MAKANAN SEJATI : Masih Muslim, meski Biasa Saja

makanan sejati

Dan yang dimakan hari ini, keluarnya itu sudah jelas nanti. Berbeda lagi keluarnya. Kalaupun ada diantaranya yang tak bisa terurai karena sistem perut butuh proses waktu lama akan hal itu.

Begitulah yang sejati, begitulah yang fana. Sekeras apapun makanan yang kita teda, kalau memenuhi sistem penguraian perut yang sepersekian hari maka hasilnya produk baru. Lantas tidak kita makan daging ayam, keluarnya jadi fried chicken. Sistem perut mengolah makanan menjadi “Tai”.

Sistem pengolahan perut membuatku semakin sadar, bahwa proses dari yang fana serta sejati tak lain dari langkah mendapatkan makanan yang lebih sejati.

Bersyukurlah Allah masih menguatkan kita menjadi muslim. Meskipun kadarnya hanya gitu-gitu saja. Kalaupun ditingkatkan menjadi muslim yang lebih muslim, nampaknya kita masih tak pantas. Cukup saja menjadi muslim yang biasa saja. []

EPIGRAM 
Baca Tulisan Lain

EPIGRAM 


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *