Allâhumma yâ hâfidzu, ihfadz waladî mâ dâma fî bathni ummihi wasyfihi ma’a ummihi anta asy-syâfî lâ syifâ`an illâ syifâuka wa lâ tuqaddirhu saqaman wa lâ mahrûman. Allâhumma shawwir mâ fî bathnihâ shûratan ḫasanatan jamîlatan kâmilatan wa tsabbit fî qalbihi îmânan bika wa bi rasûlika fiddun-yâ wal âkhirah. Allâhumma thawwil ‘umurahu wa shaḫḫih jasadahu wa ḫassin khuluqahu wafshaḫ lisânahu wa aاsin shautahu li qirâ-atil qur’âni wal hadîtsi bi jâhi sayyidil mursalîn

Artinya: Ya Allah Sang Pemberi Berkah, berkahi kami dalam umur, rezeki, agama, dunia, dan anak. Ya Allah Sang Penjaga, jaga anakku selama dia berada di perut ibunya, beri kesehatan pada dia dan ibunya. Engkau Sang Pemberi Kesehatan. Tiada kesehatan kecuali dari-Mu, tiada yang bisa mentakdirkan sakit dan bahaya. Ya Allah, bentuklah janin yang ada di perut ibunya dengan rupa yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu dan rasul-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, merdukan suaranya untuk membaca Al-Qur’an yang mulia dan hadits, dengan berkah derajat sang penghulu para utusan.

Doa Saat Proses Persalinan

Selama proses persalinan, doa berikut dianjurkan untuk memohon perlindungan, kekuatan, dan kelancaran:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta’khudzuhû sinatuw wa lâ na’ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi’idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai’im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ’, wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya’ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar. (QS al-Baqarah: 255)

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍ ۢ بِاَمْرِهٖٓۙ اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

inna rabbakumullâhulladzî khalaqas-samâwâti wal-ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal-‘arsy, yughsyil-lailan-nahâra yathlubuhû ḫatsîtsaw wasy-syamsa wal-qamara wan-nujûma musakhkharâtim bi’amrihî alâ lahul-khalqu wal-amr, tabârakallâhu rabbul-‘âlamîn

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia berkuasa atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam. (QS Al-A’raf: 54)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a`udzu bi rabbil-falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin-naffâtsâti fîl-`uqad, wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’ (QS al-Falaq: 1-5)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a`udhû bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilahin-nâs, min syarril-waswâsil khannâs, alladzi yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia. (QS an-Nas: 1-6)

 لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لَآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لَآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Lâ ilâha illallâhul ‘adhîmul ḫalîm. Lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil ‘adhîm. Lâ ilâha illallâhu rabbus samâwâti wal ardli wa rabbul ‘arsyil ‘adhîm

Tiada Tuhan selain Allah Yang Mahaagung lagi Mahabijaksana. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang agung.

Doa ini menjadi penguat iman dan ketenangan saat kontraksi berlangsung, menghubungkan ibu dengan kuasa Allah secara langsung.

Doa Saat Lahir:

Ketika bayi lahir, doa dan bacaan khusus pada telinga kanan dan kiri menjadi penting. Adzan di telinga kanan:

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ×٢ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ ×٢ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ×٢ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ ×٢ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ ×٢ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

Latin: Allâhu Akbar, Allâhu Akbar (2x) Asyhadu allâ ilâha illallâh (2x) Asyhadu anna Muhammad rasûlullâh (2x) Ḫayya ‘alash shalâh (2x) Ḫayya ‘alal falâh (2x) Allâhu Akbar, Allâhu Akbar Lâ ilâha illallâh

Artinya: Allah Mahabesar, aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, aku bersaksi Muhammad utusan Allah, marilah laksanakan shalat, marilah menuju kejayaan Allah.

Iqamah di telinga kiri:

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ×٢ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

Latin: Allâhu Akbar, Allâhu Akbar Asyhadu allâ ilâha illallâh Asyhadu anna Muhammad rasûlullâh Ḫayya ‘alash shalâh Ḫayya ‘alal falâh Qad qâmatish shalâh (2x) Allâhu Akbar, Allâhu Akbar Lâ ilâha illallâh

Artinya: Allah Mahabesar, aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, aku bersaksi Muhammad utusan Allah, marilah laksanakan shalat, marilah menuju kejayaan Allah.

Doa perlindungan dan keberkahan untuk bayi dibacakan di teling kanan:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

Latin: Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan ḫasanan

Artinya: Ya Allah, jadikanlah ia orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.

  • Surah Al-Ikhlas (112:1-4)


قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌۚ اللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْۚ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwallâhu aḥad, Allâhush-shamad, lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḥad

Artinya: Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

  • Surah Al-Qadr (97:1-5)


اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰٓىٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ سَلٰمٌ ۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Latin: Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr, wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr, lailatul-qadri khairum min alfi syahr, tanazzalul-malâ’ikatu war-rûḥu fîhâ bi’idzni rabbihim, min kulli amr, salâmun hiya ḥattâ mathla‘il-fajr

Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.

اِنِّي اُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيمِ

Latin: Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm

Artinya: Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada Engkau dari setan yang terkutuk. (QS Ali Imran: 36)

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ  وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ  

Latin: A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin  

Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ مِنَ الصَّالِحِينَ وَاجْعَلْهُ قُرَّةَ عَيْنٍ لِوَالِدَيْهِ وَارْزُقْهُ عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلًا صَالِحًا وَاجْعَلْهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Sebagai tambahan, bacaan surah pendukung dianjurkan untuk menambah keberkahan dan perlindungan:

Latin: Allâhumma ij‘alhu minash-shâliḥîn wa ij‘alhu qurrata ‘aynin liwâlidayhi warzuqhu ‘ilman nâfi’an wa ‘amalan shâlihan wa ij‘alhu minal-muttaqîn

Artinya: Ya Allah, jadikanlah ia termasuk orang-orang yang saleh, penyejuk mata bagi orang tuanya, berikan ilmu dan amal yang bermanfaat, dan jadikan ia termasuk orang yang bertakwa.

  • Surah Al Fatihah (1:1–7)


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Latin:Al-ḥamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn ar-raḥmânir-raḥîm mâliki yaumid-dîn iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în ihdinash-shirâthal-mustaqîm ṣirâthalladhîna an‘amta ‘alayhim ghayril-maghḍûbi ‘alayhim walâ ḍ-ḍâllîn

Artinya:Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang sesat.

  • Surah Al-Ikhlas (112:1-4)


قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌۚ اللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْۚ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwallâhu aḥad, Allâhush-shamad, lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḥad

Artinya: Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

  • Surah Al-Falaq (113:1-5)


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latin: Qul a‘ûdzu bi rabbil-falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin-naffâtsâti fîl-‘uqad, wa min syarri hâsidin idzâ ḥasad

Artinya: Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila gelap gulita, dari kejahatan wanita tukang sihir yang meniup buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki ketika ia mendengki.

  • Surah An-Nas (114:1-6)


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلٰهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin: Qul a‘ûdzu bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilahin-nâs, min syarril-waswâsil khannâs, alladzi yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs

Artinya: Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari setan dan manusia.

  • Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allâhu lâ ilâha illâ Huwal Hayyul Qayyûm. Lâ ta’khudzuhu sinatun wa lâ nawm. Lahu mâ fissamâwâti wa mâ fil-ard. Man dzalladzi yasyfa’u ‘indahû illâ bi idznîh. Ya’lamu mâ baina aydîhim wa mâ khalfahum. Wa lâ yuḥîṭûna bisyai’in min ‘ilmihî illâ bimâ syaâ. Wasi’a kursiyyuhus-samâwâti wal-ard. Wa lâ ya’ûduhû ḥifẓuhumâ. Wa Huwal ‘Aliyyul ‘Azhîm.

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan memelihara keduanya tidak memberatkan-Nya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.

Dan tutup doa dengan shalawat.

Perspektif

Seluruh rangkaian doa ini menegaskan bahwa kelahiran bukan sekadar proses biologis, melainkan momen sakral yang menggabungkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Doa membantu menenangkan ibu, menguatkan iman, menjaga bayi, serta memperkuat ikatan keluarga sejak awal. Praktik ini juga mengintegrasikan tradisi, fiqih, dan psikologi modern, membuktikan bahwa spiritualitas dan rasionalitas dapat berjalan berdampingan.

Dengan doa Hannā waladat Maryama, doa bayi dalam kandungan, adzan, iqamah, dan doa perlindungan lengkap beserta surah, setiap kelahiran menjadi momen penuh harapan, keberkahan, dan pengakuan akan kuasa Allah. Doa bukan sekadar ritual, tetapi sarana memperkuat iman, menenangkan jiwa, dan menyatukan tradisi dengan pengalaman kontemporer.

Sedangkan doa untuk bayi yang sudah lahir atau paska persalinan dalam doa dikesharian bisa membacakan Doa Anak Laki-Laki atau Anak Perempuan:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ فَرْحَةً لِي وَلِوَالِدَيْهِ وَمُحِبًّا لِلنَّبِيِّ وَعَبْدًا صَالِحًا فِي دِينِهِ وَدُنْيَاهُ

Latin: Allâhumma ij‘alhu farhatan li wa liwâlidayhi wa muḥibban linnabiyyi wa ‘abdan shâlihan fî dînihi wa dunyâh.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia sumber kebahagiaan bagi aku dan orang tuanya, mencintai Nabi, dan menjadi hamba yang saleh dalam agama dan kehidupannya.”

Doa ini menunjukkan perhatian orang tua terhadap pertumbuhan spiritual anak. Mazhab fikih menegaskan bahwa doa untuk anak, termasuk doa khusus laki-laki atau perempuan, sah dan dianjurkan. Psikologi perkembangan menekankan bahwa kasih sayang dan doa orang tua berperan penting dalam pembentukan karakter anak.

Sebagaimana doa memohon keturunan yang diajarkan nabi Zakaria as.:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Latin: rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â

Artinya: (Nabi Zakaria berkata) “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS Ali ‘Imran: 38).

Posisi doa ini biasanya dibacakan sebelum terjadinya kehamilan atau saat iktiar. Posisi doa ini sama dengan posisi doa saat meminta anak laki-laki, umumnya dibaca saat merencanakan kehamilan (sebelum hamil) hingga masa kehamilan (paska hamil) sebagai bentuk ikhtiar spiritual. 

Doa agar Diberi Anak Laki-laki

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِيْ ذَكَرًا فَإِنَّهُ يُولَدُ ذَكَرًا إنْ شَاءَ اللّٰهُ تَعَالَى

Latin: Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma innî usammî mâ fî bathnihâ Muhammadan faj’alhu lî dzakaran fainnahû yûladu dzakaran insyâ Allâhu ta’âlâ.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku akan menamai apa yang ada di dalam kandungannya dengan nama Muhammad, maka jadikanlah ia anak laki-laki bagiku, karena Muhammad dilahirkan sebagai seorang laki-laki, insya Allah.

Refleksi Akhir

Melalui jejak pembacaan doa di atas, terlihat bagaimana tradisi, fikih, psikologi modern, dan pengalaman manusia berpadu menjadi praktik spiritual yang kaya makna. Doa bukan sekadar kata-kata; ia adalah sarana menenangkan hati, menstabilkan emosi, dan memperkuat ikatan antara ibu, bayi, keluarga, dan Allah. Doa hamil dan persalinan menunjukkan dimensi humanis dalam Islam: kelahiran adalah momen sakral yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan spiritual.

Dengan membaca dan mengamalkan doa ini, setiap kelahiran menjadi peristiwa penuh keberkahan, harapan, dan pengakuan atas kuasa Allah. Praktik ini mengajarkan bahwa iman, ilmu, dan kasih sayang dapat berjalan berdampingan, mendukung keselamatan dan kebahagiaan generasi baru. []

DUNIA PARALEL
Baca Tulisan Lain

DUNIA PARALEL


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *